Berangkat dari Warisan Keluarga, KAINRATU Kembangkan Tenun Troso hingga Menembus Pasar Global Berkat Pemberdayaan Rumah BUMN BRI

M Firman Syah • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 07:21 WIB
KAINRATU menghadirkan beragam produk tenun, mulai dari kain hingga busana siap pakai.
KAINRATU menghadirkan beragam produk tenun, mulai dari kain hingga busana siap pakai.

 

JEPARA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program pendampingan, peningkatan kapasitas, serta pembukaan akses pasar. Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat program tersebut adalah KAINRATU, UMKM tenun asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, yang kini memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia hingga pasar internasional.

Co-Owner KAINRATU Maria Leoni mengatakan, usaha yang dijalankannya berawal dari tradisi keluarga yang telah lama menjadi perajin tenun ikat di Desa Troso. Selama hampir sembilan tahun, ia bersama tim mengembangkan usaha tersebut, bermula dari membantu memasarkan hasil tenun orang tuanya melalui situs gardutroso.com sebelum memperluas pemasaran melalui tokotenun.com dan kainratu.com sejak 2019.

“Awal mula usaha kami berangkat dari latar belakang keluarga sebagai penenun. Orang tua kami merupakan perajin tenun ikat dan kami tinggal di Desa Troso, Jepara, yang dikenal sebagai sentra tenun ikat,” ujar Maria.

KAINRATU menghadirkan beragam produk tenun, mulai dari kain hingga busana siap pakai. Produk unggulannya antara lain Kain Tenun Double Ikat 3 Dimensi dan Tenun Endek CSM yang mengangkat motif khas Jepara, Kalimantan, Sumba, hingga Nusa Tenggara Timur. Produk-produknya kini telah dipasarkan ke Amerika Serikat, Jepang, Myanmar, Thailand, Arab Saudi, Portugal, Malaysia, dan Selandia Baru.

Selain menyediakan layanan desain kustom dan pembuatan motif seragam bagi perusahaan, instansi pemerintah, maupun lembaga pendidikan, KAINRATU juga menerapkan konsep fair pricing serta membuka program kunjungan industri dan pelatihan menenun bagi masyarakat maupun pelajar.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Maria mengenal Rumah BUMN BRI saat berkunjung ke kantor BRI. Dari sana, KAINRATU mengikuti seleksi BRIncubator dan berhasil menjadi salah satu peserta program pembinaan tersebut.

Maria mengaku berbagai pelatihan yang diberikan Rumah BUMN BRI membantu meningkatkan kapasitas usahanya, terutama melalui pendampingan dari mentor berpengalaman serta materi yang aplikatif untuk pengembangan bisnis.

“Rumah BUMN BRI telah memberikan banyak manfaat bagi pengembangan usaha kami melalui berbagai pelatihan yang dibawakan oleh mentor berpengalaman,” imbuhnya.

Pelatihan pengembangan produk, pengemasan, dan pemasaran digital dari Rumah BUMN BRI turut memperkuat strategi bisnis KAINRATU. Selain itu, usaha tersebut juga lolos kurasi untuk mengikuti BRI UMKM EXPO(RT), sehingga memperoleh peluang promosi dan perluasan pasar yang lebih luas.

Hingga akhir Maret 2026, BRI telah membina 54 Rumah BUMN di berbagai wilayah Indonesia dan menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing pelaku UMKM.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan perjalanan KAINRATU membuktikan bahwa warisan budaya lokal memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi bisnis berdaya saing global apabila didukung inovasi dan pengembangan kapasitas pelaku usaha.

“Perjalanan KAINRATU menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga potensi ekonomi yang mampu bersaing di pasar global,” pungkas Akhmad.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink BRI Peduli