RADAR SURABAYA — CitraLand Surabaya menyiapkan pengembangan kawasan komersial sepanjang 3 kilometer di koridor Radial Road, Surabaya Barat. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi pusat bisnis sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Surabaya Barat.
Rencana pengembangan itu seiring dengan dibukanya akses Radial Road oleh Pemerintah Kota Surabaya. Jalur tersebut dinilai tidak hanya berfungsi sebagai akses alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi baru.
General Manager CitraLand Surabaya Christiono Yuliarso mengatakan, pihaknya memiliki cadangan lahan cukup luas di sepanjang koridor Radial Road. Dari kawasan G-Walk ke arah timur terdapat lahan sekitar 700 meter, sedangkan di sisi barat G-Walk membentang lahan sekitar 3 kilometer.
“Karena itu, kami siap mengembangkan kawasan komersial di sepanjang Radial Road. Kawasan sepanjang tiga kilometer di wilayah CitraLand akan kami kembangkan menjadi pusat bisnis, pusat keramaian, dan pusat ekonomi baru di Surabaya Barat,” ujar Christiono, Senin (17/8).
Berbeda dengan kawasan hunian, lahan di sepanjang koridor Radial Road akan diarahkan untuk pengembangan komersial dengan ukuran kavling yang lebih besar. Sejumlah sektor yang menjadi sasaran pengembangan antara lain perhotelan, perkantoran, apartemen, dealer otomotif, restoran, hingga kafe berskala besar.
Baca Juga: Mobil Boros BBM? Bisa Jadi Bukan Karena Cara Mengemudi, Tapi Servis yang Terlambat
Konsep kawasan tersebut nantinya diarahkan menyerupai koridor bisnis Jalan Mayjend Sungkono yang telah berkembang sebagai salah satu pusat komersial di Surabaya.
Meski rencana pengembangan telah disiapkan, CitraLand Surabaya belum menetapkan harga jual lahan komersial di sepanjang Radial Road. Lahan tersebut saat ini belum secara resmi dipasarkan. Namun, pengembang membuka peluang bagi investor yang berminat membeli lahan maupun bekerja sama dalam pengembangan kawasan.
Sebagai gambaran, harga tanah untuk kawasan hunian di CitraLand Surabaya saat ini berada di kisaran Rp11 juta hingga Rp15 juta per meter persegi. Sementara itu, lahan komersial berada pada kisaran Rp20 juta hingga Rp30 juta per meter persegi, bergantung pada lokasi.
“Kami terbuka untuk investor yang berminat mengembangkan bisnis di Radial Road, terutama yang dapat menghadirkan fasilitas baru dan memperkuat ekosistem CitraLand. Kami masih membutuhkan banyak investor untuk perhotelan, perkantoran, komersial, dan restoran-restoran besar maupun komersial lainnya,” kata Christiono.
Selain Radial Road, CitraLand Surabaya juga dilalui Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). Kedua akses utama tersebut nantinya akan bertemu di kawasan Central Business District (CBD) CitraLand. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus pusat kota baru di dalam kawasan CitraLand Surabaya.
Saat ini, CBD CitraLand telah berkembang dengan sejumlah fasilitas, seperti kampus Universitas Ciputra, supermarket modern Hokky, apartemen, dan kawasan ruko. Di sisi barat Radial Road telah berdiri Ciputra Hospital serta sejumlah fasilitas olahraga padel. Dua menara Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra juga tengah dibangun.
Christiono mengungkapkan, sebagian kecil lahan di sepanjang koridor tersebut telah terjual, termasuk lahan di sekitar Konsulat Jenderal Amerika Serikat. Namun, sebagian besar lahan masih tersedia.
Baca Juga: Merdeka Berkomunikasi, Beradab di Ruang Digital
Menurut dia, pengembangan Radial Road dan JLLB akan memperkuat konektivitas sekaligus membentuk koridor komersial baru di Surabaya Barat. Titik pertemuan kedua akses tersebut akan menjadi lokasi pengembangan CitraLand CBD sebagai pusat ekonomi baru kawasan.(fix)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan