RADAR SURABAYA – Bank Indonesia (BI) optimistis pangsa pasar keuangan syariah nasional terus tumbuh. Hingga 2028, pangsa pasar keuangan syariah ditargetkan meningkat hingga 12–15 persen seiring penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai kebijakan strategis.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Yono Haryono mengatakan, perkembangan industri syariah sepanjang 2024 menunjukkan tren positif. Meski demikian, akselerasi masih diperlukan agar ekonomi dan keuangan syariah dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Baca Juga: BRI Jadi Satu-satunya Bank Indonesia yang Masuk S&P Global Sustainability
“Pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah per Maret 2024 tumbuh 12 hingga 14 persen. Pembiayaan peer-to-peer syariah telah menyentuh Rp3,22 triliun dengan tingkat literasi ekonomi dan keuangan syariah 23,3 persen,” ujar Yono, Selasa (6/10).
Menurut Yono, saat ini pangsa pasar Halal Value Chain (HVC) nasional berada di kisaran 25 persen. Sektor pertanian serta makanan dan minuman menjadi kontributor utama. Sementara pangsa pasar keuangan syariah masih berada di sekitar 11 persen.
“Ini menunjukkan masih ada ruang yang cukup besar untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” katanya.
Namun, pengembangan sektor tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya fragmentasi struktur perbankan syariah, keterbatasan inovasi produk, belum optimalnya pembiayaan pada sektor-sektor unggulan, hingga infrastruktur Jaminan Produk Halal yang masih perlu diperkuat.
Baca Juga: BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker
Untuk menjawab tantangan tersebut, BI menyiapkan tiga inisiatif strategis. Pertama, memperkuat ekosistem Halal Value Chain yang terintegrasi, termasuk untuk mendukung stabilitas harga.
Kedua, merumuskan kebijakan makroprudensial syariah sekaligus mengimplementasikan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) guna meningkatkan pembiayaan. Ketiga, membangun ekosistem keuangan sosial syariah untuk mendorong inklusi keuangan.
Baca Juga: Luncurkan New JConnect, Bank Jatim Target 2 Juta Pengguna, Sasar Pekerja Migran Indonesia
Melalui strategi tersebut, BI menargetkan pangsa Halal Value Chain pada 2028 berada di kisaran 25–28 persen. Ekspor produk halal juga ditargetkan menembus lebih dari 3,5 persen, sedangkan sertifikasi halal diharapkan mencapai lebih dari 7 juta produk.
Dari sisi literasi, ekonomi dan keuangan syariah ditargetkan meningkat di atas 50 persen. Sementara inklusi keuangan syariah diproyeksikan mencapai 15–18 persen.
Yono menegaskan, penguatan ekosistem menjadi kunci agar ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya berkembang dari sisi industri keuangan, tetapi juga terhubung dengan sektor riil.
“Penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah diharapkan semakin memperbesar perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” pungkasnya. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar surabaya