Pelatihan Ekspor BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

M Firman Syah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 11:51 WIB
Usaha yang dirintis sejak 2020 oleh Febrina Lossu itu berawal dari tekad memanfaatkan potensi besar industri mebel Indonesia.
Usaha yang dirintis sejak 2020 oleh Febrina Lossu itu berawal dari tekad memanfaatkan potensi besar industri mebel Indonesia.

SUKOHARJO – Keberhasilan sebuah usaha kerap berawal dari keberanian membaca peluang. Kisah tersebut tercermin dalam perjalanan CV Swakarya Jaya Furniture, pelaku usaha mebel asal Sukoharjo, Jawa Tengah, yang berhasil menembus pasar internasional setelah melalui proses panjang yang penuh tantangan.

Usaha yang dirintis sejak 2020 oleh Febrina Lossu itu berawal dari tekad memanfaatkan potensi besar industri mebel Indonesia. Berbekal semangat belajar secara mandiri, ia mendalami industri kayu dan pasar ekspor meski tanpa modal besar maupun fasilitas produksi yang memadai. Langkah demi langkah, usahanya berkembang hingga mampu menjangkau pasar global.

"Karena melihat adanya peluang ekspor kayu atau mebel, maka saya memberanikan diri untuk mulai mencari tahu tentang industri mebel dan pasar ekspor. Dari situ saya juga mulai mencari buyer agar usaha ini bisa berkembang," ujar Febrina.

Dalam perjalanannya, keterbatasan modal menjadi tantangan terbesar. Seluruh proses bisnis dibangun dari nol, bahkan tanpa memiliki tempat produksi sendiri. Seiring berkembangnya usaha, tantangan bergeser pada upaya memperluas jaringan pemasaran dan mendapatkan buyer baru agar produk mampu terus bersaing di pasar internasional.

“Kendala utama kami terletak pada keterbatasan modal, karena saya tidak memulai usaha dengan modal. Tanpa punya tempat kerja, semua dimulai dari nol. Untuk saat ini kendala utamanya adalah mencari buyer," tuturnya.

Di tengah proses pengembangan usaha, Febrina terus meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai pelatihan, salah satunya Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan BRI Peduli.

Program tersebut memberikan pembekalan komprehensif kepada pelaku UMKM mengenai proses ekspor, mulai dari penyusunan dokumen, mekanisme pembayaran internasional, hingga tata kelola pengiriman barang. Materi tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha menjalankan transaksi ekspor secara lebih aman sekaligus meminimalkan berbagai risiko.

Bagi Febrina, pelatihan tersebut menjadi pengalaman yang memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan bisnis ekspor. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat langsung diterapkan dalam operasional usaha sehari-hari.

"Setelah mengikuti pelatihan, saya jadi mengetahui beberapa langkah yang sebelumnya tidak pernah saya pahami. Sekarang saya lebih mengerti tentang dokumen ekspor, sistem pembayaran, hingga jasa angkut. Pengetahuan ini sangat membantu karena membuat proses ekspor menjadi lebih aman dan dapat mengurangi risiko," ungkapnya.

Berbekal pengetahuan tersebut, disertai konsistensi menjaga kualitas produk dan memperluas jaringan pasar, CV Swakarya Jaya Furniture kini berhasil mengekspor produknya ke Spanyol dan Amerika Serikat.

Bagi Febrina, perjalanan usahanya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkembang. Keberanian memulai dari nol, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan melalui program pengembangan kapasitas menjadi modal penting dalam membawa produk lokal Indonesia bersaing di pasar dunia.

Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa produk mebel karya anak bangsa memiliki daya saing tinggi dan mampu diterima di pasar internasional.

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan naik kelas melalui Program Pelatihan Ekspor.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai tahapan memulai ekspor secara mandiri dan strategis, sekaligus memperkuat kesiapan mereka untuk bersaing di pasar internasional.

Selain itu, pelatihan difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memahami strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, hingga pengemasan dan branding produk sesuai standar internasional.

"Kisah CV Swakarya Jaya Furniture menjadi salah satu contoh bahwa ketika semangat pelaku UMKM bertemu dengan akses pembelajaran yang tepat, peluang untuk tumbuh dan menjangkau pasar internasional semakin terbuka," tegas Dhanny.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink BBRI