BTN Ekspansi di Bali, Bidik Transaksi Pariwisata dan Pasar Tradisional

Lainin Nadziroh • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 11:01 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas bisnis perbankan di Bali dengan menyasar sektor pariwisata, pasar tradisional, dan desa wisata. (Humas)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas bisnis perbankan di Bali dengan menyasar sektor pariwisata, pasar tradisional, dan desa wisata. (Humas)
RADAR SURABAYA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas bisnis perbankan di Bali dengan menyasar sektor pariwisata, pasar tradisional, dan desa wisata. 

Melalui tiga kerja sama strategis, BTN membidik peningkatan transaksi digital, penghimpunan dana murah, serta perluasan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi BTN menuju *true consumer bank* atau bank yang berfokus pada kebutuhan konsumen.

 Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan tiga nota kesepahaman di Sanur, Bali, Jumat (9/10).

BTN menggandeng PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) dan Bali Tourism Board (BTB) untuk mengembangkan layanan perbankan digital di ekosistem pariwisata.

Kerja sama lainnya melibatkan MKP dan Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng untuk mendukung digitalisasi transaksi pasar rakyat.

Baca Juga: APVI Jatim Deklarasikan Vape Berintegritas, Tolak Produk Ilegal

Sementara itu, BTN menjalin kerja sama tersendiri dengan Desa Wisata Penglipuran untuk memperluas akses layanan perbankan, memperkuat UMKM, dan mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, sektor pariwisata memiliki potensi ekonomi besar karena berkaitan dengan berbagai bidang usaha, mulai dari transportasi, akomodasi, perdagangan, hingga UMKM.

Bali menjadi salah satu pasar strategis bagi BTN untuk mengembangkan layanan keuangan yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada triwulan II 2026, perekonomian Bali tumbuh 5,78 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga menyumbang 21,91 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Bali.

“BTN ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam ekosistem,” ujar Nixon.

Menurut dia, BTN memperkuat layanan transaksi digital melalui aplikasi balé by BTN sekaligus mempertahankan kompetensi utama perseroan dalam pembiayaan perumahan.

Kombinasi tersebut diharapkan dapat memperluas layanan kepada pelaku pariwisata, pedagang, pekerja, dan masyarakat.

BTN Digitalisasi Transaksi Pariwisata Bali

Dalam kerja sama dengan BTB dan MKP, BTN menjajaki digitalisasi pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA).

Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan aplikasi digital bagi ekosistem koperasi BTB, termasuk layanan pembayaran dan promosi destinasi wisata.

Baca Juga: Lapor Cak Eri, Pasien Kanker di Manukan Lor Langsung Dirujuk ke RSUD Soewandhie

Layanan tersebut berpotensi menjangkau pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam sembilan asosiasi di Bali.

CEO sekaligus Co-Founder MKP Nicholas Anggada mengatakan, perusahaan memiliki pengalaman membangun sistem teknologi untuk industri pariwisata,

termasuk sistem manifes penumpang yang melayani lebih dari tiga juta penumpang setiap tahun secara nasional.

Menurut Nicholas, digitalisasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan karakter masing-masing ekosistem agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara luas.

Ketua BTB Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai daya saing pariwisata Bali tidak cukup diukur dari jumlah kunjungan wisatawan,

tetapi juga dari kualitas pengalaman wisata, peningkatan nilai ekonomi, pelestarian budaya dan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat.

 Pasar Banyuasri Jadi Percontohan Digitalisasi

Selain sektor pariwisata, BTN membidik pasar tradisional sebagai bagian dari pengembangan bisnis berbasis ekosistem.

Bersama Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng dan MKP, BTN akan mengembangkan digitalisasi transaksi pasar rakyat yang dimulai dari Pasar Banyuasri.

Baca Juga: Jorge Martin Rebut Puncak Klasemen MotoGP, Yakin Tak Akan Kesulitan Lagi

Ruang lingkup kerja sama meliputi sistem pembayaran digital bagi pedagang, pengelolaan transaksi parkir dan retribusi, serta perluasan akses layanan perbankan.

Digitalisasi diharapkan meningkatkan efisiensi pengelolaan pasar sekaligus mempermudah transaksi bagi pedagang dan pengunjung.

Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng I Ketut Mas Angarta Tenaya mengatakan, penerapan teknologi digital telah memberikan manfaat bagi pengelolaan pasar, termasuk melalui sistem parkir elektronik.

Ia berharap kerja sama dengan BTN dan MKP dapat diperluas ke pasar-pasar lain yang dikelola Perumda.

Perkuat UMKM Desa Wisata Penglipuran

BTN juga menyasar Desa Wisata Penglipuran untuk memperkuat layanan perbankan, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Desa wisata tersebut memiliki potensi sekitar 100 UMKM dan 50 rumah penginapan (*guest house*) yang dapat memanfaatkan transaksi digital serta akses pembiayaan BTN.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan identitas dan penataan UMKM, pengembangan sarana dan prasarana, serta inisiatif lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance atau ESG).

Pengembangan kawasan tetap diarahkan untuk menjaga karakter budaya dan nilai-nilai masyarakat adat.

Kelian Adat Penglipuran I Wayan Budiarta mengatakan, pengelolaan pariwisata di desanya menerapkan konsep pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism).

Masyarakat adat menjadi pemilik sekaligus pihak yang menentukan arah pengembangan desa wisata.

Ia berharap kolaborasi dengan BTN dapat meningkatkan kualitas layanan wisata, termasuk melalui pengembangan sistem reservasi daring dan perluasan jaringan pemasaran destinasi.

Kinerja BTN Denpasar Tumbuh

Ekspansi bisnis BTN di Bali didukung kinerja Kantor Cabang Denpasar. Hingga September 2026, aset BTN Kantor Cabang Denpasar mencapai Rp3,66 triliun, meningkat 3 persen dibandingkan dengan Juni 2026.

Laba kantor cabang tersebut tercatat sebesar Rp143,59 miliar atau tumbuh 42 persen dalam periode yang sama.

Dari sisi layanan digital, BTN Kantor Cabang Denpasar telah bekerja sama dengan sekitar 3.400 merchant dan memiliki 82.826 nasabah aktif.

Aktivasi aplikasi balé by BTN meningkat 10 persen, dari 32.113 pada Juni menjadi 35.370 pada September 2026.

Melalui ekspansi tersebut, BTN menargetkan peningkatan transaksi digital, penghimpunan dana murah, serta perluasan pembiayaan bagi UMKM dan pelaku usaha.

Strategi ini diharapkan memperkuat pertumbuhan bisnis perseroan sekaligus mendukung daya saing pariwisata dan perekonomian masyarakat Bali.(nin) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Desa Wisata Penglipuran Bale BTN pariwisata Bali