Sabet Penghargaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026, LPS: Pengingat untuk Tak Berpuas Diri

Lainin Nadziroh • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:50 WIB
Direktur Group Hubungan Luar Negeri LPS, Ramadian Moetomo, dalam ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026, di Jakarta, Kamis (30/7). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Direktur Group Hubungan Luar Negeri LPS, Ramadian Moetomo, dalam ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026, di Jakarta, Kamis (30/7). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

RADAR SURABAYA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meraih penghargaan Top of Mind Corporate Governance – Public Fund Management dalam ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026.

Penghargaan tersebut menjadi pengingat bagi LPS untuk terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas layanan publik.

Direktur Group Hubungan Luar Negeri LPS Ramadian Moetomo mengatakan, penghargaan yang diterima LPS bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi umpan balik bagi lembaga untuk terus melakukan perbaikan.

Menurut dia, ajang penghargaan seperti JawaPos.com Digital Excellence Awards penting karena memberikan masukan kepada berbagai lembaga, termasuk institusi pemerintah.

"Saya rasa acara seperti ini perlu karena ini merupakan semacam feedback kepada lembaga-lembaga, termasuk juga lembaga seperti kami di LPS, lembaga pemerintah," ujar Ramadian dalam ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Kamis (30/7).

LPS Tak Ingin Berpuas Diri

Ramadian menegaskan, penghargaan tersebut justru menjadi pengingat agar LPS tidak berpuas diri dengan capaian yang telah diraih.

Baca Juga: Wakil dari Jember Melaju ke Partai Final Surabaya Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 10 

Sebagai lembaga pemerintah yang memberikan layanan kepada masyarakat, LPS dituntut terus meningkatkan standar kerja. LPS juga perlu mengikuti perkembangan serta praktik baru untuk menjaga kredibilitas lembaga.

"Karena kita tidak boleh berpuas diri, dan kita harus tetap meningkatkan standar kita. Karena kita sebagai lembaga pemerintah, lembaga public service, harus terus memperhatikan hal-hal yang baru," katanya.

Penghargaan Top of Mind Corporate Governance – Public Fund Management diberikan sebagai bagian dari rangkaian JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026.

Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada berbagai institusi dan perusahaan atas pencapaian dalam transformasi digital, tata kelola, serta inovasi di berbagai sektor.

Transformasi Digital Butuh Perubahan Budaya

CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar mengatakan, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi.

Menurut dia, keberhasilan transformasi juga membutuhkan keberanian untuk mengubah budaya kerja dan pola pikir dalam organisasi.

Baca Juga: Unesa Bekali Mahasiswa Indonesia di Australia dengan Ketahanan Mental dan Personal Branding

"Yang paling penting adalah keberanian untuk berubah. Karena apa pun teknologi yang digunakan akan sulit kalau dari budaya kerja perusahaannya tidak ada yang mau berubah," ujar Dhimas.

Dhimas mengatakan, JawaPos.com selama ini menyaksikan berbagai inovasi dan perubahan yang dilakukan dunia usaha, institusi, hingga organisasi dalam menghadirkan transformasi digital yang berdampak bagi masyarakat.

Pengalaman bertemu dengan berbagai perusahaan selama berkarier sebagai wartawan, kata dia, menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital merupakan proses panjang.

Proses tersebut dapat mencakup diskusi panjang, pengambilan keputusan sulit, hingga kegagalan sebelum sebuah organisasi berhasil menjalankan transformasi digital.

"Ada juga diskusi yang panjang, keputusan sulit yang harus diambil, bahkan mungkin kegagalan yang harus dilalui sebelum akhirnya berhasil dan transformasi digital itu dijalankan," katanya.

Libatkan 19.000 Responden

Dalam penyelenggaraan Digital Excellence Awards 2026, JawaPos.com menggandeng Infovesta untuk menyusun metodologi penilaian.

Sebanyak 150 brand dari 30 kategori penghargaan menerima apresiasi dalam ajang tersebut.

Survei melibatkan 19.000 responden usia produktif di 20 kota besar Indonesia. Metode yang digunakan adalah multistage area random sampling untuk mengukur tingkat top of mind awareness masyarakat terhadap berbagai brand dan institusi lintas sektor.

Dhimas berharap penghargaan tersebut dapat menjadi bentuk apresiasi bagi berbagai pihak yang mendorong perubahan dan inovasi di Indonesia.

"Semoga penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pelaku perubahan yang telah membawa Indonesia melangkah lebih maju di era digital," pungkas Dhimas.(nin) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 Transformasi Digital lps