Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang ke Kalbar, Jatim Raup Transaksi Rp2,5 Triliun

Lainin Nadziroh • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8).(Biro Adpim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8).(Biro Adpim)

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8).

Kegiatan tersebut menghasilkan total transaksi mencapai Rp2,529 triliun.

Nilai transaksi terdiri atas penjualan produk Jawa Timur ke Kalimantan Barat sebesar Rp1,480 triliun, pembelian komoditas dari Kalimantan Barat senilai Rp163,829 miliar, serta komitmen investasi Jawa Timur di Kalimantan Barat sebesar Rp885 miliar.

Khofifah mengatakan, capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

 Menurut dia, misi dagang menjadi sarana mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan.

“Alhamdulillah, Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Barat sukses digelar.

Total transaksi yang dicatatkan mencapai Rp2,5 triliun dan Rp885 miliar di antaranya merupakan capaian investasi,” kata Khofifah.

Baca Juga: Momentum Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Dorong Penguatan UMKM melalui Pendampingan Berkelanjutan di Desa Brilian

Perdagangan Dua Arah

Beragam produk unggulan Jawa Timur ditawarkan dalam kegiatan tersebut. Komoditas yang diperdagangkan antara lain garam, olahan daging sapi dan ayam, kopi,

telur, susu sapi, rokok, benih hortikultura, jagung, pakan ikan dan udang, beras, gula pasir, ikan patin, produk fesyen, pupuk, bawang merah, hingga cabai merah kering.

Sementara itu, Jawa Timur juga membeli sejumlah komoditas dari Kalimantan Barat. Di antaranya kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, briket shisha, madu hutan, madu trigona, ikan gabus, dan ikan toman.

Komitmen investasi Jawa Timur di Kalimantan Barat mencakup perluasan industri pupuk bahan amelioran di Kabupaten Mempawah, perkebunan sawit di Kabupaten Landak, serta industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah.

Misi dagang tersebut melibatkan 162 pelaku usaha, terdiri atas 62 pelaku usaha Jawa Timur dan 100 pelaku usaha Kalimantan Barat.

Salah satu transaksi terbesar terjadi antara PT Phalosari Unggul Jaya dari Jawa Timur dan CV Sujaya Food dari Kalimantan Barat di sektor peternakan.

Jatim Surplus Rp3,19 Triliun

Khofifah mengungkapkan, hubungan perdagangan Jawa Timur dan Kalimantan Barat sebenarnya telah menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Jawa Timur dengan Seluruh Provinsi 2024, total nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp4,31 triliun.

Baca Juga: Debut Megawati di Hyundai Hillstate Dinanti, Lawan Wonder Dogs 20 Agustus Jadi Sorotan

Nilai tersebut terdiri atas transaksi bongkar atau pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat sebesar Rp562,27 miliar dan transaksi muat atau penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat sebesar Rp3,75 triliun.

Dengan demikian, neraca perdagangan Jawa Timur terhadap Kalimantan Barat mencatat surplus sekitar Rp3,19 triliun.

“Ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang,” ujar Khofifah.

Sebelumnya, Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat juga digelar di Pontianak pada 30 September 2022. Ketika itu, komitmen transaksi tercatat Rp109,31 miliar melalui 24 transaksi dagang.

Lonjakan transaksi pada 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan capaian empat tahun sebelumnya.

Khofifah Dorong Sektor Peternakan

Dalam misi dagang tersebut, Khofifah juga mendorong pengembangan kerja sama sektor peternakan.

Jawa Timur memiliki populasi sapi terbesar di Indonesia sehingga dinilai memiliki peluang besar untuk membantu pengembangan peternakan di Kalimantan Barat.

Khofifah bahkan mengundang Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengirimkan tim untuk mengikuti pelatihan inseminasi buatan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) milik Kementerian Pertanian di Singosari, Jawa Timur.

Selain itu, Jawa Timur memiliki UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak yang berfokus pada pembibitan serta pemeliharaan ternak ruminansia kecil, seperti kambing, domba, dan kelinci.

“Perdagangan antardaerah menjadi sangat penting sebagai salah satu fondasi integrasi ekonomi nasional,” kata Khofifah.

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen

Khofifah menambahkan, perekonomian Jawa Timur terus menunjukkan kinerja positif. Pada Semester I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,84 persen secara kumulatif atau c-to-c.

Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,40 persen serta menyumbang 14,34 persen terhadap perekonomian nasional.

Struktur ekonomi Jawa Timur ditopang industri pengolahan sebesar 31,11 persen, perdagangan 18,22 persen, dan pertanian 11,20 persen.

Dari sisi perdagangan, Jawa Timur mencatat surplus neraca perdagangan Rp210,1 triliun sepanjang 2025. Surplus tersebut berlanjut pada Semester I 2026 dengan nilai Rp100,35 triliun.

Secara kumulatif, sejak 2019 hingga 2026, Jawa Timur telah melaksanakan 53 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi Rp41,28 triliun melalui 2.282 transaksi yang melibatkan 2.654 pelaku usaha.

Sementara itu, misi dagang luar negeri pada periode 2022 hingga Juli 2026 telah dilaksanakan delapan kali dengan total transaksi Rp33,18 triliun.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi capaian misi dagang tersebut. Ia menyebut nilai transaksi kali ini merupakan yang terbesar dibandingkan kegiatan sebelumnya.

“Ini yang paling besar nilai transaksinya. Kami menyampaikan terima kasih. Banyak yang harus kami pelajari dari Jawa Timur dan Kalimantan Barat masih harus banyak belajar dari Jawa Timur,” kata Ria Norsan.

Khofifah berharap Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat menjadi momentum memperluas pasar, meningkatkan volume perdagangan, memperkuat rantai pasok, serta membuka peluang investasi baru bagi pelaku usaha kedua provinsi.(nin)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
kalbar Gubernur Khofifah Indar Parawansa misi dagang