Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS, Perkuat Akses Keuangan dalam Ekosistem Danantara

M Firman Syah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 17:05 WIB
Penguatan transaksi digital dan penghimpunan dana tersebut turut menopang kinerja keuangan BRI hingga Triwulan I 2026.
Penguatan transaksi digital dan penghimpunan dana tersebut turut menopang kinerja keuangan BRI hingga Triwulan I 2026.

 

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari upaya menciptakan value creation bersama Danantara. Melalui pengembangan ekosistem merchant dan QRIS, BRI mencatat pertumbuhan bisnis yang signifikan sekaligus memperkuat penghimpunan dana murah berbasis transaksi serta memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Kinerja tersebut tercermin pada pertumbuhan bisnis merchant dan QRIS hingga Triwulan I 2026. Jumlah merchant BRI mencapai 323,7 ribu, dengan volume transaksi tumbuh 26,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp67,9 triliun. Sementara itu, volume transaksi QRIS melonjak 76 persen yoy menjadi Rp30,5 triliun. Jumlah transaksinya juga meningkat 86,7 persen secara tahunan hingga menembus lebih dari 253 miliar transaksi.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan penguatan ekosistem merchant dan QRIS tidak hanya memperluas jaringan transaksi, tetapi juga memperkuat penghimpunan dana murah berbasis transaksi sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk berkembang.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen BRI sebagai bagian dari Danantara dalam menciptakan nilai melalui layanan keuangan yang semakin efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Seiring dengan meningkatnya transaksi digital, BRI terus menghadirkan solusi pembayaran yang aman, mudah, dan andal bagi masyarakat. Hingga saat ini, 98,9% transaksi BRI telah dilakukan melalui e-channel. Di saat yang sama, kami juga terus memperkuat literasi keuangan digital, khususnya dalam pemanfaatan QRIS, agar adopsi pembayaran non-tunai semakin luas dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Aquarius.

Melalui dukungan sistem pembayaran yang terintegrasi serta akselerasi transformasi BRIvolution Reignite, BRI terus memperkuat funding franchise melalui optimalisasi kanal digital. Strategi tersebut dijalankan dengan meningkatkan akuisisi dan pengelolaan transaksi nasabah, memperkuat kemitraan dengan merchant, serta mengembangkan ekosistem pembayaran di berbagai segmen usaha.

Penguatan transaksi digital dan penghimpunan dana tersebut turut menopang kinerja keuangan BRI hingga Triwulan I 2026. Total aset perseroan tercatat mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pendanaan, BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.555,1 triliun hingga Maret 2026 atau tumbuh 9,4 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didukung oleh semakin kuatnya komposisi dana murah (CASA) konsolidasian yang mencapai Rp1.058,6 triliun atau setara 68,07 persen dari total DPK, meningkat dibandingkan 65,77 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink BBRI