Cabai Rawit Tembus Rp70 Ribu, Stok Pedagang Dipangkas

Dimas Mahendra • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 19:37 WIB
Harga-harga mulai naik termasuk cabai. (Dimas Mahendra)
Harga-harga mulai naik termasuk cabai. (Dimas Mahendra)

RADAR SURABAYA – Harga cabai rawit merah di Pasar Tradisional Dukuh Kupang, Surabaya, melonjak hingga lebih dari dua kali lipat dalam tiga pekan terakhir.

Harga yang sebelumnya sekitar Rp30 ribu per kilogram kini menembus Rp70 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit tersebut mulai berdampak pada pola belanja masyarakat.

Pembeli mengurangi jumlah belanjaan, sementara pedagang memilih mengurangi stok karena khawatir komoditas yang dibeli tidak habis terjual.

Pedagang Pasar Tradisional Dukuh Kupang, Kholifah, mengatakan cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan harga paling signifikan.

“Pembeli terpaksa mengurangi belanjaan. Kami pun mengurangi pasokan kulakan. Cabai yang biasanya 8 kilogram kini hanya 5 kilogram supaya tidak rugi karena sepi pembeli,” ungkap Kholifah.

Selain cabai rawit merah, harga cabai besar juga mengalami kenaikan. Komoditas tersebut kini dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram, dari sebelumnya berada di kisaran Rp30 ribu-Rp35 ribu.

Baca Juga: Kakek di Surabaya Lakukan Kekerasan Seksual pada Bocah, Seminggu Bisa Tiga Kali

Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah. Bawang merah ukuran besar kini mencapai Rp39 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp25 ribu.

Sementara itu, bawang merah ukuran kecil berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram.

Harga Sayuran Ikut Naik

Lonjakan harga tidak hanya terjadi pada komoditas cabai dan bawang. Sejumlah sayuran yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat juga mengalami kenaikan.

 

Harga sawi putih, misalnya, naik dari sekitar Rp10 ribu menjadi Rp18 ribu-Rp20 ribu per kilogram.

 Harga tomat juga meningkat dari Rp10 ribu menjadi Rp13 ribu-Rp15 ribu per kilogram. Untuk tomat ukuran besar, harganya bahkan bisa mencapai Rp20 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga wortel dan sawi hijau juga mengalami kenaikan rata-rata sekitar 50 persen dibandingkan harga biasanya.

Kondisi tersebut membuat pedagang menyesuaikan jumlah stok. Kholifah mengatakan stok sayuran yang biasanya mencapai 15 kilogram kini dikurangi menjadi sekitar 10 kilogram.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penurunan daya beli masyarakat.

Ketika harga komoditas dapur naik, konsumen cenderung membeli dalam jumlah lebih sedikit.

Pasokan Berkurang akibat Kemarau

Pedagang menduga kenaikan harga berbagai komoditas tersebut berkaitan dengan kondisi kemarau panjang yang berdampak terhadap hasil panen.

Baca Juga: Susul Temannya, Joki Curanmor Asal Bangkalan Ditangkap Polisi

Berkurangnya hasil panen membuat pasokan ke pasar ikut menurun. Kondisi tersebut kemudian mendorong harga sejumlah komoditas, terutama cabai dan sayuran, mengalami kenaikan.

Kholifah memperkirakan harga sejumlah komoditas masih berpotensi bertahan tinggi selama kondisi cuaca belum membaik dan pasokan hasil panen belum kembali normal.

Bagi pedagang pasar, kenaikan harga tidak hanya berarti modal kulakan semakin besar.

Mereka juga harus menghadapi risiko penurunan omzet karena pembeli mulai mengurangi belanja kebutuhan dapur.

Situasi tersebut membuat pedagang harus lebih berhati-hati menentukan jumlah stok agar tidak mengalami kerugian akibat komoditas yang tidak terjual.(dim)

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
harga cabai surabaya pasar tradisional cabai rawit Harga Sembako