RADAR SURABAYA – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mendesak pemerintah di seluruh dunia segera mengatasi risiko fiskal yang semakin besar.
Pemerintah diminta menyiapkan rencana kredibel untuk memastikan utang dan defisit tetap berada pada jalur yang berkelanjutan.
Desakan tersebut disampaikan Georgieva di tengah meningkatnya tekanan terhadap perekonomian global.
Selain pemerintah, bank sentral juga diminta tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi.
Baca Juga: Dari Peneleh hingga Girilaya: Hilangnya Tradisi Topeng dan Cowekan Maulid Nabi di Surabaya
“Semua negara perlu mengatasi masalah fiskal mereka serta menyusun dan menyampaikan rencana kredibel untuk memastikan utang dan defisit mereka berada di jalur yang berkelanjutan,” kata Georgieva kepada wartawan di kantor pusat IMF di Washington, Selasa (25/8).
IMF Soroti Risiko Fiskal Global
Menurut Georgieva, persoalan fiskal menjadi salah satu tantangan utama yang perlu segera ditangani pemerintah.
Pengelolaan utang dan defisit yang tidak berkelanjutan dapat meningkatkan tekanan terhadap perekonomian serta pasar keuangan.
Karena itu, pemerintah perlu memiliki strategi fiskal yang jelas dan kredibel. Langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikan kondisi keuangan negara tetap sehat dalam jangka panjang.
Georgieva juga menekankan pentingnya peran bank sentral dalam menghadapi tekanan inflasi.
“Bank sentral harus benar-benar fokus pada mandatnya untuk menjaga stabilitas harga,” ujarnya.
Ekonomi Global Masih Tangguh
Meski menghadapi berbagai tekanan, Georgieva menilai perekonomian dunia sejauh ini masih menunjukkan ketahanan.
Ekonomi global menghadapi inflasi yang belum sepenuhnya terkendali serta ketegangan perdagangan yang masih membayangi prospek pertumbuhan.
Baca Juga: Bruno Fernandes Raih Penghargaan PFA Player of the Year, Cetak Rekor Assist Premier League
Namun, lonjakan investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi salah satu faktor yang membantu menopang aktivitas ekonomi.
Investasi besar di bidang AI dinilai memberikan dorongan terhadap perekonomian, meskipun ketidakpastian masih tinggi.
Imbal Hasil Obligasi Meningkat
Georgieva mengatakan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi global tercermin dari sejumlah indikator pasar keuangan.
Salah satunya adalah kenaikan imbal hasil obligasi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perhatian investor terhadap prospek inflasi, kebijakan moneter, serta keberlanjutan fiskal sejumlah negara.
Di sisi lain, kemajuan dalam menurunkan inflasi dinilai masih terbatas. Situasi tersebut membuat bank sentral perlu tetap berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Pemerintah Diminta Siapkan Kebijakan Kredibel
IMF mendorong pemerintah tidak hanya mengendalikan defisit dalam jangka pendek, tetapi juga menyusun strategi fiskal yang dapat menjaga keberlanjutan utang dalam jangka panjang.
Kebijakan fiskal yang kredibel dinilai penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah juga perlu memastikan kebijakan pengeluaran dan penerimaan negara berada dalam kerangka yang berkelanjutan.
Sementara itu, bank sentral diharapkan tetap fokus pada stabilitas harga.
Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi semakin penting ketika perekonomian global menghadapi tekanan inflasi dan ketidakpastian perdagangan.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : bloomberg