Transformasi BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian Nasional

M Firman Syah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 09:12 WIB
BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.
BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi BRIvolution Reignite sebagai fondasi memperkuat daya saing Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah (value creation) yang semakin besar bagi perekonomian nasional.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI memastikan transformasi yang dijalankan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, tetapi juga memperluas kontribusi terhadap ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan sektor produktif serta dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, BRIvolution Reignite merupakan kerangka transformasi terintegrasi yang menjadi acuan Perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan daya saing, serta menciptakan manfaat berkelanjutan bagi negara, masyarakat, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

"BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation yang semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia," ujar Hery.

Transformasi tersebut bertumpu pada dua pilar utama yang didukung enam enabler sebagai penggerak perubahan di seluruh organisasi. Pilar Transform the Funding Franchise diarahkan untuk memperkuat struktur pendanaan BRI agar semakin efisien, stabil, dan berbasis dana murah melalui penguatan current account saving account (CASA) serta peningkatan kapabilitas transaction banking.

Sementara itu, pilar Revamp Existing Core and Build New Core difokuskan untuk memperkuat bisnis kredit mikro sebagai core business sekaligus membangun mesin pertumbuhan baru di segmen consumer banking yang mampu menjawab kebutuhan nasabah dan dinamika industri.

Implementasi transformasi tersebut tercermin pada kinerja Perseroan yang terus menguat. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun. Penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun, sementara laba bersih konsolidasian mencapai Rp15,5 triliun.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut turut mendorong penurunan cost of fund dari 2,98 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33 persen pada Triwulan I 2026.

Fundamental yang semakin kuat menjadi modal penting bagi BRI untuk memperluas fungsi intermediasi sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap agenda pembangunan nasional. Salah satu wujudnya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran tersebut didominasi sektor-sektor produktif yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan 869.285 debitur atau 42,68 persen dari total penerima KUR, disusul sektor perdagangan sebanyak 647.440 debitur atau 32,34 persen.

Selain menjadi motor utama penyaluran KUR nasional, BRI juga memegang peran strategis dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Hingga Juni 2026, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi BRI mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

Sekitar 97 persen dari total pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang telah menjangkau sekitar 131 ribu debitur. Sepanjang 2026 hingga Juni, penyaluran FLPP mencapai 19.075 unit atau sekitar 32,8 persen dari target 60 ribu unit.

Di sisi penyediaan hunian, hingga 19 Juli 2026 realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp10,7 triliun atau sekitar 89 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun. Pembiayaan tersebut menjangkau pelaku usaha sektor penyediaan hunian sekaligus masyarakat sebagai pembeli rumah sehingga diharapkan mampu memperkuat ekosistem perumahan, mendorong aktivitas ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja.

Hery menegaskan transformasi BRIvolution Reignite tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kinerja Perseroan, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

"Dengan dukungan seluruh Insan BRILiaN, kepercayaan masyarakat, serta sinergi bersama Danantara Indonesia, BRI optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," pungkas Hery.

Pada kesempatan terpisah, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan transformasi BUMN tidak hanya bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Dony, peningkatan kinerja BUMN harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Kepemimpinan yang kuat menjadi faktor utama agar perusahaan mampu terus bertumbuh dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

"Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan," ujar Dony.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink BRI Peduli