JAKARTA – Sebanyak 108 tim sepak bola U-14 dari 18 Regional Office BRI di seluruh Indonesia telah melewati rangkaian BRI Youth Champions League (BYCL) 2026. Setelah bersaing sejak Februari hingga Mei 2026, kompetisi kini mengerucut pada empat tim terbaik yang akan memperebutkan gelar juara sekaligus mendapat kesempatan mengikuti pembinaan bersama BARCA Academy.
BYCL merupakan kompetisi sepak bola U-14 yang mempertemukan talenta muda dari berbagai wilayah Indonesia melalui pertandingan tingkat regional hingga fase final. Kompetisi tersebut tidak hanya mengejar prestasi di lapangan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan kemampuan, karakter, disiplin, kerja sama, dan sportivitas pemain sejak usia dini.
Pada fase regional, kompetisi menggunakan sistem klasemen liga. Setiap tim menjalani lima pertandingan untuk menentukan tim terbaik di masing-masing Regional Office. Juara ditentukan berdasarkan total kemenangan dan selisih gol selama turnamen.
Dari rangkaian tersebut, tim-tim terbaik hasil seleksi regional kemudian bersaing hingga menyisakan empat tim. Sebanyak 48 pemain dari empat tim tersebut akan melanjutkan perjuangan pada fase semifinal dan final BYCL 2026.
Direktur Network and Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan, BRI Youth Champions League menjadi bagian dari upaya perseroan membangun ekosistem pembinaan olahraga sekaligus memberikan ruang bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang.
“BRI percaya bahwa masa depan sepak bola Indonesia dimulai dari pembinaan usia dini yang berkualitas. Melalui BRI Youth Champions League, kami ingin menghadirkan kompetisi yang memberikan pengalaman terbaik bagi para pemain muda, sekaligus menjadi wadah untuk mengembangkan potensi dan karakter mereka agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Aquarius.
Menurutnya, kompetisi usia muda memiliki peran penting dalam membangun fondasi sepak bola nasional. Pembinaan tidak hanya menyangkut kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga disiplin, kerja sama, sportivitas, kepemimpinan, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi kompetitif.
Karena itu, BYCL 2026 tidak berhenti pada pertandingan. Para pemain juga mendapatkan pengalaman pembinaan melalui sejumlah kegiatan, salah satunya coaching clinic bersama BARCA Academy.
Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis BRI dan FC Barcelona dengan menghadirkan pelatih resmi BARCA Academy untuk berbagi metode pembinaan pemain usia muda.
Melalui coaching clinic, para pemain berkesempatan mempelajari pendekatan pembinaan sepak bola yang mengacu pada standar internasional. Kehadiran BARCA Academy diharapkan memperkaya pengalaman peserta sekaligus membuka perspektif mengenai pengembangan kemampuan dan karakter pemain sejak usia dini.
Selain coaching clinic, rangkaian BYCL 2026 akan diisi pertandingan empat tim terbaik, pemilihan Most Valuable Player (MVP) Nasional, serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang.
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan aktivasi program BRI Debit FC Barcelona. Kartu debit edisi khusus hasil kolaborasi BRI dan FC Barcelona tersebut hadir dengan desain bertema klub asal Spanyol itu serta sejumlah keuntungan, termasuk kesempatan mendapatkan pengalaman menyaksikan langsung pertandingan FC Barcelona di Spanyol.
Berbagai rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman lebih komprehensif kepada pemain muda. Kompetisi dipadukan dengan pembinaan dan kesempatan belajar agar peserta tidak hanya mengembangkan kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga karakter sebagai bekal untuk berkembang ke jenjang berikutnya.
Penyelenggaraan BYCL sekaligus menjadi bagian dari kontribusi BRI terhadap perkembangan olahraga nasional, khususnya pembinaan sepak bola usia muda. Dengan melibatkan talenta dari berbagai daerah, kompetisi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembinaan pemain secara lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui semangat “Memberi Makna Indonesia”, BRI terus menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berprestasi, dan membangun jalan menuju masa depan.
Editor : M Firman Syah