14 Tahun Mengabdi sebagai Mantri BRI, Dewi Bantu Warga Lampung Selatan Lepas dari Jerat Rentenir

M Firman Syah • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 11:20 WIB
Dewi sebagai Mantri BRI aktif membangun basis nasabah dengan mendatangi masyarakat secara langsung, termasuk dari pintu ke pintu.
Dewi sebagai Mantri BRI aktif membangun basis nasabah dengan mendatangi masyarakat secara langsung, termasuk dari pintu ke pintu.

Lampung Selatan – Di tengah tantangan ekonomi dan upaya memperluas inklusi keuangan di wilayah pedesaan, peran tenaga pemasar mikro atau Mantri BRI menjadi semakin penting. Mereka tidak hanya bertugas menyalurkan pembiayaan, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dan memberikan edukasi mengenai layanan keuangan formal.

Salah satu sosok yang konsisten menjalankan peran tersebut adalah Dewi Natalia, Insan BRILiaN yang telah mengabdi selama 15 tahun bersama BRI, termasuk sekitar 14 tahun sebagai Mantri. Saat ini, Dewi bertugas di BRI Unit Natar, Kantor Cabang Teluk Betung, Kantor Wilayah Bandar Lampung.

Dalam kesehariannya, Dewi mendampingi sekitar 380 debitur mikro aktif. Perjalanan pengabdiannya menjadi gambaran bagaimana peran Mantri BRI dapat memberikan dampak langsung terhadap perkembangan usaha masyarakat sekaligus memperluas akses pembiayaan formal di tingkat akar rumput.

Perjalanan Dewi bersama BRI dimulai pada Februari 2011 ketika ia pertama kali bergabung sebagai Customer Service (CS). Keinginan untuk memberikan kontribusi lebih besar kepada masyarakat serta kecintaannya terhadap BRI kemudian mendorong Dewi mengikuti seleksi Mantri pada 2012.

“Saya bisa bilang bahwa perjalanan yang saya tempuh tidak mudah ya, termasuk harus mengikuti seleksi ketat di Palembang hingga dua kali percobaan. Akan tetapi, akhirnya saya berhasil membuktikan komitmen saya,” kenang Dewi.

Tugas pertamanya sebagai Mantri dimulai di BRI Unit Sendang Agung, Lampung Tengah, yang kala itu masih merupakan kantor unit baru. Dewi harus aktif membangun basis nasabah dengan mendatangi masyarakat secara langsung, termasuk dari pintu ke pintu.

Dalam proses tersebut, ia menemukan banyak pedagang pasar tradisional yang belum familiar dengan layanan perbankan formal. Sebagian di antaranya bahkan masih bergantung pada rentenir dengan bunga tinggi untuk memenuhi kebutuhan modal usaha.

Kondisi tersebut mendorong Dewi untuk turun langsung memberikan edukasi keuangan kepada para pedagang. Secara perlahan, ia memperkenalkan berbagai solusi pembiayaan mikro BRI yang dapat menjadi alternatif pembiayaan yang lebih aman dan transparan.

"Saya masuk mengedukasi pedagang-pedagang pasar. Kita kasih pinjaman sehingga mereka terlepas dari rentenir itu. Bagi saya pribadi, ada rasa bangga yang luar biasa ketika melihat mereka yang awalnya kesulitan, kini bisa mandiri berkat akses perbankan yang layak,” sebutnya.

Upaya Dewi dalam mengalihkan pedagang dari rentenir ke layanan perbankan formal bukan tanpa tantangan. Langkah tersebut sempat memicu ketegangan dengan rentenir lokal yang merasa kehilangan nasabah. Situasi "perang dingin" bahkan sempat terjadi di area pasar.

Tidak hanya itu, salah seorang rentenir juga pernah membujuk Dewi untuk melakukan kerja sama tidak resmi. Namun, tawaran tersebut ditolak dengan tegas. Bagi Dewi, integritas dalam menjalankan tugas merupakan hal yang tidak dapat ditawar, terlebih ketika menyangkut kepentingan nasabah dan nama baik perusahaan.

“Bagi saya, bekerja sebagai Mantri BRI bukan sekadar profesi untuk mencari nafkah, melainkan sebuah panggilan jiwa yang telah menjadi bagian dari diri saya. BRI sudah menjadi darah daging bagi saya selama hampir 15 tahun ini," ujarnya.

Komitmen tersebut membuat Dewi tetap bertahan menghadapi berbagai dinamika pekerjaan di lapangan selama belasan tahun. Ia meyakini bahwa rasa syukur dan fokus untuk memberikan yang terbaik menjadi bagian penting dalam menjaga semangat pengabdian.

Bagi Dewi, pekerjaannya sebagai Mantri bukan hanya mengenai pencapaian bisnis, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran BRI dapat memberikan manfaat nyata bagi nasabah dan keluarganya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa penguatan peran Mantri menjadi salah satu bentuk konsistensi BRI dalam menjaga kedekatan dengan segmen mikro dan UMKM.

“Mantri menjadi salah satu ujung tombak BRI dalam menjangkau pelaku usaha secara langsung. Kehadiran mereka membantu BRI memahami kebutuhan nasabah dengan lebih dekat sekaligus memastikan akses pembiayaan dan layanan keuangan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan usaha masyarakat,” ujar Dhanny.

Kisah Dewi menjadi salah satu gambaran bagaimana peran Mantri BRI tidak berhenti pada aktivitas penyaluran pembiayaan. Di tengah masyarakat, mereka hadir sebagai mitra yang mendampingi pelaku usaha, memberikan edukasi keuangan, sekaligus membuka jalan bagi masyarakat untuk memperoleh akses layanan keuangan formal.

 

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink