RADAR SURABAYA – Sejumlah negara Eropa mulai memindahkan cadangan emas yang tersimpan di Amerika Serikat (AS) dan Amerika Utara.
Belanda menjadi salah satu negara yang mengambil langkah tersebut dengan memindahkan 86 ton emas ke London.
Pemindahan cadangan emas itu dilakukan di tengah meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari risiko geopolitik hingga perubahan kondisi ekonomi dan pasar keuangan.
Belanda Pindahkan 86 Ton Emas ke London
Bank sentral Belanda memindahkan 86 ton emas dari total 313 ton cadangan yang sebelumnya tersimpan di AS dan Kanada ke London.
Gubernur Bank Sentral Belanda, Olaf Sleijpen, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kesiapan bank sentral dalam menghadapi kemungkinan krisis.
Baca Juga: Inter Milan Comeback Dramatis, Lautaro Martinez Bawa Nerazzurri Tundukkan Napoli 3-2
"Kami memperkirakan tidak akan pernah perlu menggunakannya, tetapi kami perlu memperkuat ketahanan dan kesiapan kami," kata Sleijpen.
Pemindahan tersebut menunjukkan bahwa lokasi penyimpanan cadangan emas menjadi salah satu pertimbangan penting bagi bank sentral dalam menghadapi ketidakpastian global.
Prancis dan Jerman Juga Pernah Pindahkan Emas
Belanda bukan satu-satunya negara Eropa yang memindahkan cadangan emasnya.
Awal tahun ini, Prancis juga melakukan langkah serupa dengan memindahkan sebagian cadangan emas dari AS ke dalam negeri.
Jerman sebelumnya telah melakukan pemindahan cadangan emas dalam jumlah besar.
Selama beberapa tahun hingga 2016, Jerman memindahkan lebih dari 216 ton emas, termasuk 111 ton dari New York dan 105 ton dari Paris.
Fenomena pemindahan cadangan emas oleh bank sentral Eropa sebenarnya bukan hal baru. Strategi tersebut pernah dilakukan pada masa Perang Dingin.
Analis riset Goldman Sachs, Lina Thomas dan Daan Struyven, mengatakan sejumlah bank sentral Eropa pernah memindahkan sebagian cadangan emas mereka ke New York pada periode tersebut.
Bukan Hanya karena Risiko Geopolitik
Meski ketegangan geopolitik menjadi salah satu latar belakang meningkatnya perhatian terhadap lokasi penyimpanan emas, faktor tersebut bukan satu-satunya alasan.
Baca Juga: Tottenham Masih Tanpa Kemenangan, Ditahan Nottingham Forest 0-0
Ahli Strategi Pasar Senior World Gold Council, Joseph Cavatoni, menilai keputusan bank sentral juga berkaitan dengan kondisi ekonomi dan pasar keuangan.
Faktor seperti inflasi, suku bunga, serta ketersediaan emas di lokasi penyimpanan dapat memengaruhi keputusan tersebut.
Kemudahan untuk mengakses dan memperdagangkan emas juga menjadi pertimbangan.
Dalam situasi krisis, bank sentral membutuhkan cadangan aset yang dapat digunakan secara cepat apabila diperlukan.
Mengapa London Jadi Pilihan?
London menjadi salah satu tujuan utama penyimpanan emas karena kota tersebut merupakan pusat perdagangan emas dunia.
Dengan ekosistem perdagangan emas yang telah berkembang, London menawarkan akses terhadap pasar yang memungkinkan transaksi jual beli emas dilakukan dengan relatif cepat.
Bagi bank sentral, keberadaan cadangan emas di lokasi yang memiliki pasar aktif dapat memberikan fleksibilitas lebih besar ketika menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu.
Langkah Belanda memindahkan 86 ton emas ke London pun dapat dilihat dalam konteks strategi pengelolaan cadangan aset.
Bukan hanya untuk mengantisipasi risiko geopolitik, tetapi juga memastikan cadangan emas tetap mudah diakses ketika dibutuhkan.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : CNBC