Wagub Emil Dorong Talenta Muda Perkuat Ekosistem UMKM dan Industri Kreatif di Idea Fest 2026

Moh. Afik • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:36 WIB
Talenta Muda: Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, Saskia Tessy (empat dari kanan) saat acara Idea Fest 2026 di Surabaya yang menjadi ajang bagi talenta muda untuk mengexplore dan berkolaborasi dengan banyak pelaku bisnis di Surabaya dan Jatim.(Moh Afiq)
Talenta Muda: Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, Saskia Tessy (empat dari kanan) saat acara Idea Fest 2026 di Surabaya yang menjadi ajang bagi talenta muda untuk mengexplore dan berkolaborasi dengan banyak pelaku bisnis di Surabaya dan Jatim.(Moh Afiq)

RADAR SURABAYA– Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak talenta muda untuk menjadi motor penggerak penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kreatif.

Menurutnya, kolaborasi antara generasi muda, pelaku usaha, dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi kunci agar daya saing ekonomi Jawa Timur terus meningkat.

Ajakan tersebut disampaikan Emil saat membuka Idea Fest 2026 di Surabaya, Jumat (7/8).

Ia menilai perkembangan teknologi, khususnya AI, menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang harus direspons dengan inovasi dan kolaborasi.

Emil mengungkapkan, Jawa Timur memiliki sejarah panjang sebagai tempat lahirnya berbagai perusahaan besar yang mampu berkembang hingga tingkat nasional maupun internasional.

 Namun, keberhasilan tersebut harus terus dijaga melalui regenerasi pelaku usaha dan pembangunan ekosistem bisnis yang sehat.

Baca Juga: Mahasiswa Baru Jangan Terjebak Fomo, Bangun Relasi dan Manfaatkan Layanan Kampus Agar Cepat Beradaptasi

"Yang harus dibangun bukan hanya perusahaannya, tetapi juga komunitas atau ekosistemnya.

Semakin inovatif komunitasnya, semakin inovatif pula para pengusahanya," ujar Emil.

Menurutnya, penyelenggaraan Idea Fest merupakan contoh nyata bagaimana sebuah ekosistem kreatif dibangun.

Tahun lalu, ajang tersebut menghadirkan sekitar 100 pembicara dalam 80 sesi diskusi. Pada 2026, jumlahnya meningkat menjadi 200 pembicara dengan lebih dari 100 sesi.

Peningkatan tersebut, kata Emil, menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda Jawa Timur terhadap dunia bisnis, inovasi, dan ekonomi kreatif.

Ia mengingatkan peserta agar tidak hanya mengejar hasil yang diperoleh dari sebuah kegiatan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk menyerap inspirasi dari para narasumber.

"Hari ini kita dituntut untuk melompat, bukan hanya berjalan setahap demi setahap. Perubahan berlangsung sangat cepat sehingga kita harus mampu beradaptasi," katanya.

Baca Juga: Solusi untuk Berbagai Kendala di Jalan, Dari Ban Bocor hingga Mobil Mogok

Emil menjelaskan, transformasi digital telah mengubah kebutuhan pelaku UMKM.

Kini, banyak pelaku usaha memerlukan talenta muda yang menguasai pembuatan konten audiovisual, desain kemasan, identitas merek, hingga kampanye digital berbasis AI.

Karena itu, pemerintah terus mendorong terjalinnya kolaborasi antara UMKM yang sedang melakukan transformasi digital dengan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang teknologi.

Saat ini, sekitar 10.000 UMKM di Jawa Timur telah mendapatkan dukungan dari talenta muda. Meski demikian, perkembangan AI menuntut peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.

"Semoga Idea Fest mampu memperkuat ekosistem inovasi dan menggerakkan perekonomian, tidak hanya di Surabaya dan Jawa Timur, tetapi juga Indonesia bahkan dunia," tuturnya.

Sementara itu, Festival Director Idea Fest Surabaya, Saskia Tessy, mengatakan teknologi AI menjadi salah satu tema utama dalam penyelenggaraan tahun ini.

Selain meningkatkan pemahaman terhadap AI, peserta juga didorong membangun kolaborasi lintas sektor.

Pihaknya telah bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menghadirkan materi mengenai pemanfaatan AI yang mudah dipahami dan aplikatif bagi dunia usaha.

"Seluruh peserta memiliki kesempatan mengeksplorasi berbagai industri, belajar dari 200 narasumber yang terdiri atas pakar dan praktisi bisnis, sekaligus membangun kolaborasi," ujarnya.

Festival Director Idea Fest Jakarta, Olivia Febrina, menambahkan bahwa kolaborasi telah menjadi kebutuhan utama dalam pengembangan bisnis modern.

 Menurutnya, praktik kolaborasi lintas sektor telah berkembang pesat di Jakarta dan siap diterapkan di Surabaya.

Ia mencontohkan kolaborasi antara bisnis kuliner dengan layanan kesehatan, seperti konsep ruang usaha yang menggabungkan restoran dan studio pilates dalam satu lokasi.

Ada pula kafe yang bekerja sama dengan desainer interior untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih menarik.

"Pengalaman tersebut ingin kami hadirkan di Surabaya karena kota ini merupakan gerbang utama menuju Indonesia Timur dan memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar," kata Olivia.

Melalui Idea Fest 2026, pemerintah dan pelaku industri berharap lahir lebih banyak inovasi, kolaborasi, serta talenta muda yang mampu memperkuat daya saing UMKM dan industri kreatif Jawa Timur di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.(fix) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Idea Fest 2026 UMKM Jawa Timur emil elestianto dardak industri kreatif