KT&G Tambah Kapasitas Produksi, Indonesia Jadi Basis Ekspor Asia-Pasifik

Moh. Afik • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 06:11 WIB
KT&G terus memperbesar kapasitas produksi di Indonesia dan menempatkan Tanah Air sebagai basis produksi sekaligus hub ekspor strategis untuk pasar Asia-Pasifik dan global.
KT&G terus memperbesar kapasitas produksi di Indonesia dan menempatkan Tanah Air sebagai basis produksi sekaligus hub ekspor strategis untuk pasar Asia-Pasifik dan global.

RADAR SURABAYA – Perusahaan rokok KT&G terus memperbesar kapasitas produksi di Indonesia dan menempatkan Tanah Air sebagai basis produksi sekaligus hub ekspor strategis untuk pasar Asia-Pasifik dan global.

Perusahaan rokok asal Korea Selatan tersebut kini memiliki total kapasitas produksi mencapai 35 miliar batang per tahun setelah pabrik barunya di Pasuruan beroperasi penuh.

Presiden KT&G Bang Kyung-man mengatakan, penambahan kapasitas produksi menjadi langkah penting seiring dengan membaiknya kinerja perusahaan, baik di pasar domestik maupun global.

“Beroperasinya pabrik baru secara penuh menjadi tonggak penting dalam mewujudkan komitmen investasi jangka panjang KT&G di Indonesia serta komitmen kami kepada masyarakat setempat di wilayah operasional perusahaan,” ujar Bang Kyung-man, Selasa (6/10).

Baca Juga: 500 RW Terbaik Berebut Tiket 200 Besar Lomba Kampung Pancasila 2026 Pemkot Surabaya

Pabrik pertama KT&G di Indonesia memiliki kapasitas produksi sekitar 14 miliar batang rokok per tahun.

Sementara itu, pabrik baru yang dibangun di atas lahan seluas 190.000 meter persegi memiliki kapasitas produksi mencapai 21 miliar batang per tahun.

Dengan tambahan tersebut, kapasitas produksi KT&G di Indonesia meningkat menjadi 35 miliar batang rokok per tahun.

Indonesia Jadi Basis Produksi Terbesar KT&G di Luar Korea Selatan

Beroperasinya pabrik baru di Pasuruan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi KT&G terbesar di luar Korea Selatan.

Sebagian besar produksi dari Indonesia nantinya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar Asia-Pasifik dan sejumlah pasar global.

Beberapa negara yang menjadi tujuan produksi antara lain Taiwan, Mongolia, Nigeria, hingga India.

“KT&G akan terus memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja lokal dan mempererat kerja sama dengan masyarakat setempat untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia,” kata Bang Kyung-man.

Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2026, BRI Peduli Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

KT&G mencatat pasar rokok produksi perusahaan di luar negeri terus menunjukkan pertumbuhan.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang memberikan kontribusi kuat terhadap peningkatan kinerja tersebut.

Pertumbuhan itu antara lain didorong kenaikan penjualan dan harga di kawasan Asia-Pasifik.

Selain Indonesia, kegiatan produksi global KT&G juga berlangsung di Korea Selatan, Rusia, Kazakhstan, dan Turki.

Dengan jaringan produksi yang semakin terhubung, KT&G dapat menyesuaikan kapasitas produksi berdasarkan permintaan pasar.

Langkah tersebut sekaligus diharapkan meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing perusahaan di pasar global.

Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Investasi pabrik baru KT&G di Pasuruan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur.

Perusahaan juga menilai fasilitas tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja.

KT&G berkomitmen memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja lokal serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dan mitra lokal dalam pengembangan bisnis perusahaan.

“Ke depannya, KT&G akan terus menciptakan peluang kerja melalui keterlibatan berkelanjutan masyarakat dan mitra lokal serta pengembangan bisnisnya di Indonesia,” tutur Bang Kyung-man.(fix) 

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
industri rokok KT&G Pabrik Pasuruan ekspor Indonesia ke AS korea selatan