BRI Salurkan Kredit Rp1.646 Triliun, Tumbuh 16,2 Persen pada Triwulan II 2026

M Firman Syah • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 08:15 WIB

 

Direktur Utama BRI Hery Gunardi.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan pertumbuhan kredit yang kuat hingga akhir Triwulan II 2026. Penyaluran kredit perseroan mencapai Rp1.646 triliun atau tumbuh 16,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp1.417 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut melampaui laju pertumbuhan kredit perbankan nasional yang tercatat sebesar 12,7% secara tahunan. Capaian ini sekaligus mencerminkan peran intermediasi BRI yang terus menguat dalam mendukung pergerakan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kinerja tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8). Turut hadir Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K., Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, serta Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Hery Gunardi mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut menjadi bukti bahwa intermediasi BRI tetap solid. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa agenda transformasi yang dijalankan secara konsisten telah mulai memberikan dampak nyata terhadap penguatan kinerja perseroan.

“Berbagai agenda transformasi BRI bukan hanya rencana strategis ke depan, melainkan juga sudah kami eksekusi dan menunjukkan hasil yang positif terhadap kinerja BRI. Bisnis tumbuh semakin kuat, intermediasi meningkat, rasio kredit bermasalah menurun dan pada saat yang sama pertumbuhan tersebut mampu kami konversikan menjadi peningkatan profitabilitas,” ujar Hery.

Pertumbuhan penyaluran kredit turut mendorong peningkatan aset BRI yang mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% secara tahunan. Kemampuan BRI dalam memperluas penyaluran kredit juga ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.581 triliun.

Jumlah tersebut meningkat 6,7% dibandingkan posisi Rp1.482 triliun pada akhir Triwulan II 2025. Seiring pertumbuhan DPK, struktur pendanaan BRI juga terus membaik. Hal itu tercermin dari peningkatan rasio dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) dari 65,5% menjadi 67,6% pada periode yang sama.

Di tengah ekspansi kredit yang terus berlanjut, BRI tetap menjaga kualitas pertumbuhan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat membaik dari 3,0% pada Triwulan I 2026 menjadi 2,9% pada Triwulan II 2026.

Perbaikan kualitas aset tersebut juga diikuti penurunan Cost of Credit dari 3,4% menjadi 3,1%, atau membaik sekitar 30 basis poin. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit yang dicatatkan BRI berjalan seiring dengan penguatan manajemen risiko dan kualitas aset.

Hery menegaskan bahwa BRI tidak semata-mata mengejar pertumbuhan kredit. Perseroan juga memastikan setiap ekspansi mampu menghasilkan pertumbuhan yang sehat, berkualitas, serta memberikan dampak terhadap peningkatan profitabilitas secara berkelanjutan.

Growth is back, strong. Kualitas pertumbuhan dari sisi risiko tetap kami jaga dan kami optimistis ke depan,” ujar Hery.

Dengan fundamental yang kuat serta arah transformasi yang semakin jelas, BRI optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan positif pada periode mendatang. Perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik, sekaligus menjaga keseimbangan antara growth, profitability, dan sustainability.

Melalui strategi tersebut, BRI terus memperkuat posisinya sebagai institusi keuangan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILink BRI Peduli