Bank Jatim Cetak Laba Rp1,2 Triliun, Tumbuh 53,4 Persen

Mus Purmadani • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:57 WIB
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo. (APF)
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo. (APF)

RADAR SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim membukukan kinerja positif hingga triwulan II 2026.

Laba bersih konsolidasi perseroan mencapai sekitar Rp1,2 triliun atau tumbuh 53,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi hasil dari implementasi berbagai aksi korporasi serta penguatan sinergi bersama anggota Kelompok Usaha Bank (KUB).

“Kami senantiasa terus beradaptasi terhadap perkembangan bisnis dan kebutuhan masyarakat,” kata Winardi di Surabaya, Kamis (10/9).

Perkuat Sinergi melalui KUB

Bank Jatim terus mengembangkan sinergi dengan anggota KUB melalui sejumlah inisiatif bisnis dan layanan.

Di antaranya peningkatan transaksi internasional melalui bisnis remitansi dan Trading Processing Agent.

Sinergi juga mencakup peningkatan layanan safekeeping custodian untuk transaksi surat berharga, penyediaan bank notes, serta layanan bersama (joint services) untuk kanal elektronik (e-channel) dan sistem pembayaran.

Baca Juga: Bukan Sekadar Juara, Ini Misi Aji Santoso Bersama de Red FC

Selain itu, Bank Jatim mengembangkan layanan perbankan bagi nasabah dengan profil khusus serta pembiayaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Winardi mengatakan sinergi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem bisnis yang saling melengkapi.

Dengan demikian, kerja sama di dalam KUB diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

Aset Bank Jatim Tembus Rp162 Triliun

Dari sisi neraca, total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp162 triliun atau meningkat 37,16 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan aset produktif, terutama melalui penyaluran kredit.

Penyaluran kredit konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp111 triliun atau tumbuh 41,68 persen secara tahunan.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp120 triliun atau meningkat 31,47 persen.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong pendapatan bunga bersih menjadi sekitar Rp4,6 triliun, naik 39,5 persen secara tahunan.

Secara bank only, hingga Juli 2026 Bank Jatim mencatat total aset Rp98 triliun. Penyaluran kredit mencapai Rp66,4 triliun, sedangkan DPK tercatat Rp72,9 triliun.

Baca Juga: Untag Surabaya Gandeng KONI Jatim, Buka Beasiswa, Studi Lanjut, dan Kewirausahaan Atlet

Di tengah strategi penyeimbangan kembali bisnis (rebalancing) dan kondisi perekonomian yang masih menantang, Bank Jatim secara bank only mencatat laba bersih Rp802 miliar hingga Juli 2026.

Angka tersebut tumbuh 1,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Winardi menegaskan transformasi Bank Jatim akan terus diarahkan untuk memperkuat organisasi agar semakin adaptif, sehat, dan mampu menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.

“Transformasi Bank Jatim memang terus diarahkan untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, sehat, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.(mus) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
laba Bank Jatim kredit Bank Jatim Winardi Legowo bank jatim