RADAR SURABAYA – Angkutan barang melalui jalur kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya terus menunjukkan pertumbuhan.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya mengangkut 1.988.315 ton barang, meningkat 7,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.856.051 ton.
Lonjakan tersebut semakin menegaskan peran kereta api sebagai salah satu moda penting dalam distribusi logistik.
Dari total angkutan barang tersebut, petikemas menjadi komoditas paling dominan dengan volume 1.332.445 ton.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, pertumbuhan volume angkutan barang menunjukkan semakin strategisnya peran kereta api dalam ekosistem logistik nasional.
"Pertumbuhan ini menunjukkan semakin strategisnya peran kereta api dalam ekosistem logistik nasional, terutama untuk distribusi barang bervolume besar antardaerah secara lebih efisien, andal, sekaligus ramah lingkungan," tuturnya, Rabu (30/9).
Petikemas Mendominasi Angkutan Barang
Selain petikemas, sejumlah komoditas lain turut menyumbang volume angkutan barang KAI Daop 8 Surabaya. BBM berada di posisi kedua dengan volume 608.555 ton.
Baca Juga: Desak Made Raih Emas Keempat Indonesia di Asian Games 2026
Sementara itu, angkutan barang ritel mencapai 32.934 ton dan komoditas lainnya sebanyak 14.381 ton.
Mahendro menyebut capaian tersebut menunjukkan kereta api tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi penumpang, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung rantai pasok industri dan perdagangan.
"Kereta api mampu mengangkut barang dalam jumlah besar dalam satu perjalanan dengan jadwal yang terjamin.
Ini menjadi pertimbangan kuat bagi pelaku usaha dalam memilih moda distribusi," ujarnya.
Angkutan Rel Dukung Logistik Berkelanjutan
Selain kapasitas angkut dan ketepatan waktu, KAI menilai transportasi barang melalui jalur rel memiliki keunggulan dari sisi keberlanjutan.
Volume barang dalam jumlah besar dapat diangkut sekaligus dalam satu perjalanan sehingga mendukung efisiensi distribusi.
"Dari sisi lingkungan, ini menjadi pilihan yang mendukung logistik berkelanjutan, lebih efisien, dan rendah emisi," kata Mahendro.
Keragaman komoditas yang diangkut juga menunjukkan fleksibilitas layanan angkutan barang KAI.
Komoditas tersebut mencakup petikemas, bahan bakar, barang ritel, hingga berbagai jenis barang lainnya.
Baca Juga: Saksi Penganiayaan di PN Surabaya Ngaku Melihat Terdakwa di Bawah Korban
KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen meningkatkan kualitas layanan angkutan barang melalui penguatan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta kolaborasi dengan pelanggan dan pemangku kepentingan.
"Kami ingin layanan angkutan barang KAI menjadi solusi logistik bagi dunia usaha, tidak hanya memperlancar distribusi, tetapi juga mendorong efisiensi dan keberlanjutan.
Melalui kerja sama, kami memahami kebutuhan pelanggan dan menghadirkan layanan yang memberikan manfaat nyata bagi kelancaran rantai pasok," pungkasnya. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan