Dari Lampung Selatan, Rabundo Bawa Cita Rasa Rendang Minang Menjangkau Pasar Nasional

M Firman Syah • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:52 WIB
Rumah BUMN BRI Jadi Pengungkit Rabundo, dari Lampung Selatan Menuju Pasar Nasional.
Rumah BUMN BRI Jadi Pengungkit Rabundo, dari Lampung Selatan Menuju Pasar Nasional.

LAMPUNG SELATAN – Berawal dari keresahan melihat bumbu rendang impor terpajang di rak swalayan, Tika Hayana mengambil langkah berani. Ia mengubah keresahan tersebut menjadi peluang dengan membangun Rabundo, usaha bumbu instan masakan Padang yang mengusung cita rasa autentik Minangkabau dan kini mulai menjangkau pasar nasional.

Usaha yang didirikan pada 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan itu berangkat dari keinginan menghadirkan kembali kebanggaan terhadap produk kuliner Indonesia.

"Rabundo berangkat dari keresahan pendiri yang melihat ada bumbu rendang di rak swalayan yang diimpor dari negara tetangga," ungkap Tika.

Sebagai keturunan asli Minangkabau, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan bagi Tika. Mengapa rendang yang menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia justru bumbunya diproduksi oleh negara lain. Keresahan itu kemudian berkembang menjadi tekad untuk menghadirkan bumbu rendang asli Minang yang mampu bersaing di pasar.

Namun, membangun usaha dari nol bukan perkara mudah. Selain mempertahankan autentisitas cita rasa, Tika harus memastikan produknya memiliki identitas yang kuat, dapat diterima konsumen, serta memenuhi berbagai persyaratan legalitas untuk memperluas akses pasar.

Hubungan Tika dengan BRI sendiri telah terjalin sejak 2023 ketika ia menjadi nasabah. Saat Rabundo mulai beroperasi pada 2025, ia memanfaatkan QRIS BRI untuk mendukung transaksi usahanya.

Pemanfaatan transaksi digital tersebut membantu Rabundo melayani pembayaran pelanggan secara lebih praktis, cepat, dan aman. Bagi usaha yang tengah berkembang, efisiensi transaksi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus memberikan kemudahan bagi konsumen.

Dukungan terhadap pengembangan Rabundo berlanjut ketika Tika, atas rekomendasi sesama pelaku UMKM, bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni. Melalui ekosistem tersebut, ia memperoleh berbagai pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat fondasi bisnis.

"Pertama kali mengenal Rumah BUMN BRI Bakauheni dari teman yang lebih dulu menjadi anggota. Beliau menyarankan saya untuk ikut bergabung karena akan banyak manfaat yang bisa didapatkan untuk meningkatkan performa usaha yang sedang kita jalani, baik dari segi fasilitas legalitas, pelatihan sampai bazar," kenangnya.

Keputusan bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan Rabundo. Di tengah berbagai tantangan yang lazim dihadapi UMKM pada fase awal pertumbuhan, Tika tidak hanya memperoleh akses terhadap program pengembangan kapasitas, tetapi juga menemukan ruang belajar dan jejaring dengan sesama pelaku usaha.

Berbagai pelatihan dan pendampingan membantu Rabundo memperkuat aspek bisnis, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas, hingga kesempatan memperluas pasar melalui berbagai kegiatan promosi dan bazar.

"Peran Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk Rabundo sangat terlihat. Baru saja Rabundo terpilih sebagai UMKM yang difasilitasi untuk perhitungan angka nilai gizi yang bekerja sama dengan SIG, kemudian teman-teman yang lain juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat merek dagang secara gratis," ujarnya.

Bagi Tika, dukungan tersebut tidak berhenti pada aspek administratif. Legalitas usaha, sertifikasi merek, hingga informasi nilai gizi menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk sekaligus memenuhi standar yang dibutuhkan untuk memasuki pasar modern.

Pemanfaatan marketplace juga membuat jangkauan pemasaran Rabundo semakin luas. Produk yang bermula dari Desa Kekiling tersebut kini dapat menjangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

Di tengah ekspansi pasar, Tika berupaya mempertahankan identitas utama Rabundo sebagai bumbu rendang dengan cita rasa autentik Minangkabau yang praktis digunakan konsumen.

"Keunggulan yang dimiliki Rabundo adalah premium taste, authentic taste, dan praktis, tidak perlu tambah bumbu apa pun," tegasnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa melalui Rumah BUMN, BRI menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta memperoleh akses terhadap berbagai peluang pengembangan usaha.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM membangun fondasi bisnis yang semakin kuat sehingga mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan.

“Ketika UMKM mampu naik kelas, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha itu sendiri, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan kapasitas usaha akan mendorong peningkatan produksi, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya,” tutup Akhmad.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink BRI Peduli