Karhutla Tekan Penjualan hingga 50 Persen, Moorlife Tetap Optimistis

Moh. Afik • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 06:26 WIB
Jaga Kinerja : Laila Hidayaty (kiri) bersama dr Galuh Yudhityas menunjukan produk tumbler Moorlife terbaru yang membidik segmen gen-Z disela acara donor darah Moorlife yang digelar di Ciputra World Surabaya. Meskipun terdampak bencana Karhutla, namun Moorlife optimis tahun ini bisa menjaga kinerja minimal sama dengan tahun lalu. (M. Afiq Firdaus/Radar Surabaya)
Jaga Kinerja : Laila Hidayaty (kiri) bersama dr Galuh Yudhityas menunjukan produk tumbler Moorlife terbaru yang membidik segmen gen-Z disela acara donor darah Moorlife yang digelar di Ciputra World Surabaya. Meskipun terdampak bencana Karhutla, namun Moorlife optimis tahun ini bisa menjaga kinerja minimal sama dengan tahun lalu. (M. Afiq Firdaus/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan ikut menekan penjualan Moorlife.

Penurunan penjualan di dua wilayah tersebut bahkan mencapai sekitar 50 persen karena aktivitas masyarakat terganggu.

Direktur Marketing Moorlife Nurlaila Hidayaty mengatakan, Sumatra dan Kalimantan merupakan wilayah penting bagi pasar perusahaan. Kedua kawasan tersebut mencakup sekitar 50 persen pasar Moorlife.

Dampak karhutla semakin terasa karena Moorlife mengandalkan strategi direct selling atau penjualan secara langsung, bukan marketplace.

“Wilayah Sumatra dan Kalimantan itu meng-cover sekitar 50 persen market Moorlife. Memang terdampak, tetapi tidak mati total.

Penjualan kami tidak melalui marketplace, tetapi direct selling, jadi dampaknya terasa,” ujar Nurlaila saat kegiatan donor darah Moorlife, Kamis (10/9).

Meski penjualan di dua wilayah tersebut mengalami tekanan, kondisi bisnis Moorlife tidak sepenuhnya melemah.

Sejumlah wilayah lain masih menunjukkan kinerja relatif aman dan stabil.

Baca Juga: Comeback Jadi Starter, Musiala Cetak Gol usai Alami Kejang di Lapangan

Salah satunya Sulawesi. Moorlife memiliki sejumlah kantor di kawasan tersebut, termasuk dua kantor di Makassar dan satu kantor di Kendari.

Penjualan April Jadi Penopang Kinerja Moorlife

Nurlaila mengatakan, kinerja penjualan Moorlife sepanjang 2026 masih terbantu capaian pada April.

Pada bulan tersebut, perusahaan mencatat penjualan tertinggi sepanjang tahun ini.

Bahkan, penjualan April 2026 menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Nilainya mencapai dua kali lipat dibandingkan rata-rata penjualan pada periode Januari hingga Maret.

Capaian tersebut menjadi penopang ketika penjualan mengalami pelemahan pada periode berikutnya.

Secara year to date (YTD), kinerja Moorlife masih berada di jalur target perusahaan.

“Karena itu, tahun ini kami masih optimistis penjualan minimal bisa sama dengan pencapaian tahun lalu.

Hal ini terbantu saat bulan April mencatat sales tertinggi di tahun ini. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, itu yang paling tinggi,” katanya.

Pada 2025, Moorlife mencatat pertumbuhan penjualan hampir 50 persen dibandingkan 2024.

Tahun ini, perusahaan berharap dapat mempertahankan pencapaian tersebut meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak karhutla.

Moorlife Bidik Konsumen Milenial dan Gen Z

Untuk menjaga pertumbuhan penjualan, Moorlife tidak hanya melakukan penyesuaian strategi pemasaran, tetapi juga memperluas target konsumennya.

Perusahaan meluncurkan sejumlah produk melalui strategi NextG yang menyasar generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z.

Strategi tersebut dilakukan untuk mengubah persepsi Moorlife yang selama ini lebih dikenal sebagai merek produk rumah tangga bagi perempuan dan ibu rumah tangga.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah tumbler berbahan stainless steel. Produk tersebut diklaim mampu mempertahankan suhu panas hingga 12 jam dan suhu dingin hingga 24 jam.

Baca Juga: Como Hancurkan RB Leipzig 4-1, Debut Impian Cesc Fabregas di Liga Champions

Selain tumbler, Moorlife meluncurkan produk baru seperti Moira, Srafia, dan Yuma.

Produk tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas konsumen muda, termasuk membawa makanan dan minuman ketika beraktivitas di luar rumah.

“Harapannya, produk-produk ini, brand Moorlife, tidak hanya dikenal sama emak-emak. Kami juga ingin generasi muda merasa bahwa ini produknya mereka,” ujar Nurlaila.

Strategi NextG mulai memberikan kontribusi terhadap penjualan. Sebelumnya, produk yang menyasar segmen muda hanya menyumbang sekitar 1–2 persen penjualan Moorlife.

Kini, kontribusinya meningkat hingga mendekati 10 persen setiap bulan.

Sementara itu, kontribusi konsumen Gen Z terhadap Moorlife saat ini masih sekitar 5 persen. Perusahaan melihat peluang pertumbuhan dari sisi keanggotaan.

Rata-rata usia anggota Moorlife yang sebelumnya berada di sekitar 35 tahun kini mulai bergeser. Banyak anggota baru yang berusia sekitar 26 tahun.

“Harapannya bisa kembali normal, supaya akhir tahun ini kita bisa mencapai target,” katanya.

Moorlife Gelar Donor Darah di 30 Lokasi

Selain fokus menjaga kinerja bisnis, Moorlife kembali menggelar kegiatan sosial berupa donor darah secara serentak di 30 lokasi di Indonesia.

Kegiatan tersebut digelar di sejumlah kota, antara lain Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Aceh, Medan, Jambi, Gowa, Makassar, dan Balikpapan.

Mengusung tema “Moorlife Berbagi Kasih, Satu Tetes Sejuta Harapan”, kegiatan tersebut ditargetkan menghasilkan sekitar 5.000 kantong darah.

Baca Juga: APBD Perubahan Surabaya 2026 Disahkan, Anggaran Naik Rp100 Miliar

Khusus di Surabaya, kegiatan donor darah Moorlife berhasil mengumpulkan sekitar 250 kantong darah.

“Kami sampaikan terima kasih atas semua dukungannya sehingga kegiatan mulia ini bisa terlaksana dengan baik.

Setetes darah yang kita kumpulkan akan membantu orang lain. Masyarakat Surabaya sangat antusias menyambut kegiatan donor darah Moorlife. Terima kasih,” ujar Nurlaila.

Kepala Bagian Pelayanan dan Humas PMI Surabaya dr. Galuh Yudhityas mengapresiasi konsistensi Moorlife dalam menggelar kegiatan donor darah.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Surabaya, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah lain.

“Kegiatan donor darah ini tidak hanya membantu masyarakat di Surabaya, tetapi juga di luar kota.

 Harapan kami, kerja sama ini bisa terus dilanjutkan dan dikembangkan dalam bentuk kerja sama lainnya,” papar dr. Galuh.(fix) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Penjualan Moorlife 2026 Direct selling Moorlife Moorlife karhutla