RADAR SURABAYA – Aktivitas industri pertambangan dan hilirisasi di Indonesia Timur ikut mendorong pertumbuhan industri logistik Surabaya.
Sebagai salah satu pintu utama distribusi barang dari Pulau Jawa menuju kawasan Indonesia Timur, Surabaya menjadi hub penting bagi rantai pasok industri berbasis sumber daya alam.
Direktur Utama CKB Logistics Iman Sjafei mengatakan posisi Surabaya semakin strategis seiring meningkatnya pembangunan dan aktivitas hilirisasi di kawasan Indonesia Timur.
“Surabaya itu seperti batu loncatan ke Indonesia Timur. Semua pembangunan yang terjadi di Indonesia Timur, pergerakan mayoritas barang dari Jawa melalui Surabaya,” kata Iman, Rabu (30/9).
Menurut dia, berbagai kebutuhan industri di wilayah pertambangan dan proyek pembangunan Indonesia Timur banyak didistribusikan melalui Surabaya.
Baca Juga: Mahasiswa Umsura dan Singapore Polytechnic Cari Inovasi Pecel Semanggi hingga Peternakan Ayam
Kondisi tersebut membuat kota ini memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran rantai pasok.
Meski industri logistik menghadapi tekanan akibat dinamika ekonomi global, Iman mengatakan kinerja perusahaan hingga semester I 2026 masih berada di jalur pertumbuhan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 6,81 persen secara kumulatif pada semester I 2026.
Sementara itu, Supply Chain Indonesia memproyeksikan sektor transportasi dan pergudangan mencapai Rp1.713 triliun dengan pertumbuhan 7,69 persen pada 2027.
“Sampai sekarang masih oke. Masih on the track. Surabaya menjadi salah satu lokasi penting bagi CKB Logistics dalam mendukung rantai pasok pelanggan di sektor pertambangan dan industri berbasis sumber daya alam di Indonesia Timur,” ujarnya.
Hilirisasi Perluas Kebutuhan Logistik
Iman menilai kebijakan hilirisasi pemerintah turut mengubah kebutuhan industri logistik.
Aktivitas logistik kini tidak hanya berkaitan dengan pengangkutan komoditas mentah, tetapi juga mencakup distribusi bahan baku, barang operasional, hingga produk hasil pengolahan.
CKB Logistics telah menangani kebutuhan logistik sejumlah perusahaan besar di sektor pertambangan, di antaranya Freeport, PT Kaltim Prima Coal, Kideco, dan Vale.
Saat ini, sedikitnya 200 perusahaan menjadi mitra kerja CKB Logistics. Sekitar 60 persen di antaranya berada di Surabaya.
Baca Juga: Polda Jatim Gagalkan Peredaran Narkotika Jenis Etomidate di Surabaya, Sita Ribuan Catridge
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, CKB Logistics mengembangkan layanan rantai pasok secara menyeluruh atau end-to-end.
Layanan itu mencakup proses impor, penerimaan dan penyimpanan barang di gudang atau hub, konsolidasi barang dari berbagai pemasok, hingga pengiriman ke lokasi operasional perusahaan di daerah pertambangan.
“Barang-barang yang diperlukan untuk kegiatan operasional site mereka ada yang berasal dari supplier di Jawa.
Barang tersebut dikirim ke hub kami, kemudian kami konsolidasikan, dimasukkan ke kontainer, lalu dikirim ke lokasi pertambangan,” jelas Iman.
Dukung Logistik Smelter Freeport di Gresik
Perkembangan hilirisasi juga memperluas cakupan layanan CKB Logistics. Salah satunya terkait aktivitas Freeport yang kini memiliki fasilitas smelter di Gresik, Jawa Timur.
CKB Logistics turut mendukung kebutuhan logistik produk hasil pengolahan, termasuk katoda tembaga yang akan diekspor.
Menurut Iman, perkembangan industri hilir membuat kebutuhan logistik semakin kompleks.
Karena itu, perusahaan tidak hanya dituntut menyediakan layanan pengiriman, tetapi juga memastikan barang dapat dipantau dan dikelola sepanjang rantai pasok.
Untuk meningkatkan efisiensi, CKB Logistics mengandalkan layanan berbasis teknologi. Pelanggan dapat memperoleh visualisasi pergerakan barang serta menggunakan fasilitas tracking dan tracing untuk memantau posisi barang.
Teknologi tersebut juga membantu pelanggan berkoordinasi dengan pemasok sehingga kebutuhan operasional di lokasi pertambangan dapat dipersiapkan dengan lebih terukur.
CKB Logistics Punya PLB 2 Hektare di Surabaya
Di Surabaya, CKB Logistics mengembangkan fasilitas logistik di atas lahan seluas 15 hektare. Perusahaan juga memiliki fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) seluas 2 hektare.
Tingkat okupansi fasilitas tersebut saat ini mencapai 82 persen. Mayoritas barang yang ditangani berkaitan dengan industri pertambangan, minyak dan gas (migas), serta infrastruktur.
Iman menegaskan, layanan yang diberikan CKB Logistics tidak berhenti pada proses pengiriman barang.
Perusahaan juga terlibat dalam perencanaan, pemantauan, hingga koordinasi dengan pemasok.
“Yang kami berikan bukan hanya pengiriman, tetapi juga planning, visualisasi, tracking, dan tracing barang.
Kami membantu koordinasi supplier sehingga barang lebih terkontrol dan ada kepastian barang di site untuk mendukung kelancaran produksi,” tutup Iman.(fix)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan