BRI Tumbuh Bersama UMKM, Kredit Rp1.235,4 Triliun Perkuat Ekonomi Kerakyatan

M Firman Syah • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 08:55 WIB
Sebagai bank yang memiliki core business UMKM dan memiliki fokus utama pada ekonomi kerakyatan, BRI tetap mempertahankan dominasi UMKM dalam portofolio kredit BRI.
Sebagai bank yang memiliki core business UMKM dan memiliki fokus utama pada ekonomi kerakyatan, BRI tetap mempertahankan dominasi UMKM dalam portofolio kredit BRI.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Di tengah ekspansi bisnis yang semakin luas, segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi core business sekaligus fondasi utama pertumbuhan BRI.

Komitmen tersebut tercermin dalam kinerja BRI hingga akhir Triwulan II 2026. Dalam paparan Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8), portofolio kredit UMKM BRI tercatat tumbuh 8,6 persen secara year-on-year (YoY) menjadi Rp1.235,4 triliun.

Capaian tersebut menegaskan konsistensi BRI dalam mempertahankan fokus pada penguatan UMKM. Di tengah pertumbuhan bisnis di berbagai segmen, ekonomi kerakyatan tetap menjadi salah satu fondasi utama strategi bisnis Perseroan.

Besarnya porsi pembiayaan kepada UMKM juga berjalan beriringan dengan upaya BRI untuk mendorong pelaku usaha terus berkembang dan naik kelas.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan, dukungan kepada UMKM tidak hanya diwujudkan melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui ekosistem pemberdayaan yang menyentuh berbagai tingkatan.

“Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu. Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa,” ujar Aquarius.

Pada level komunitas usaha, BRI mengembangkan program Klasterku Hidupku yang kini telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. Jangkauan pemberdayaan juga diperluas melalui platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

Selain melalui penguatan ekosistem digital, BRI turut menghadirkan pendampingan secara langsung melalui Rumah BUMN. Hingga Juni 2026, sekitar 596 ribu pelaku UMKM telah bergabung dalam ekosistem tersebut.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk menjalankan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun siklus pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh akses terhadap pembiayaan, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha, naik kelas, serta semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.

“Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM,” ujar Aquarius.

Komitmen dalam memperkuat ekonomi kerakyatan tersebut berjalan seiring dengan kinerja Perseroan yang tetap solid. Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara year-on-year.

Pada periode yang sama, penyaluran kredit BRI tumbuh 16,2 persen YoY menjadi Rp1.646 triliun. Sementara itu, laba bersih konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp31,2 triliun atau meningkat 17,5 persen YoY.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan konsistensi menjalankan mandat historisnya sebagai bank yang tumbuh bersama rakyat.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILink BRI Peduli BBRI