Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas

M Firman Syah • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 09:38 WIB
Pembentukan Holding UMi lima tahun lalu berangkat dari tantangan untuk menjangkau pelaku usaha ultra mikro yang belum memperoleh layanan keuangan formal secara optimal.
Pembentukan Holding UMi lima tahun lalu berangkat dari tantangan untuk menjangkau pelaku usaha ultra mikro yang belum memperoleh layanan keuangan formal secara optimal.

JAKARTA – Lima tahun sejak dibentuk pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus berkembang menjadi salah satu ekosistem pemberdayaan ekonomi rakyat terbesar di Indonesia.

Integrasi tiga entitas tersebut tidak lagi sebatas memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat ultra mikro. Ekosistem Holding UMi kini mencakup pembiayaan, simpanan, transaksi, pemberdayaan dan pendampingan usaha, hingga pembentukan aset masyarakat melalui ekosistem emas.

Pembentukan Holding UMi lima tahun lalu berangkat dari tantangan untuk menjangkau pelaku usaha ultra mikro yang belum memperoleh layanan keuangan formal secara optimal. Melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM, jangkauan layanan terus diperluas sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga kesempatan meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi tersebut juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas, mencerminkan perjalanan nasabah dari segmen usaha yang lebih kecil menuju akses layanan dan pembiayaan yang semakin luas.

Group CEO BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa perjalanan lima tahun Holding UMi menunjukkan bagaimana integrasi tiga entitas dengan kekuatan berbeda mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas. BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro,” ujar Hery.

Integrasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh layanan sesuai kebutuhan dan tahapan perkembangan ekonominya. Pelaku usaha yang baru memulai dapat memperoleh pendampingan dan pembiayaan ultra mikro, kemudian bertumbuh dan mengakses pembiayaan dengan kapasitas lebih besar.

Pada saat yang sama, nasabah dapat memanfaatkan layanan transaksi, simpanan, investasi, hingga berbagai layanan keuangan lainnya dalam ekosistem yang semakin terintegrasi.

Salah satu infrastruktur penting yang menopang integrasi tersebut adalah jaringan layanan yang luas. Hingga triwulan II 2026, terdapat lebih dari 15.100 kantor BRI, Pegadaian, dan PNM yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan keuangan dalam satu ekosistem.

Holding UMi juga memiliki lebih dari 74 ribu tenaga pemasar yang menjadi ujung tombak dalam menjangkau sekaligus mendampingi masyarakat hingga tingkat komunitas.

Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan Account Officer (AO) PNM tidak hanya berperan memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan. Mereka juga menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan dan karakteristik usaha nasabah, memberikan edukasi keuangan, serta mendampingi pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Setelah lima tahun berjalan, ukuran keberhasilan Holding UMi pun tidak semata dilihat dari besarnya pembiayaan yang disalurkan. Lebih dari itu, keberhasilan ekosistem tersebut tercermin dari kemampuannya menciptakan mobilitas ekonomi bagi masyarakat.

Hingga akhir triwulan II 2026, sekitar 2,3 juta debitur telah naik kelas. Capaian tersebut menggambarkan bagaimana akses pembiayaan yang disertai pemberdayaan dan pendampingan dapat membuka jalan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala dan kapasitas bisnisnya.

Menurut Hery, keberhasilan Holding UMi pada akhirnya harus diukur dari perubahan kondisi ekonomi nasabah yang berada di dalam ekosistem tersebut.

“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong,” jelas Hery.

Memasuki tahun kelima, transformasi Holding UMi juga bergerak menuju tahap berikutnya dengan memperluas inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Perkembangan tersebut salah satunya terlihat dari penguatan ekosistem emas melalui Pegadaian. Hingga Agustus 2026, ekosistem emas dalam Holding Ultra Mikro telah mencapai sekitar 153 ton.

Dengan kapabilitas Pegadaian yang terus berkembang, ekosistem emas tersebut mencakup layanan gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas secara digital, hingga bullion services.

Integrasi ini memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen penyimpan nilai sekaligus sarana pembentukan aset jangka panjang.

Pengembangan ekosistem emas menjadi bagian dari evolusi Holding UMi. Masyarakat yang sebelumnya membutuhkan akses modal didorong secara bertahap untuk membangun kebiasaan menabung, memperkuat ketahanan keuangan, hingga memiliki aset.

Hery menegaskan, lima tahun pertama Holding Ultra Mikro menjadi fondasi untuk membangun fase pertumbuhan berikutnya. Dengan skala ekosistem yang telah terbentuk, fokus selanjutnya adalah memastikan semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih dalam dari integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM.

“Pada akhirnya, tujuan Holding Ultra Mikro bukan sekadar menjadi ekosistem keuangan dengan skala yang besar. Kami ingin menjadi ekosistem yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan. Inilah kontribusi BRI Group untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pertumbuhan yang semakin inklusif,” pungkas Hery.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink