BRI Bidik 544 Tenant Safe n Lock, Perkuat Layanan Perbankan

Moh. Afik • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 08:48 WIB
Arvian Tristianto (kiri) bersama Adi Saputra Tedjasurya menjelaskan kerjasama BRI Branch Office Sidoarjo dengan KI Safe n Lock dilakukan untuk memperkuat layanan perbankan khususnya para pelaku usaha di kawasan industri. (M. Afiq Firdaus/Radar Surabaya)
Arvian Tristianto (kiri) bersama Adi Saputra Tedjasurya menjelaskan kerjasama BRI Branch Office Sidoarjo dengan KI Safe n Lock dilakukan untuk memperkuat layanan perbankan khususnya para pelaku usaha di kawasan industri. (M. Afiq Firdaus/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – BRI Kantor Cabang Sidoarjo memperluas penetrasi layanan perbankan di Kawasan Industri Safe n Lock Sidoarjo.

Dari sekitar 544 tenant yang beroperasi, baru 24 persen yang tercatat menjadi nasabah BRI dari sisi transaksi.

Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi BRI untuk memperluas layanan perbankan sekaligus mendukung aktivitas bisnis para pelaku usaha di kawasan industri tersebut.

Branch Office Head BRI Sidoarjo Arvian Tristianto mengatakan, kerja sama dengan Kawasan Industri Safe n Lock menjadi bagian dari upaya BRI mendekatkan layanan kepada pelaku usaha.

“Tujuannya, kita ingin memberikan layanan terbaik untuk para nasabah. Kebutuhan layanan transaksi perbankan dari para nasabah bisa kami layani lebih cepat. Apalagi, potensi yang bisa kita garap sangat besar,” ujar Arvian, Jumat (2/10).

Baca Juga: PM Inggris Andy Burnham Soroti Peran Pemilik Manchester City di Tengah Kasus 115 Dakwaan

Menurut Arvian, layanan yang disiapkan BRI tidak hanya transaksi perbankan konvensional.

BRI juga mendorong pemanfaatan layanan digital, seperti BRImo dan Qlola, termasuk layanan cash management untuk mendukung kebutuhan operasional bisnis tenant.

BRI Siapkan Pembiayaan Investasi Gudang

Potensi kerja sama BRI dan Safe n Lock juga mencakup sektor pembiayaan. Salah satunya fasilitas pembiayaan bagi tenant yang membutuhkan dukungan finansial untuk membeli atau melakukan investasi gudang di kawasan industri tersebut.

“Kalau ada tenant yang mau membeli atau investasi gudang di Safe n Lock, itu bisa kita support karena ada program khusus BRI dengan Safe n Lock,” kata Arvian.

Selain transaksi dan pembiayaan, BRI telah melayani kebutuhan payroll sejumlah tenant. Namun, penetrasi layanan payroll saat ini baru sekitar 1 persen dari total tenant.

Karena itu, layanan payroll menjadi salah satu peluang yang masih akan dikembangkan BRI di Kawasan Industri Safe n Lock.

Arvian menegaskan, BRI akan terus meningkatkan penetrasi layanan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Prancis vs Italia Berakhir 1-1, Upamecano Dikartu Merah

Targetnya, semakin banyak tenant memanfaatkan layanan BRI, baik untuk transaksi perbankan maupun pembiayaan usaha.

“Harapannya, seluruh tenant di Safe n Lock itu bisa kita akuisisi,” ujarnya.

Kantor Kas BRI Permudah Akses Tenant

Direktur Utama PT Marba Berkah Amanda Tbk selaku pengelola Kawasan Industri Safe n Lock dan Halal Industrial Park atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Adi Saputra Tedjasurya, mengatakan kehadiran BRI menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem kawasan industri.

Menurut Adi, pelaku industri tidak hanya membutuhkan lokasi untuk menjalankan usaha.

Mereka juga membutuhkan dukungan mitra perbankan untuk menunjang aktivitas keuangan dan transaksi bisnis sehari-hari.

“Untuk mengembangkan suatu usaha, kita perlu mitra perbankan yang bisa men-support kita.

Dan tentunya men-support klien-klien kita untuk transaksinya di dalam kawasan,” ujar Adi.

Karena itu, keberadaan kantor kas BRI di kawasan Safe n Lock diharapkan dapat memudahkan tenant mengakses layanan perbankan tanpa harus keluar dari kawasan industri.

Kerja sama saat ini mencakup layanan transaksi dan perbankan. Ke depan, dukungan BRI berpotensi diperluas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pelaku usaha di kawasan tersebut.

Safe n Lock Miliki Potensi Kawasan Industri 1.800 Hektare

Adi menjelaskan, pihaknya memiliki izin kawasan industri dengan luas mencapai 1.800 hektare.

Dari luasan tersebut, sekitar 200 hektare telah dioperasikan sebagai Kawasan Industri Safe n Lock dengan 544 tenant.

Selain itu, terdapat sekitar 796 hektare yang digunakan untuk pengembangan Kawasan Industri Halal atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Untuk Kawasan Industri Halal, saat ini sekitar 15 hektare telah dikembangkan. Sejumlah industri telah masuk, terutama pelaku UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman serta industri berorientasi ekspor.

Menurut Adi, sejumlah pelaku usaha di kawasan tersebut telah menembus pasar ekspor. Produk yang dihasilkan bahkan telah dipasarkan ke sejumlah negara.

“Yang sudah berjalan banyak yang ekspor. Ada yang sampai ekspor ke Panama untuk produk cumi-cumi. Bahkan, ada pabrik sambal yang juga ekspor sampai ke Jepang,” pungkas Adi. (fix)

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
safe n lock BRI Kantor Cabang Sidoarjo BRI Layanan Perbankan sidoarjo