RADAR SURABAYA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui Program Desa BRILiaN.
Salah satu implementasinya dilakukan di Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, melalui kegiatan Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (22/8) tersebut tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan,
tetapi juga menjadi wadah kolaborasi untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, memperkuat UMKM, serta menumbuhkan nilai sosial dan semangat gotong royong masyarakat.
Desa Doudo merupakan salah satu desa yang terpilih dalam Program Desa BRILiaN, sebuah program pemberdayaan desa yang diinisiasi BRI.
Melalui program tersebut, BRI memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, hingga mendorong tata kelola desa yang lebih baik.
Baca Juga: 17 Tahun Konsisten Beri Apresiasi, BRI Salurkan Dana Pendidikan bagi Paskibraka Tingkat Pusat
Kegiatan Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI di Desa Doudo dihadiri Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 12 Surabaya Reza Syahrizal Setiaputra,
Regional Micro Banking Head BRI Surabaya Kris, Area Head BRI Gresik Ayub, Pemimpin Cabang BRI Gresik Dudung, serta jajaran Manager Micro Business, kepala unit, dan mantri BRI Unit Sekapuk.
Turut hadir Camat Panceng, Danramil Panceng, Kapolsek Panceng, Kepala Desa Doudo beserta perangkat desa, sejumlah kepala desa di wilayah sekitar, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RW, ketua RT, dan warga Desa Doudo.
Desa BRILiaN Dorong Potensi Ekonomi Lokal Gresik
RCEO BRI Region 12 Surabaya Reza Syahrizal Setiaputra mengatakan, terpilihnya Desa Doudo sebagai Desa BRILiaN menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara BRI, pemerintah desa, dan masyarakat.
Pendampingan dilakukan agar berbagai potensi yang dimiliki desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Desa BRILiaN adalah desa terpilih yang mendapatkan pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi langsung dari insan BRI, khususnya mantri BRI.
Fokus utamanya adalah pemberdayaan ekonomi, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Reza.
Baca Juga: Sudah Periksa Korban Scamming, Polrestabes Surabaya Serahkan 46 Tersangka ke Kejari
Menurut dia, kegiatan Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI digelar serentak di 18 titik di Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua.
Lokasi kegiatan dipilih dari desa-desa unggulan yang menjadi bagian dari ekosistem Desa BRILiaN.
Di Jawa Timur, terdapat dua titik pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah satunya adalah Desa Doudo di Kabupaten Gresik.
Pemilihan Desa Doudo menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa sekaligus membangun kolaborasi bersama BRI.
Reza mencontohkan, masyarakat Desa Doudo sebelumnya banyak bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri.
Namun, ketika pandemi Covid-19 menyebabkan banyak warga kembali ke desa, kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.
BRI kemudian memberikan pendampingan terhadap sejumlah potensi usaha masyarakat, di antaranya pengolahan komoditas biji mente dan budidaya aloe vera atau lidah buaya.
Tidak hanya melalui pembiayaan, BRI juga mendorong pengembangan usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pengemasan, pemasaran, hingga perluasan akses pasar.
Baca Juga: Epson Catat Sejarah, Penjualan Printer EcoTank Tembus 100 Juta Unit Global, Indonesia Jadi Pelopor
“Harapannya, bukan hanya produknya yang berkembang, tetapi juga ada perubahan dan nilai tambah yang benar-benar dirasakan warga,” kata Reza.
Semarak Kemerdekaan RI Perkuat UMKM dan Gotong Royong
Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI di Desa Doudo dirancang sebagai pesta rakyat yang memadukan kegiatan ekonomi, kesehatan, hiburan, dan kebersamaan masyarakat.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM produk lokal, lomba-lomba kemerdekaan, jalan sehat, senam bersama, hingga panggung hiburan rakyat bersama OM Adella.
Bazar UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pelaku usaha mendapat kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk kepada masyarakat.
Tidak hanya UMKM Desa Doudo, pelaku usaha dari sejumlah desa tetangga juga turut dilibatkan.
Kehadiran kepala desa dari sejumlah wilayah sekitar, seperti Desa Gedangan, Surowiti, Wetan, dan Sekapuk, juga menunjukkan bahwa semangat pemberdayaan Desa BRILiaN diharapkan dapat berkembang ke desa-desa lain.
BRI berharap praktik baik yang telah dilakukan Desa Doudo dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah desa di wilayah sekitar untuk mengembangkan potensi masing-masing.
“Kami berharap kepala desa di sekitar yang hadir dapat mengembangkan hal serupa di desanya masing-masing. Insan BRILiaN BRI siap hadir memberikan pendampingan,” ujar Reza.
Penguatan ekonomi melalui Program Desa BRILiaN juga berjalan beriringan dengan penguatan nilai sosial.
Desa tidak hanya didorong menjadi pusat pertumbuhan usaha, tetapi juga ruang kolaborasi yang memperkuat gotong royong dan hubungan antarmasyarakat.
Desa Doudo Apresiasi Pendampingan BRI
Kepala Desa Doudo Sutomo menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan BRI kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Doudo.
Menurut dia, terpilihnya Desa Doudo sebagai Desa BRILiaN merupakan hasil kerja keras masyarakat, BUMDes beserta unit-unit usahanya, serta dukungan dari berbagai pihak.
“Kami sungguh tidak menyangka bahwa desa kami yang sangat sederhana ini mendapatkan apresiasi luar biasa berupa penyelenggaraan Gebyar Desa BRILiaN,” ujar Sutomo.
Ia secara khusus mengapresiasi pendampingan BRI Unit Sekapuk yang dinilai aktif membantu perkembangan BUMDes di Desa Doudo.
Dukungan juga datang dari BRI Regional Office Surabaya dan BRI Cabang Gresik melalui program pendampingan bersama Universitas Airlangga (Unair).
Bagi Pemerintah Desa Doudo, kolaborasi tersebut memiliki arti penting karena masih terdapat banyak potensi desa dan UMKM yang membutuhkan pendampingan, terutama dalam pengembangan produk dan perluasan akses pasar.
Ke depan, Pemerintah Desa Doudo berharap sinergi bersama BRI dapat terus berlanjut untuk mempercepat pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Sejumlah program strategis juga tengah didorong, di antaranya pengembangan Kampung Aloe Vera, penguatan sistem HIPAM atau Buis Desa Air, serta pengembangan kawasan Doudo Edu Wisata.
Melalui kolaborasi tersebut, Desa Doudo diharapkan tidak hanya berkembang sebagai desa dengan potensi ekonomi lokal yang kuat,
tetapi juga menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha.
Program Desa BRILiaN BRI pun diharapkan terus membuka peluang bagi desa-desa di Indonesia untuk mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(fix)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan