RADAR SURABAYA – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) terus memperkuat ekspansi bisnis ke pasar global di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik.
Hingga semester I/2026, perseroan mengamankan sejumlah kontrak dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
Direktur Keuangan ELPI, Efilya Kusumadewi, mengatakan perseroan membukukan kontrak jangka panjang dan jangka pendek di pasar domestik senilai Rp276,04 miliar. Sementara itu, kontrak internasional mencapai Rp306,71 miliar.
Dengan demikian, total nilai kontrak yang dibukukan ELPI pada semester I/2026 mencapai Rp582,76 miliar.
“Kontrak jangka panjang menjadi salah satu keunggulan segmen offshore dibandingkan dry bulk.
Baca Juga: Bursa Transfer: Victor Osimhen Kirim Sinyal soal Masa Depan di Tengah Ketertarikan Arsenal
Skema K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) umumnya lebih stabil terhadap fluktuasi harga komoditas maupun gejolak pasar jangka pendek,” kata Efilya, Senin (17/8).
ELPI Perkuat Armada
Direktur Utama ELPI, Eka Taniputra, mengatakan perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan kinerja.
Salah satunya melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Proses HMETD yang selesai pada 23 Juli 2026 berhasil menghimpun dana Rp739,34 miliar.
Aksi korporasi tersebut bahkan mencatat tingkat oversubscription sebesar 39,79 kali.
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha, termasuk penambahan dan peremajaan armada kapal.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat daya saing ELPI, terutama pada segmen offshore yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.
“Dana dari rights issue akan dimanfaatkan untuk mendukung ekspansi usaha, termasuk penambahan serta peremajaan armada,” ujar Eka.
Di sisi lain, pendapatan ELPI pada semester I/2026 tercatat Rp430,35 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp543,65 miliar.
Baca Juga: Libur HUT ke-81 RI, Penumpang Kereta Api di Daop 8 Surabaya Tembus 168.311 Orang
Eka menjelaskan, penurunan tersebut salah satunya disebabkan belum seluruh kontrak semester I/2026 diakui sebagai pendapatan pada periode berjalan.
Sebagian kontrak jangka panjang memiliki mekanisme pengakuan pendapatan secara bertahap.
Bidik Kontrak Internasional
ELPI juga terus memperluas bisnis internasional melalui pembentukan dua entitas anak di Singapura, yakni ELPI International dan ELPI Samudra Offshore.
Chief Operating Officer ELPI International, Dave Ritandhaka, mengatakan perseroan tengah menjajaki sejumlah peluang kontrak baru pada semester II/2026 dengan estimasi nilai USD1,50 juta.
Selain itu, ELPI telah mengamankan kontrak baru di NMB Field melalui entitas anak di Malaysia senilai RM53,4 juta.
Menurut Dave, perkembangan tersebut menunjukkan strategi diversifikasi bisnis ELPI mulai memberikan hasil positif.
Ketika segmen dry bulk masih menghadapi tantangan, bisnis offshore justru menunjukkan tren pertumbuhan melalui kontrak domestik dan internasional.
Sementara itu, Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, mengatakan kenaikan liabilitas 16,96 persen pada semester I/2026 terutama berkaitan dengan kewajiban kepada perbankan untuk pembiayaan penambahan kapal.
Ke depan, ELPI akan fokus meningkatkan utilisasi armada, efisiensi operasional, serta mengembangkan kontrak baru untuk memperkuat portofolio bisnis jangka panjang di pasar domestik dan internasional.(fix)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan