SLEMAN – BRI Peduli sebagai payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu fokusnya diwujudkan melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak berbasis masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Desa Brilian 1000 Hari Pertama Kehidupan dengan pembangunan Posyandu Matahari di Desa Hargobinangun, Dusun Kaliurang Barat, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Posyandu Matahari diresmikan pada Selasa (4/8) dan dihadiri Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI dr. Niken Wastu Palupi, Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundations Toro Sudarmadi, Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, serta sejumlah pejabat lainnya.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, peresmian Posyandu Matahari menjadi simbol dimulainya implementasi Program Desa Brilian 1000 HPK di Desa Hargobinangun sekaligus menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.
Program ini berangkat dari peran strategis Posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan primer yang menjangkau langsung ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita di tingkat masyarakat.
"Melalui inisiatif ini kami berharap Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan rutin, tetapi juga menjadi pusat edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak dini," ungkapnya.
Program tersebut difokuskan pada revitalisasi layanan Posyandu melalui peningkatan kapasitas kader, pemanfaatan inovasi dan teknologi, penguatan edukasi kesehatan dan gizi, serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi kelompok sasaran. Selain itu, program juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui budidaya ikan sebagai sumber protein bergizi.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keberlanjutan layanan Posyandu sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
"Kami percaya bahwa ketika masyarakat tumbuh sehat dan sejahtera, maka desa akan semakin maju, ekonomi akan semakin kuat, dan masa depan bangsa akan semakin cerah. Melalui BRI Peduli, kami akan terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia," tegasnya.
Kepala Desa Hargobinangun Amin Sarjito menyambut baik implementasi Program Desa Brilian 1000 Hari Pertama Kehidupan. Menurutnya, program tersebut memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan Posyandu sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
"Program ini membuat layanan Posyandu menjadi lebih baik dan nyaman. Kami berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan Posyandu demi kesehatan ibu dan anak," ujar Amin Sarjito.
Ia menambahkan, dukungan BRI Peduli tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas layanan Posyandu, tetapi juga pendampingan kepada para orang tua agar semakin siap menjaga kesehatan serta mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini. Program tersebut diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.
Desa Hargobinangun merupakan wilayah yang berada di lereng Gunung Merapi dengan potensi yang kuat pada sektor pariwisata, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat. Potensi tersebut terus dikembangkan melalui penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengembangan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas layanan dasar bagi warga.
Komitmen tersebut turut mengantarkan Desa Hargobinangun masuk dalam 40 Besar Desa Brilian 2023. Program Desa Brilian merupakan inisiatif BRI yang mendorong desa meningkatkan kapasitas tata kelola, inovasi, serta pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui penguatan Posyandu Matahari, BRI Peduli tidak hanya menghadirkan dukungan terhadap infrastruktur layanan kesehatan, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kesehatan dan kualitas sumber daya manusia sejak fase awal kehidupan.
Editor : M Firman Syah