Proyeksi SpaceX Elon Musk dan Morgan Stanley Berbeda 7 Tahun

Lainin Nadziroh • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 18:43 WIB
INVESTASI: SpaceX tumbuh lebih cepat dari proyeksi Elon Musk dan Morgan Stanley. (ILUSTRASI/AI/RADAR SURABAYA)
INVESTASI: SpaceX tumbuh lebih cepat dari proyeksi Elon Musk dan Morgan Stanley. (ILUSTRASI/AI/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Proyeksi pendapatan SpaceX kembali menarik perhatian setelah Elon Musk menyebut perusahaan antariksa tersebut berpotensi meraih sekitar US$3,5 triliun pendapatan tahunan pada 2033. Angka tersebut bahkan lebih tinggi sekaligus lebih cepat dibandingkan proyeksi Morgan Stanley. 

Bagi investor Indonesia, perkembangan SpaceX juga menambah pilihan untuk mengamati aset berbasis perusahaan Amerika Serikat. Selain saham teknologi seperti Nvidia, Apple, Amazon, dan Tesla, Pintu menghadirkan fitur tokenisasi saham yang memungkinkan pengguna mendapatkan eksposur terhadap berbagai saham AS melalui tokenized stocks.

Sementara itu, perkembangan bisnis kecerdasan buatan atau AI menjadi salah satu alasan investor terus memperhatikan harga saham Nvidia. Perusahaan semikonduktor tersebut memasok chip yang menjadi komponen penting dalam pengembangan pusat data dan komputasi AI. 

Sementara itu, investor yang ingin beli saham Amerika memiliki semakin banyak pilihan karena perkembangan teknologi finansial membuat akses terhadap aset global menjadi lebih mudah. Melalui tokenisasi saham di Pintu, investor dapat menemukan sejumlah aset yang mengikuti saham perusahaan AS, seperti Nvidia, Apple, Amazon, Tesla, Meta, Alphabet, Coinbase, serta SpaceX. 

Proyeksi Elon Musk Lebih Cepat dari Morgan Stanley

Perbedaan prediksi antara Elon Musk dan Morgan Stanley mencapai tujuh tahun. Musk memperkirakan SpaceX dapat menghasilkan sekitar US$3,5 triliun pendapatan tahunan pada 2033. Sebaliknya, Morgan Stanley memperkirakan perusahaan membutuhkan waktu hingga 2040 untuk mencapai angka sekitar US$3,4 triliun.

Musk menyampaikan perkiraan tersebut sebagai pandangan pribadinya. Karena itu, investor perlu membedakan angka tersebut dari proyeksi resmi perusahaan. SpaceX sendiri tidak memberikan panduan pendapatan jangka panjang dalam dokumen publiknya.

Morgan Stanley sebelumnya memperkirakan SpaceX dapat menghasilkan sekitar US$330 miliar pendapatan pada 2030. Kemudian, pendapatan tersebut berpotensi meningkat hingga sekitar US$3,4 triliun pada 2040. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa Morgan Stanley melihat potensi SpaceX jauh melampaui bisnis peluncuran roket.

Sebaliknya, Musk memasang target yang jauh lebih agresif. Jika SpaceX benar-benar mencapai US$3,5 triliun pada 2033, perusahaan harus meningkatkan pendapatan dengan kecepatan yang sangat tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

AI Menjadi Sumber Pertumbuhan Utama

Starlink saat ini menjadi salah satu mesin pendapatan utama SpaceX. Layanan internet berbasis satelit tersebut terus memperluas jumlah pelanggan, sehingga bisnis konektivitas memberikan fondasi yang penting bagi perusahaan.

Namun, SpaceX juga mulai mengembangkan bisnis AI. Perusahaan melihat peluang untuk menempatkan kemampuan komputasi di orbit sehingga satelit dapat memproses data menggunakan energi surya. Jika teknologi tersebut berhasil, SpaceX tidak hanya akan menjadi perusahaan peluncuran dan penyedia internet, tetapi juga dapat menjadi pemain dalam industri infrastruktur AI.

Rencana tersebut sekaligus menjelaskan mengapa SpaceX menjalin kerja sama dengan Nvidia. Chip AI Nvidia dapat menjadi salah satu komponen penting untuk menjalankan sistem komputasi di luar angkasa. Dengan demikian, pertumbuhan SpaceX dan perkembangan industri chip AI dapat saling berkaitan.

SpaceX juga menghadapi tantangan besar dalam menjalankan ambisi tersebut. Perusahaan harus menekan biaya peluncuran, meningkatkan kapasitas satelit, mengatasi persoalan pendinginan chip, dan memastikan perangkat dapat bertahan dalam lingkungan luar angkasa.

Selain itu, SpaceX perlu membuktikan bahwa pusat data orbital dapat memberikan keuntungan ekonomi dibandingkan pusat data yang beroperasi di Bumi. Jika biaya operasional terlalu tinggi, proyek tersebut dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan keuntungan.

Starlink Tetap Menjadi Fondasi

Meskipun AI mendapatkan perhatian besar, Starlink masih memainkan peran penting dalam strategi SpaceX. Jaringan satelit tersebut memungkinkan perusahaan menghasilkan pendapatan berulang dari pelanggan internet

Pertumbuhan Starlink juga memberikan SpaceX sumber dana untuk mengembangkan proyek baru. Namun, perusahaan tetap harus meningkatkan efisiensi karena ekspansi jaringan membutuhkan investasi besar.

Di sisi lain, bisnis peluncuran roket memberikan kemampuan strategis yang berbeda. SpaceX dapat menggunakan roketnya untuk meluncurkan satelit Starlink dan sekaligus mendukung proyek komputasi orbital.

Jika SpaceX berhasil meningkatkan frekuensi peluncuran, perusahaan dapat menekan biaya sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, keberhasilan Starship juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan target pertumbuhan jangka panjang.

Valuasi SpaceX Sudah Mencerminkan Ekspektasi Tinggi

Pasar juga memberikan perhatian besar terhadap saham SpaceX setelah perusahaan memasuki bursa. Harga IPO SpaceX ditetapkan sebesar US$135 per saham, sehingga valuasinya langsung mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang tinggi.

Namun, valuasi tersebut tidak berarti SpaceX pasti mencapai target pendapatan Musk. Investor tetap perlu membandingkan valuasi dengan pertumbuhan pendapatan, arus kas, belanja modal, serta perkembangan bisnis perusahaan.

Target harga analis juga dapat memberikan gambaran berbeda. Sebagian analis memang optimistis terhadap SpaceX, tetapi proyeksi mereka belum tentu mencerminkan skenario tercepat yang disampaikan Musk.

Karena itu, investor sebaiknya tidak menjadikan target US$3,5 triliun sebagai kepastian. Sebaliknya, angka tersebut dapat menjadi salah satu skenario yang perlu diuji melalui kinerja operasional perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Apa yang Harus Diperhatikan Investor?

Investor dapat memantau beberapa indikator untuk melihat apakah SpaceX bergerak menuju target tersebut. Pertama, pertumbuhan pelanggan dan pendapatan Starlink akan menunjukkan kekuatan bisnis konektivitas.

Kemudian perkembangan proyek AI orbital akan menjadi indikator penting karena bisnis tersebut menjadi salah satu alasan utama dibalik proyeksi pendapatan yang sangat besar. Jika SpaceX berhasil mengoperasikan satelit AI secara komersial, peluang pertumbuhan perusahaan dapat meningkat.

Selanjutnya investor perlu memperhatikan perkembangan Starship. Roket tersebut berperan penting dalam meningkatkan kapasitas peluncuran karena SpaceX membutuhkan kemampuan mengirim satelit dalam jumlah besar ke orbit.

Selain itu, investor perlu melihat kondisi keuangan perusahaan. Pertumbuhan pendapatan yang tinggi memang menarik, tetapi SpaceX juga harus mengendalikan biaya agar ekspansi tidak terus membebani arus kas.

Target 2033 Masih Menjadi Tantangan

Prediksi Elon Musk mengenai pendapatan US$3,5 triliun pada 2033 menunjukkan betapa besarnya ambisi SpaceX. Sementara itu, proyeksi Morgan Stanley sebesar US$3,4 triliun pada 2040 memberikan pandangan yang lebih panjang mengenai potensi perusahaan.

Perbedaan tujuh tahun tersebut pada akhirnya akan bergantung pada kemampuan SpaceX mengembangkan beberapa bisnis secara bersamaan. Starlink harus terus bertumbuh, sementara Starship perlu meningkatkan kapasitas peluncuran. Pada saat yang sama, proyek AI orbital harus membuktikan kelayakan teknis dan ekonominya.

Jika seluruh strategi tersebut berjalan sesuai rencana, SpaceX dapat berkembang jauh melampaui perusahaan antariksa konvensional. Namun, jika biaya dan tantangan teknologi lebih besar dari perkiraan, target Musk dapat membutuhkan waktu lebih panjang.

Karena itu, investor sebaiknya melihat proyeksi tersebut sebagai skenario optimistis, bukan sebagai jaminan. Perkembangan pendapatan, Starlink, AI orbital, dan Starship akan menjadi indikator utama untuk menilai apakah visi Musk dapat terwujud pada 2033 atau justru lebih dekat dengan perkiraan Morgan Stanley pada 2040.(*)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
nvidia Saham aplikasi pintu spacex