BRI Perkuat Sustainable Finance, Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Tembus Rp842,1 Triliun

M Firman Syah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:58 WIB
Berdasarkan Impact Report Social Bond BRI 2025, pemanfaatan dana dari penerbitan tersebut berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 59.000 lapangan kerja UMKM serta mendukung sekitar 23.000 peningkatan aset usaha nasabah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.
Berdasarkan Impact Report Social Bond BRI 2025, pemanfaatan dana dari penerbitan tersebut berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 59.000 lapangan kerja UMKM serta mendukung sekitar 23.000 peningkatan aset usaha nasabah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.

JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat penerapan sustainable finance dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam aktivitas bisnis, mulai dari pembiayaan, pendanaan hingga investasi.

Hingga akhir triwulan II 2026, portofolio pembiayaan BRI yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 58% dari total portofolio kredit perseroan.

Capaian tersebut meningkat dibandingkan posisi semester I 2025 yang tercatat sebesar Rp802,4 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya porsi pembiayaan berbasis aspek keberlanjutan dalam strategi bisnis BRI.

Dari total portofolio tersebut, pembiayaan yang terkait aspek sosial masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp739,9 triliun.

Pembiayaan sosial BRI terutama berasal dari sektor mikro dengan porsi 60,4%, disusul kredit usaha kecil dan menengah (UKM) sebesar 37,1%, serta pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar 2,5%.

Besarnya porsi pembiayaan mikro dan UKM membuat BRI memiliki ruang besar untuk mendorong keberlangsungan aktivitas usaha masyarakat. Sementara itu, pembiayaan perumahan bersubsidi diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan hunian.

Di sisi lain, portofolio pembiayaan yang berkaitan dengan aspek lingkungan mencapai Rp102,2 triliun atau sekitar 7,1% dari total portofolio kredit BRI.

Pembiayaan tersebut diarahkan ke berbagai kegiatan yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan serta mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Porsi terbesar pembiayaan lingkungan BRI berasal dari sustainable land management sebesar 69,2%. Selanjutnya, pembiayaan green transportation mencapai 3,1%, energi baru terbarukan 6,5%, produk ramah lingkungan 4,5%, dan efisiensi energi 2,6%, sementara sisanya berasal dari aktivitas lingkungan lainnya.

Penguatan pembiayaan berbasis sosial dan lingkungan tersebut juga berjalan beriringan dengan pengembangan sustainable wholesale funding BRI.

Hingga semester I 2026, sustainable wholesale funding BRI tercatat mencapai Rp37,6 triliun, meningkat dari Rp34,8 triliun pada 2025 dan Rp27 triliun pada 2024.

Instrumen pendanaan tersebut mencakup green bond, social bond, sustainability-linked loan, social loan, serta instrumen lainnya.

Dari total tersebut, porsi terbesar berasal dari social loan sebesar 38%, diikuti social bond 26,6%, sustainability-linked loan 23,8%, green bond 3,7%, dan instrumen lainnya 7,9%.

Melalui skema tersebut, BRI membangun keterkaitan antara sumber pendanaan dengan penyaluran pembiayaan. Dana yang dihimpun melalui instrumen seperti green bond dan social bond digunakan untuk mendukung pembiayaan yang memenuhi kriteria sosial maupun lingkungan.

Artinya, dana yang dihimpun dari investor tidak hanya menjadi sumber likuiditas, tetapi juga diarahkan untuk membiayai aktivitas yang memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungan.

Penggunaan dana tersebut kemudian diperkuat dengan pengukuran dan pelaporan dampak melalui impact report. Dengan mekanisme ini, investor dapat memperoleh gambaran mengenai penggunaan dana sekaligus manfaat yang dihasilkan dari pembiayaan yang didukung instrumen tersebut.

Dari sisi sosial, komitmen BRI salah satunya diwujudkan melalui penerbitan Social Bond BRI. Berdasarkan Impact Report Social Bond BRI 2025, pemanfaatan dana dari penerbitan tersebut berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 59.000 lapangan kerja UMKM serta mendukung sekitar 23.000 peningkatan aset usaha nasabah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.

Sementara dari sisi lingkungan, pembiayaan yang didukung green bond BRI turut berkontribusi terhadap pengurangan emisi dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Berdasarkan impact report, penyaluran proceeds atas penerbitan green bond BRI berkontribusi terhadap penghindaran emisi sebesar 2.711 kTCO₂e per tahun. Pembiayaan tersebut juga mendukung praktik sustainable land management melalui pembiayaan kepada pelaku usaha yang telah memiliki sertifikasi ISPO/RSPO.

Pengukuran dampak menjadi salah satu bagian penting dalam implementasi sustainable finance BRI. Pendekatan tersebut memungkinkan perseroan menghubungkan sumber pendanaan, penyaluran pembiayaan hingga dampak yang dihasilkan secara lebih terukur.

Dengan model tersebut, BRI terus membangun ekosistem keuangan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga mendorong manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang lebih luas.

Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf menegaskan bahwa perseroan akan terus mendorong pertumbuhan bisnis yang memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.

“Ke depan, BRI akan terus mengembangkan sustainable finance sebagai bagian dari strategi pertumbuhan Perseroan. Langkah ini dijalankan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek risiko, sekaligus memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai turut menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan,” pungkas Mahdi.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink