Konsisten Dukung Ekonomi Kerakyatan, Dirut BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka

M Firman Syah • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:35 WIB
Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka tersebut semakin mempertegas peran BRI dalam mendorong penguatan fondasi ekonomi masyarakat.
Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka tersebut semakin mempertegas peran BRI dalam mendorong penguatan fondasi ekonomi masyarakat.

JAKARTA – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali mendapat apresiasi. Direktur Utama BRI Hery Gunardi meraih penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka dalam ajang Koperasi Awards 2026.

Penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Koperasi Republik Indonesia bekerja sama dengan detikcom itu diterima Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y.S. di Hotel The St. Regis, Jakarta, pada 20 Agustus 2026.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi BRI dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, termasuk melalui pemberdayaan koperasi, UMKM, dan pelaku usaha di tingkat akar rumput.

Langkah tersebut juga sejalan dengan dukungan BRI terhadap visi Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian nasional. BRI memandang koperasi memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan berusaha, serta mendorong pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perseroan untuk terus memperkuat kontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh Insan BRILian yang selama ini terus hadir dan bekerja bersama masyarakat hingga ke berbagai pelosok Indonesia. BRI memiliki komitmen yang kuat pada ekonomi kerakyatan, sehingga pemberdayaan koperasi, UMKM, dan pelaku usaha di tingkat akar rumput merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran BRI sebagai bank rakyat,” ujar Hery.

Menurut Hery, koperasi memiliki posisi penting dalam agenda pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, BRI berkomitmen mengambil peran aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah, termasuk memperkuat koperasi sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.

Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono menegaskan, koperasi tetap relevan karena dibangun di atas nilai kebersamaan dan gotong royong.

“Koperasi memang bukan sekadar badan usaha, tapi gagasan tentang bagaimana ekonomi dibangun melalui kebersamaan dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan manfaat untuk masyarakat,” ujar Ferry.

Komitmen BRI dalam mendukung ekonomi kerakyatan diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan dan perluasan akses keuangan. Salah satunya melalui dukungan terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

BRI memberikan pendampingan dan pemberdayaan sekaligus memperluas akses layanan keuangan hingga tingkat desa melalui jaringan BRILink Agen.

Hingga Juni 2026, jumlah BRILink Agen telah mencapai 1,13 juta agen yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jaringan tersebut mencatatkan lebih dari 501 juta transaksi dengan volume mencapai Rp841 triliun.

Penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui sejumlah ekosistem pemberdayaan BRI. Melalui program Desa BRILiaN, BRI telah menjangkau lebih dari 5 ribu desa di Indonesia.

Sementara melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha. Platform LinkUMKM juga telah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM.

Di sisi lain, 54 Rumah BUMN BRI telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan dengan sekitar 596 ribu UMKM terdaftar.

Dukungan terhadap ekonomi kerakyatan juga tercermin melalui penyaluran pembiayaan. Hingga akhir Triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.235 triliun atau 75,2 persen dari total portofolio kredit perseroan.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta debitur.

Penyaluran tersebut antara lain mengalir ke sektor pertanian dan perdagangan. Sektor pertanian menyerap 42,68 persen dari total penyaluran KUR, sedangkan sektor perdagangan mencapai 32,34 persen.

Koperasi Awards 2026 merupakan ajang apresiasi dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi dalam pembinaan dan pengembangan koperasi sebagai bagian dari gerakan ekonomi kerakyatan.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Ketua Komite IV DPD RI AA Ahmad Nawardi, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani, Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung, serta keluarga Wakil Presiden pertama Republik Indonesia Mohammad Hatta.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink