BI Jatim dan TNI AL Perkuat Kedaulatan Rupiah di Kepulauan Sumenep Lewat ERB 2026

Moh. Afik • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 10:28 WIB
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat  (ERB) Mandiri Jawa Timur Tahun 2026 di Surabaya, Sabtu (8/8).(ANTARA/HO-BI Jatim ).
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Mandiri Jawa Timur Tahun 2026 di Surabaya, Sabtu (8/8).(ANTARA/HO-BI Jatim ).

RADAR SURABAYA — Bank Indonesia (BI) Jawa Timur bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat kedaulatan Rupiah di wilayah kepulauan melalui kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Mandiri Jawa Timur 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 6–10 Agustus 2026 dengan menyasar tiga wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, yakni Pulau Sapudi, Pulau Raas, dan Pulau Tanjung Kiaok.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan, ERB merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan Rupiah hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil.

"Kegiatan ini merupakan perjalanan menghadirkan negara, memperluas jangkauan pelayanan, dan memastikan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan

memperoleh hak yang sama untuk menggunakan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar," ujar Ibrahim dalam keterangan di Surabaya, Sabtu (8/8).

Baca Juga: Beasiswa Bakti BCA 2027 Resmi Dibuka, Catat Syaratnya untuk Mahasiswa PTN di Indonesia

BI Jatim Pastikan Rupiah Layak Edar hingga Kepulauan

Pelepasan Tim ERB Mandiri Jawa Timur 2026 dilaksanakan di Dermaga Komando Armada II TNI Angkatan Laut, Surabaya.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Timur, pimpinan Komando Armada II TNI Angkatan Laut, pimpinan wilayah perbankan, serta mitra strategis Bank Indonesia.

Menurut Ibrahim, kegiatan ERB Jawa Timur menjadi wujud komitmen Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar hingga wilayah kepulauan.

Program tersebut juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus memastikan masyarakat di berbagai wilayah memperoleh akses layanan yang merata.

Tiga Fokus Utama ERB Mandiri Jawa Timur 2026

ERB Mandiri Jawa Timur 2026 memiliki tiga fokus utama.

Pertama, memperkuat Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa.

Kedua, memperluas pemerataan layanan uang Rupiah sekaligus meningkatkan literasi masyarakat.

Ketiga, memperkuat sinergi antarlembaga untuk memperluas akses keuangan dan mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.

Baca Juga: 19 Daerah di Jatim Darurat Kekeringan, Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Solusi Permanen

Sinergi tersebut melibatkan Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI Angkatan Laut, perbankan, pemerintah daerah, dan sejumlah mitra strategis lainnya.

Ada Layanan Penukaran Uang dan Edukasi Rupiah

Dalam ekspedisi tersebut, Tim ERB Mandiri Jawa Timur juga memberikan layanan penukaran uang Rupiah kepada masyarakat.

Layanan itu menjadi bagian dari penerapan kebijakan pengedaran uang bersih atau clean money policy.

Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

Edukasi tersebut mencakup pemahaman mengenai ciri keaslian uang Rupiah, cara memperlakukan dan merawat uang Rupiah dengan baik, serta penggunaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai peran Rupiah dalam mendukung aktivitas dan perekonomian nasional.

Rupiah sebagai Simbol Kedaulatan Negara

Melalui ERB Jawa Timur 2026, Bank Indonesia dan para mitra strategis berkomitmen memperluas jangkauan layanan Rupiah sekaligus meningkatkan literasi masyarakat di wilayah kepulauan.

Program tersebut diharapkan turut mendorong penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan memperlakukan Rupiah dengan baik serta menerapkan semangat Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

"Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan negara, identitas bangsa, dan pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Ibrahim.

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : ANTARA
ERB 2026 Jawa Timur tni al bank indonesia bi