Bulog Jatim Percepat Penyaluran SPHP Jagung Pakan, Pastikan Stok Nasional Mencukupi

Mus Purmadani • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:30 WIB
AMAN: Pimpinan Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu A, memastikan mempercepat penyaluran jagung pakan melalui program SPHP.(IST/RADAR SURABAYA)
AMAN: Pimpinan Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu A, memastikan mempercepat penyaluran jagung pakan melalui program SPHP.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur (Jatim) mempercepat penyaluran jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga 7 Oktober 2026, realisasi penyaluran di Jatim mencapai 100.699 ton atau 75,22 persen dari total alokasi 133.867 ton.

Bulog memastikan stok jagung yang dikelola di Jatim mencukupi untuk memenuhi sisa kebutuhan peternak. Selain persediaan di gudang, tambahan pasokan sebanyak 35.804 ton juga sedang dalam perjalanan dari sejumlah daerah, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu A mengatakan, stok jagung yang tersedia saat ini mencapai 6.437 ton. Dengan tambahan pasokan yang masih dalam pengiriman, pihaknya optimistis penyaluran SPHP jagung dapat terus dipercepat.

Baca Juga: Pemain Bertumbangan, Eropa Desak FIFA Hapus Jeda Tiga Pekan

“Jadi kami sampaikan bahwa peternak tidak perlu khawatir karena secara stok jagung yang dikelola Bulog Jawa Timur sangat memadai untuk memenuhi sisa kebutuhan penyaluran SPHP Jagung. Fokus kami saat ini adalah mempercepat pergerakan stok dan penyaluran kepada para peternak yang membutuhkan, sehingga tidak ada kendala distribusi yang menghambat peternak memperoleh jagung,” ujar Langgeng, Jumat (9/10). 

Melalui program SPHP, Bulog menyalurkan jagung pakan dengan harga Rp 5.000 per kilogram. Program ini ditujukan untuk membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan.

Secara nasional, realisasi penyaluran SPHP jagung hingga 7 Oktober 2026 mencapai 185.699 ton atau 76,7 persen dari total alokasi sekitar 241.972 ton. Program tersebut telah menjangkau 151 koperasi dan asosiasi peternak dengan total 7.553 peternak di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Babak Grand Champions Bahlil Mini Soccer di Surabaya Gunakan Sistem Round Robin

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, percepatan distribusi menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung nasional. BULOG juga mengoptimalkan jaringan distribusi agar penyaluran tepat sasaran dan kebutuhan peternak dapat terpenuhi.

“Bulog berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 5.000 per kilogram. Kami terus mengoptimalkan seluruh jaringan distribusi dan mempercepat penyaluran di berbagai wilayah agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh peternak,” ujarnya.

Di sisi lain, Bulog memastikan stok jagung pemerintah secara nasional mencapai 98.442 ton per 7 Oktober 2026. Persediaan tersebut menjadi salah satu penopang untuk memenuhi kebutuhan penyaluran sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Tiga Pos Jaga Perlintasan Kereta Api Baru Beroperasi di Surabaya

Selain menyalurkan jagung pakan, Bulog juga menjalankan penugasan pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dari produksi petani dalam negeri. Pada 2026, pemerintah menetapkan target pengadaan sebesar satu juta ton.

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan Rp 5.500 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 18–20 persen di tingkat petani. Sementara itu, harga pembelian mencapai Rp 6.400 per kilogram untuk jagung dengan kadar air maksimal 14 persen dan memenuhi standar kualitas di gudang Bulog.

Pengadaan tersebut dioptimalkan melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan penguatan jaringan pengadaan di daerah. Langkah ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus memperkuat cadangan jagung nasional.

Baca Juga: Tiga Penadah Motor Curian Ditangkap di Bangkalan

Bulog menargetkan penguatan stok dan percepatan distribusi dapat menjaga keseimbangan kepentingan petani dan peternak, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dengan pasokan yang terjaga dan harga SPHP sesuai ketentuan, kebutuhan jagung pakan diharapkan tetap terpenuhi hingga akhir tahun. (mus/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
bulog SPHP jagung jatim Pakan