RADAR SURABAYA — Telkomsel menghadirkan Paket Darurat seharga Rp1 bagi pelanggan yang terdampak gempa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diberikan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses komunikasi selama masa tanggap darurat.
Paket khusus tersebut memiliki masa berlaku tujuh hari. Pelanggan yang berada di wilayah terdampak dapat memperoleh paket yang mencakup 1 GB internet, 1.000 SMS, dan 300 menit telepon.
Paket Darurat Rp1 dapat diaktifkan pelanggan melalui kode 88820#.
Vice President Consumer Business Area Jawa Bali Telkomsel Muharlis menyampaikan simpati kepada masyarakat Flores yang terdampak gempa.
Menurut dia, akses komunikasi menjadi kebutuhan penting dalam kondisi bencana.
"Di tengah situasi ini, kami menghadirkan Paket Darurat Rp1 yang dapat diaktifkan melalui 88820#.
Kami berharap masyarakat tetap dapat berkomunikasi selama masa tanggap darurat agar tetap terhubung dengan keluarga, memperoleh informasi penting, dan saling memberi kabar," kata Muharlis, Minggu (16/8).
Percepat Pemulihan Jaringan
Selain memberikan dukungan melalui Paket Darurat, Telkomsel terus melakukan upaya pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah yang terdampak gempa.
Muharlis mengatakan, Telkomsel berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk mempercepat pemulihan jaringan.
Langkah tersebut dilakukan agar layanan komunikasi dapat kembali berfungsi secara optimal secara bertahap.
"Melalui koordinasi dengan berbagai pihak, kami memastikan layanan komunikasi dapat kembali optimal secara bertahap," ujarnya.
Telkomsel juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan dari pihak berwenang dan memperoleh informasi melalui kanal resmi.
Untuk mengetahui informasi mengenai layanan dan dukungan Telkomsel selama kondisi darurat, masyarakat dapat mengakses Hotline Siaga Bencana Telkom Group di 0800-111-9000.
Dukungan akses komunikasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak tetap terhubung dengan keluarga, mendapatkan informasi penting, serta mendukung koordinasi penanganan dan pemulihan pascabencana. (rul)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan