Menyeberang Laut dari Ambon, Vio Hadirkan Inklusi Keuangan hingga Pelosok Banda Neira

M Firman Syah • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 09:38 WIB
Kisah Vio menunjukkan bahwa upaya memperluas inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk dan layanan.
Kisah Vio menunjukkan bahwa upaya memperluas inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk dan layanan.

BANDA NEIRA – Perjalanan menuju rumah-rumah warga menjadi bagian dari keseharian Violend Trintje Ory. Perempuan 23 tahun itu harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari mes tempatnya tinggal untuk menjangkau kelompok nasabah yang didampinginya di Pulau Banda Neira, Maluku Tengah.

Bagi Vio, perjalanan tersebut bukan sekadar rutinitas pekerjaan. Ia datang ke wilayah kepulauan itu setelah mendapat penugasan dari Ambon untuk membuka Unit Banda, unit baru sekaligus yang pertama milik PNM di Banda Neira.

Tantangan yang dihadapi Vio bukan hanya soal jarak. Ia juga harus memperkenalkan PNM yang belum dikenal sebagian masyarakat. Untuk itu, Vio memilih mendatangi rumah-rumah warga secara langsung guna melakukan sosialisasi sekaligus memperkenalkan program PNM Mekaar.

"Awal kami masuk, mereka ragu. Kami tidak memaksakannya bagi mereka yang terasa ragu. Tapi kami rangkul yang percaya sama kami untuk prosesnya ke depan," ujarnya.

Menurut Vio, pendekatan kepada masyarakat membutuhkan kesabaran dan komunikasi. Ia tidak hanya berbicara dengan calon nasabah, tetapi juga berusaha memahami kondisi serta sudut pandang keluarga. Dari sana, kepercayaan dibangun perlahan.

Tantangan lain datang dari kondisi geografis. Sebagai petugas lapangan, Vio bersama rekan-rekannya harus menyeberangi laut untuk menjangkau wilayah tertentu, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Keterbatasan akses tersebut tidak membuat aktivitas pendampingan terhenti. Ketika sepeda motor belum dapat digunakan di wilayah seberang, Vio dan rekan-rekannya memilih berjalan kaki. Informasi mengenai PNM pun perlahan menyebar dari warga yang telah bergabung menjadi nasabah kepada masyarakat lainnya.

Bagi Vio, menjadi Account Officer (AO) PNM Mekaar bukan semata tentang mencari dan menjangkau calon nasabah. Lebih dari itu, pekerjaannya membuat dia dapat melihat secara langsung perubahan dalam kehidupan para ibu yang didampinginya.

Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika seorang nasabah yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga memutuskan berhenti bekerja dan mulai berjualan kebutuhan sehari-hari dari rumah setelah memperoleh modal usaha.

Sebelumnya, nasabah tersebut harus bekerja dari pagi hingga sore sehingga memiliki waktu terbatas bersama keluarga.

"Saya merasa bersyukur, karena saya jadi penyalur berkat," ujar Vio, yang merasa bahagia dapat melihat para ibu mulai memiliki usaha dan penghasilan untuk membantu keluarganya.

Kisah Vio menunjukkan bahwa upaya memperluas inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk dan layanan. Kehadiran tenaga pemasar di lapangan juga menjadi bagian penting untuk menjangkau masyarakat sekaligus membangun kepercayaan hingga tingkat komunitas.

Kehadiran PNM di Banda Neira menjadi bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperluas jangkauan layanan keuangan ke berbagai wilayah Indonesia. Sejak dibentuk pada 2021, Holding UMi mengintegrasikan kekuatan BRI sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PNM untuk membangun ekosistem yang menghubungkan akses pembiayaan, simpanan, transaksi, hingga pemberdayaan dan pendampingan usaha.

Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kekuatan Holding UMi tidak hanya terletak pada besarnya ekosistem yang telah dibangun, tetapi juga pada kemampuan seluruh entitas di dalamnya untuk hadir semakin dekat dengan masyarakat.

“Di balik besarnya ekosistem Holding Ultra Mikro, terdapat 74 ribu tenaga pemasar yang setiap hari hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka menjadi jembatan yang menghubungkan layanan keuangan dengan pelaku usaha hingga ke tingkat komunitas untuk membangun kepercayaan, mendampingi, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh,” ujar Dhanny.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink