APVI Jatim Deklarasikan Vape Berintegritas, Tolak Produk Ilegal

Andy Satria • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 05:59 WIB
Pelantikan pengurus DPW APVI Jawa Timur di Legacy Ballroom, Surabaya.(Andy satria/)
Pelantikan pengurus DPW APVI Jawa Timur di Legacy Ballroom, Surabaya.(Andy satria/)

RADAR SURABAYA – Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Jawa Timur memperkuat komitmen membangun industri rokok elektronik atau vape yang tertib, profesional, dan bertanggung jawab.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui deklarasi Vape Berintegritas yang menjadi salah satu agenda utama kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APVI Jawa Timur periode 2026–2029.

Deklarasi tersebut disampaikan dalam acara pengukuhan dan pelantikan pengurus DPW APVI Jawa Timur di Legacy Ballroom, Surabaya. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum APVI Budianto.

Melalui deklarasi Vape Berintegritas, APVI Jatim menetapkan empat prinsip utama bagi anggotanya.

Pertama, tidak menjual produk vape kepada individu berusia di bawah 21 tahun. Kedua, menolak peredaran produk ilegal.

Baca Juga: Lapor Cak Eri, Pasien Kanker di Manukan Lor Langsung Dirujuk ke RSUD Soewandhie

Ketiga, tidak melakukan promosi yang menyasar kelompok usia tersebut. Keempat, menjalankan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sandee menegaskan, komitmen tersebut bukan sekadar slogan organisasi, melainkan landasan untuk membangun industri vape yang lebih bertanggung jawab dan patuh terhadap regulasi.

“Bagi kami, integritas bukan hanya soal slogan. Kami ingin DPW APVI Jawa Timur menjadi bagian dari upaya membangun industri yang semakin bertanggung jawab dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” ujar Sandee.

Menurut dia, empat prinsip tersebut akan diterjemahkan ke dalam program kerja yang terukur.

 Program itu mencakup komunikasi aktif, pendampingan pelaku usaha, edukasi yang bertanggung jawab, serta penguatan ekosistem industri yang berkelanjutan.

Kepengurusan baru mengusung filosofi nyawiji, mbangun, dan ngukuhake industri.

Filosofi tersebut bermakna menyatukan seluruh unsur industri, membangun organisasi dan kepercayaan, serta memperkuat industri melalui kepatuhan dan tanggung jawab.

Baca Juga: Max Verstappen Juara GP Singapura 2026, Leclerc Kedua

Sandee menambahkan, APVI Jatim harus mampu menjalankan fungsi organisasi secara nyata, terutama dalam menampung aspirasi pelaku usaha dan membangun komunikasi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Umum APVI Budianto juga menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha dalam memperkuat organisasi.

Menurut dia, asosiasi dan industri harus saling mendukung agar mampu menghadapi dinamika regulasi dan tantangan usaha.

“APVI bekerja untuk industri, tetapi industri juga harus bersama APVI. Kita tidak bisa meminta organisasi menjadi kuat kalau industri sendiri tidak ikut memperkuat organisasi tersebut,” ujarnya.

Dukungan terhadap penguatan kolaborasi disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto.

 Dia mendorong pelaku industri rokok elektronik untuk menjaga persatuan serta meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan publik.

Sementara itu, Koordinator Inovasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur Himawan Estu menilai industri vape merupakan bagian dari perkembangan

inovasi dan industrialisasi yang turut membuka peluang ekonomi bagi sebagian masyarakat.

Namun, menurut dia, perkembangan industri tersebut harus diimbangi dengan tata kelola yang baik, integritas, dan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang.

Melalui deklarasi Vape Berintegritas, APVI Jatim berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara pelaku usaha, pemerintah,

regulator, akademisi, komunitas, dan organisasi dunia usaha untuk mendorong industri rokok elektronik yang tertib dan bertanggung jawab.(sam) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
APVI Jatim Industri Vape Vape Berintegritas Rokok Elektronik