RADAR SURABAYA – Kehadiran jaringan gas bumi (jargas) PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Kabupaten Lumajang mendapat respons positif dari masyarakat. Selain dinilai lebih praktis, penggunaan gas bumi juga dianggap mampu menghemat pengeluaran rumah tangga dibandingkan LPG 3 kilogram.
Salah seorang warga Kecamatan Klakah, Erniwati, mengaku lebih nyaman menggunakan jaringan gas PGN. Menurutnya, pasokan gas lebih terjamin sehingga tidak perlu khawatir ketika terjadi kelangkaan LPG bersubsidi.
"Kalau pakai gas melon sering tidak dapat barangnya. Jadi, kalau ada jargas ini, lebih nyaman dan tenang," ujar Erni.
Perempuan yang berjualan nasi lalapan itu mengungkapkan, sebelum beralih ke gas bumi, pengeluaran untuk membeli LPG mencapai sekitar Rp80 ribu per bulan. Setelah menggunakan jaringan gas PGN, tagihan bulanannya hanya berkisar antara Rp36 ribu hingga Rp46 ribu.
"Jadi memang lebih hemat," katanya.
Pengalaman serupa disampaikan Susiana, warga RT 01 RW 08 Desa Melawang, Kecamatan Klakah. Ia mengatakan, jaringan gas di rumahnya mulai terpasang pada 2023, ketika pembangunan jargas masih dilakukan secara bertahap di wilayah tersebut.
Menurut Susiana, kualitas api menjadi salah satu keunggulan utama jaringan gas bumi. Api yang stabil membuat aktivitas memasak menjadi lebih cepat dan nyaman.
"Yang membuat saya suka, kalau pakai jargas PGN ini, apinya besar dan stabil. Jadi memasak lebih tenang," tuturnya.
PGN Dorong Pemanfaatan Gas Bumi di Lumajang
Area Head PGN Pasuruan, Mochamad Arif, mengatakan pembangunan jaringan gas di wilayah Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang terakhir kali dilakukan melalui program yang didanai APBN pada 2023. Hingga kini, belum ada tambahan pembangunan jaringan baru.
Meski demikian, minat masyarakat menggunakan gas bumi non-subsidi dinilai cukup tinggi, terutama ketika terjadi pembatasan distribusi maupun kelangkaan LPG 3 kilogram.
"Kesadaran masyarakat menggunakan gas bumi yang tidak disubsidi cukup tinggi. Apalagi ketika terjadi pembatasan maupun kelangkaan LPG 3 kilogram. Kami berharap pemanfaatan jaringan gas dapat terus berkembang, termasuk di sektor horeka dan UMKM," kata Arif.
Baca Juga: Seleksi Direksi Kebun Binatang Surabaya (KBS), 24 Pelamar Memperebutkan Tiga Posisi Strategis
Di Kabupaten Lumajang, kuota awal pembangunan jaringan gas rumah tangga mencapai 4.020 sambungan rumah (SR). Saat ini, jumlah pelanggan aktif yang masih dikelola PGN tercatat sebanyak 2.777 sambungan.
Arif menjelaskan, berkurangnya jumlah pelanggan aktif sebagian besar disebabkan keterlambatan pembayaran yang berujung pada penghentian layanan.
Selain melayani pelanggan rumah tangga, PGN juga mulai menjajaki perluasan pemanfaatan gas bumi untuk sektor usaha. Bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang, perusahaan telah melakukan pendataan potensi pelanggan dari kalangan hotel, restoran, kafe, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kami sudah berdiskusi dengan pemerintah daerah terkait potensi pengembangan pelanggan di sektor horeka dan UMKM. Dari sisi PGN, kami siap apabila ada pelaku usaha yang ingin beralih menggunakan jaringan gas bumi," ujarnya. (nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan