Berdayakan UMKM hingga Pelosok Negeri, BRI Dampingi Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

M Firman Syah • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Melalui pendampingan Mantri BRI, Nursia bersama pelaku usaha ikan lainnya di kawasan Jembatan Puri, Sorong, kemudian didorong membentuk Klaster BRI Penjual Ikan Jembatan Puri Sorong melalui program Klasterku Hidupku.
Melalui pendampingan Mantri BRI, Nursia bersama pelaku usaha ikan lainnya di kawasan Jembatan Puri, Sorong, kemudian didorong membentuk Klaster BRI Penjual Ikan Jembatan Puri Sorong melalui program Klasterku Hidupku.

SORONG – Bau ikan laut yang dijemur menjadi bagian dari keseharian Nursia. Dari usaha pengolahan ikan kering yang dirintis sejak 2017, perempuan asal Sorong itu perlahan membangun jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Perjalanannya tentu tidak selalu mulus. Ketersediaan bahan baku sangat bergantung pada kondisi laut dan hasil tangkapan nelayan. Harga ikan yang berubah-ubah serta permintaan pasar yang fluktuatif juga menjadi tantangan tersendiri.

”Setiap bulan ada naik turunnya. Namun, kami selalu berusaha untuk tetap bertahan,” ujar Nursia.

Keterbatasan modal menjadi persoalan lain pada masa awal merintis usaha. Untuk membeli bahan baku, Nursia membutuhkan dana sekitar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.

Modal yang terbatas mulai menemukan jalan keluar pada akhir 2017. Saat itu, Nursia memperoleh akses pembiayaan dari BRI untuk mendukung keberlangsungan usahanya.

Namun, hubungan tersebut tidak berhenti pada pembiayaan. Melalui pendampingan Mantri BRI, Nursia bersama pelaku usaha ikan lainnya di kawasan Jembatan Puri, Sorong, kemudian didorong membentuk Klaster BRI Penjual Ikan Jembatan Puri Sorong melalui program Klasterku Hidupku.

Pembentukan klaster tersebut membuka ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha. Mereka tidak lagi menghadapi berbagai persoalan secara sendiri-sendiri.

Para anggota dapat bertukar informasi, mendiskusikan kendala usaha, hingga mencari solusi bersama. Mereka juga memperoleh pelatihan penguatan merek, pengemasan produk, dan pemasaran.

Kesempatan mengikuti pameran UMKM yang digelar BRI turut membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.

”Keikutsertaan dalam klaster menjadi babak baru bagi perkembangan usaha saya. Selain memperoleh akses pembiayaan, saya juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga keberlanjutan usaha,” kata Nursia.

Pendampingan hingga Digitalisasi

Bagi Nursia, salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah pendampingan langsung dari Mantri BRI. Sejak awal bergabung, ia merasa mendapatkan bantuan dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk urusan administrasi.

”Mantri BRI sangat ramah. Hal yang paling membekas bagi saya adalah kesabaran para petugas dalam membantu mengatasi kendala administratif dan melengkapi persyaratan yang belum dipahami,” ucapnya.

Pendampingan tersebut juga menyentuh aspek pengembangan pasar. Nursia dan pelaku usaha lainnya mendapatkan pelatihan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usaha.

”Kami juga diajarkan cara berdagang secara online dan memasarkan produk melalui media sosial,” ujarnya.

Bagi Nursia, perkembangan usaha tidak hanya diukur dari peningkatan penjualan. Kemampuan menjaga keberlangsungan usaha dan memenuhi kewajiban pembiayaan juga menjadi pencapaian penting.

”Pencapaian yang paling kami syukuri adalah dapat membayar kewajiban kepada bank tepat waktu setiap bulan tanpa catatan kredit bermasalah. Kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi dan modal usaha juga tetap terjaga,” tutur Nursia.

Kisah Nursia menjadi salah satu gambaran bagaimana pendampingan usaha dapat memberikan dampak lebih luas bagi pelaku UMKM. Tidak sekadar menyediakan akses pembiayaan, penguatan kapasitas dan perluasan akses pasar menjadi bagian penting agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, BRI terus memperkuat ekosistem pemberdayaan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh dukungan finansial, meningkatkan kemampuan usaha, sekaligus memperluas akses pasar.

Pendekatan tersebut dijalankan melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya Klasterku Hidupku.

”BRI berkomitmen melakukan pemberdayaan UMKM secara menyeluruh melalui sinergi dukungan modal, penguatan modal sosial, dan transformasi digital sebagai solusi perluasan akses pasar,” ujar Akhmad.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILink