Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Menjaga Akses Keuangan di Sumatera Selatan

M Firman Syah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:35 WIB
Alifia Naura Nazifah, Mantri BRI Unit Sumber Hidup, BRI Branch Office Kayu Agung melayani ratusan debitur yang tersebar di Desa Tanjung Makmur, Desa Kayu Labu dan Desa Sido Mulyo.
Alifia Naura Nazifah (kanan) Mantri BRI Unit Sumber Hidup, BRI Branch Office Kayu Agung melayani ratusan debitur yang tersebar di Desa Tanjung Makmur, Desa Kayu Labu dan Desa Sido Mulyo.

Kayuagung – Bentang wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, lekat dengan perkebunan dan kawasan perdesaan. Di sejumlah wilayah, akses menuju permukiman dan lahan usaha tidak selalu mudah. Saat hujan turun, jalan tanah dapat berubah licin dan berlumpur, menjadi tantangan tersendiri bagi aktivitas masyarakat maupun mobilitas para petugas yang melayani mereka.

Kondisi medan tersebut menjadi bagian dari keseharian Alifia Naura Nazifah, Mantri BRI Unit Sumber Hidup, BRI Branch Office Kayu Agung. Ia melayani ratusan debitur yang tersebar di Desa Tanjung Makmur, Desa Kayu Labu, dan Desa Sido Mulyo.

Sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan mata pencaharian dari perkebunan kelapa sawit dan karet. Sementara itu, sebagian lainnya menjalankan usaha seperti toko sembako dan usaha manisan.

“Keputusan saya bergabung dengan BRI sebagai Mantri didasari oleh keinginan kuat untuk berkontribusi secara nyata pada pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. BRI memiliki jangkauan yang sangat luas hingga ke pelosok, sehingga profesi Mantri memberikan saya ruang untuk menjadi jembatan akses keuangan bagi masyarakat yang membutuhkan permodalan,” ujar Alifia.

Dengan mengendarai sepeda motor, Alifia menyusuri jalan antardesa untuk menemui para debitur, baik di rumah maupun di lokasi usaha dan perkebunan. Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari aktivitas pelayanan perbankan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbincang mengenai perkembangan usaha, mendengarkan berbagai kendala, serta melihat secara langsung aktivitas ekonomi masyarakat.

“ Membangun kepercayaan masyarakat desa memerlukan pendekatan humanis yang berlandaskan kearifan lokal. Saya selalu berusaha untuk bersikap terbuka, ramah, dan hadir bukan sekadar sebagai pihak perbankan, melainkan sebagai kawan diskusi yang memahami tantangan keseharian mereka,” ungkap Alifia.

Kedekatan dengan masyarakat membantu Alifia memahami kebutuhan debitur secara lebih utuh. Dari hasil interaksi dan pemantauan langsung tersebut, ia dapat memberikan solusi pembiayaan yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan usaha, khususnya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.

Pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari modal kerja dan investasi hingga mendukung peremajaan lahan perkebunan.

Dalam menjalankan tugas di wilayah dengan medan yang menantang, Alifia juga menerapkan pendekatan yang adaptif. Ketika akses menuju lokasi sulit dilalui, ia terlebih dahulu berkoordinasi dengan tokoh masyarakat atau ketua kelompok tani setempat untuk memastikan keberadaan debitur sebelum melakukan kunjungan lapangan.

Bagi Alifia, pengalaman tersebut bukan hanya tentang menjalankan tugas sebagai Mantri, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang membentuk cara pandangnya terhadap masyarakat dan pekerjaannya.

Berbagai pertemuan dengan masyarakat, cerita tentang perjuangan mengembangkan usaha, hingga tantangan yang ditemui selama perjalanan membuatnya semakin memahami bahwa layanan perbankan di tingkat akar rumput memiliki dimensi yang lebih luas.

“Pelajaran hidup terbesar yang saya peroleh adalah pentingnya empati, ketekunan, dan rasa syukur. Berinteraksi langsung dengan ratusan debitur mengajari saya bahwa di balik setiap berkas kredit yang disetujui, ada harapan sebuah keluarga untuk kehidupan yang lebih sejahtera, dan menjadi bagian dari perjuangan mereka adalah sebuah kebanggaan yang tak ternilai,” ujar Alifia.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kisah Alifia menunjukkan peran Mantri BRI yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat di wilayah perdesaan.

“Peran seperti Alifia menunjukkan bahwa Mantri BRI memiliki posisi penting dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat sekaligus memahami perkembangan usaha mereka secara langsung. Kedekatan tersebut menjadi kekuatan BRI untuk memperluas inklusi keuangan melalui layanan dan pembiayaan yang relevan, sekaligus memastikan kehadiran BRI dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah,” pungkas Dhanny.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink