Transformasi Mulai Berbuah, BRI Catat Kinerja Solid pada Triwulan II 2026

M Firman Syah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 08:00 WIB
Melalui agenda transformasi BRIVolution Reignite, BRI menjalankan dua agenda besar secara simultan.
Melalui agenda transformasi BRIVolution Reignite, BRI menjalankan dua agenda besar secara simultan.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus melanjutkan agenda transformasi sebagai fondasi untuk membangun pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Transformasi yang dijalankan secara konsisten tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Hingga Triwulan II 2026, BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara year-on-year (YoY).

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penguatan fundamental BRI di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8).

Turut hadir Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K., Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, serta Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Hery mengatakan, di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global yang masih tinggi, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan yang sehat, memperbaiki kualitas aset, serta memperkuat profitabilitas.

“Transformasi yang kami jalankan secara konsisten sejak manajemen baru hadir di BRI mulai menunjukkan hasil yang positif. Kami melakukan penguatan dari sisi bisnis, budaya dan efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko yang tetap kuat. Transformasi ini membuat BRI semakin produktif dan mampu menjaga pertumbuhan secara sehat,” ujarnya.

Menurut Hery, pertumbuhan berkelanjutan tidak semata-mata diukur dari besarnya laba yang dihasilkan. Lebih penting dari itu adalah kualitas pertumbuhan yang dibangun Perseroan.

“Karena itu, Perseroan terus mendorong ekspansi bisnis secara selektif dan prudent, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di seluruh lini bisnis,” imbuhnya.

Melalui agenda transformasi BRIVolution Reignite, BRI menjalankan dua agenda besar secara simultan. Perseroan memperkuat fondasi bisnis inti yang telah dimiliki sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.

Dari sisi pendanaan, BRI berfokus memperbesar basis dana murah dan transaksional melalui pendekatan berbasis ekosistem.

Strategi tersebut dijalankan dengan memaksimalkan kapabilitas digital channel, mulai dari akuisisi merchant, peningkatan transaksi BRImo dan QRIS, hingga penguatan jaringan AgenBRILink.

Pada saat yang sama, BRI terus memperdalam penetrasi pada berbagai klaster bisnis, mengintegrasikan value chain, serta mengoptimalkan One BRI Solution.

Di sisi bisnis inti, BRI melakukan revamp terhadap segmen mikro yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Perseroan.

Transformasi juga diarahkan untuk membangun sumber pertumbuhan baru melalui optimalisasi potensi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting untuk mengakuisisi nasabah berkualitas, serta perluasan layanan bullion bank melalui sinergi BRI Group.

Hery menuturkan, dengan fundamental yang semakin kuat dan arah transformasi yang semakin jelas, BRI optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan positif.

Penguatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi BRI untuk terus menjalankan perannya dalam mendukung berbagai agenda prioritas pemerintah dan menggerakkan perekonomian nasional, dengan tetap menjaga kualitas aset serta menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Bagi BRI, mendukung program pemerintah dan menjaga kualitas aset bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan bersama agar pertumbuhan yang kami hasilkan hari ini dapat menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” lanjutnya.

Dukung Agenda Strategis Pemerintah

Dalam mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan, BRI secara aktif menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan dan inklusi ekonomi.

Peran tersebut dijalankan antara lain melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis, serta pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

BRI juga berperan dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Sembako Stimulus, dan BLTS Kesra.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk memperluas dampak ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Peran dalam mendukung agenda pembangunan nasional tersebut berjalan beriringan dengan penguatan fundamental dan upaya menjaga kualitas pertumbuhan bisnis.

Hal itu tercermin dari kinerja BRI hingga Triwulan II 2026 yang tetap solid, baik dari sisi pertumbuhan bisnis, profitabilitas, efisiensi, maupun kualitas aset. Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara year-on-year.

Penyaluran kredit tumbuh lebih tinggi sebesar 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen YoY.

BRI tidak hanya berfokus pada peningkatan volume DPK, tetapi juga terus memperkuat kualitas pendanaan melalui peningkatan rasio Current Account Saving Account (CASA).

Peningkatan profitabilitas juga diikuti perbaikan efisiensi dan kualitas aset. Cost of Fund (CoF) secara bank only turun dari 3,0 persen menjadi 2,4 persen.

Sementara itu, Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen.

Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3,0 persen menjadi 2,9 persen. Sementara Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.

Penguatan fundamental tersebut turut menopang kemampuan Perseroan dalam menghasilkan imbal hasil yang solid.

Return on Assets (ROA) BRI tetap terjaga pada kisaran 2,7 persen. Sementara Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen pada Triwulan II 2025 menjadi 18,8 persen pada Triwulan II 2026.

Meski terus melakukan transformasi, Hery menegaskan DNA BRI tetap sama, yakni tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia.

UMKM akan tetap menjadi core business BRI. Karena itu, keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari kemampuan meningkatkan kinerja keuangan, tetapi juga dari seberapa besar pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink