TERNATE – Laut menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di gugusan Kepulauan Maluku Utara. Namun, kondisi geografis berupa wilayah kepulauan membuat akses antarpulau tidak selalu mudah. Ombak tinggi dan angin kencang kerap menjadi tantangan, termasuk dalam menghadirkan layanan perbankan bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari keseharian Wiranto Jumran, Mantri BRI Unit Bacan, Kantor Cabang Ternate. Ia membina ratusan debitur yang tersebar di 34 desa pada tujuh pulau, dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan, petani, dan pedagang kecil.
Dalam menjalankan tugasnya, Wiranto juga memberikan layanan melalui Teras BRI Kapal Bahtera Seva II. Layanan perbankan terapung ini menjadi salah satu upaya BRI mendekatkan akses layanan keuangan kepada masyarakat di pulau-pulau kecil dan kawasan pesisir yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.
"Saya ingin berkarier di BRI karena ingin terus belajar dan menambah pengalaman di dunia bisnis. Di sisi lain, tanggung jawab serta dukungan keluarga juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus menjalankan tugas di BRI. Hal yang paling berkesan adalah melihat masyarakat di berbagai pulau menyambut kedatangan Teras BRI Kapal dengan antusias. Masyarakat merasa senang karena layanan perbankan kini hadir lebih dekat, dan saya bangga bisa menjadi bagian dari pelayanan tersebut," ujar Wiranto.
Aktivitas Wiranto sehari-hari diisi dengan mengunjungi desa-desa binaan untuk melayani kebutuhan simpanan maupun pinjaman, sekaligus mengenalkan berbagai produk dan layanan BRI kepada masyarakat. Mayoritas nasabah memanfaatkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha, mulai dari sektor perikanan, pertanian, hingga perdagangan skala kecil.
Bagi Wiranto, perkembangan usaha nasabah menjadi salah satu pengalaman berharga dalam menjalankan tugas sebagai Mantri BRI. Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat yang selama ini menghadapi tantangan geografis.
Perjalanan menuju desa-desa binaan pun tidak selalu mudah. Ketika Teras BRI Kapal Bahtera Seva II tidak dapat merapat karena ombak atau angin kencang, Wiranto bersama tim melanjutkan perjalanan menggunakan perahu karet. Setelah tiba di daratan, perjalanan masih harus dilanjutkan melalui jalur yang menanjak dan cukup terjal untuk mencapai desa tujuan.
Berbagai tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat Wiranto untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Bagi saya, tugas sebagai Mantri BRI adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Pengalaman melayani masyarakat di wilayah kepulauan mengajarkan saya untuk selalu memberikan layanan dengan setulus hati dan memberikan yang terbaik. Saya juga menyadari masih banyak masyarakat di desa dan wilayah kepulauan yang harus berjuang hanya untuk mendapatkan layanan perbankan. Karena itu, saya ingin terus menjalankan tugas ini sebaik mungkin agar kehadiran BRI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkap Wiranto.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, pengalaman Wiranto mencerminkan komitmen BRI untuk terus memperluas akses layanan perbankan, termasuk bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis.
"Di balik setiap perjalanan yang ditempuh para pekerja BRI, terdapat semangat untuk memastikan masyarakat di berbagai wilayah memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses layanan keuangan. Bagi BRI, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar menghadirkan layanan perbankan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang," ujar Dhanny.
Editor : M Firman Syah