Kisah UMKM di Cimahi, Omzet Meningkat Berkat Pelatihan Sertifikasi Halal BRI Peduli

M Firman Syah • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 15:33 WIB
Melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI, BUNCY memperoleh kesempatan melengkapi legalitas usahanya.
Melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI, BUNCY memperoleh kesempatan melengkapi legalitas usahanya.

CIMAHI – Banyak usaha lahir dari situasi yang penuh tantangan. Hal itu pula yang dialami Lucy Emilda, pendiri BUNCY, usaha rumahan penghasil cheese stick yang dirintis pada 2020 saat pandemi Covid-19. Berawal dari dapur sederhana di Cimahi, Jawa Barat, Lucy bertekad menghadirkan camilan berkualitas sekaligus menopang perekonomian keluarganya.

Seiring waktu, BUNCY terus berkembang dengan mengedepankan cita rasa dan kualitas produk. Di balik setiap kemasan cheese stick yang diproduksi, tersimpan semangat untuk menghadirkan camilan yang dapat dinikmati berbagai kalangan sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Namun, perjalanan membangun usaha tidak selalu mudah. Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin ketat, membangun kepercayaan konsumen menjadi tantangan utama yang dihadapi Lucy.

Baginya, kepercayaan merupakan modal penting agar produk dapat diterima pasar. Karena itu, sertifikasi halal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing usaha.

"Usaha kuliner, khususnya yang telah memiliki sertifikat halal, lebih mudah mendapatkan kepercayaan konsumen," ujarnya.

Selain memberikan rasa aman kepada konsumen, sertifikasi halal juga meningkatkan kepercayaan diri Lucy dalam memasarkan produknya kepada calon pembeli maupun mitra usaha.

Melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI, BUNCY memperoleh kesempatan melengkapi legalitas usahanya. Sertifikat halal menjadi pijakan awal bagi Lucy untuk membawa usahanya berkembang lebih jauh.

Setelah memperoleh sertifikasi halal, Lucy melanjutkan proses pengurusan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) agar legalitas produknya semakin lengkap dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Setelah memiliki Sertifikasi Halal saya lanjut mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dengan kelengkapan tersebut saya bisa lebih luas melakukan jangkauan pasar dan berdampak pada peningkatan revenue usaha saya," cerita Lucy.

Bagi Lucy, manfaat program tersebut tidak hanya terletak pada sertifikat yang diperoleh, tetapi juga proses pendampingan yang memudahkan seluruh tahapan pengurusan. Mulai dari pemenuhan persyaratan hingga administrasi, seluruh proses berjalan dengan arahan yang jelas sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.

"Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi saya mendapatkan sertifikat halal, dengan segala kemudahan syarat dan administrasi, petunjuk dari petugas saya merasa sangat terbantu. Usaha saya sangat terbantu dengan program ini," imbuhnya.

Berkat legalitas usaha yang semakin lengkap, BUNCY kini terus berkembang dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Usaha yang lahir dari dapur sederhana di tengah pandemi tersebut menjadi bukti bahwa pendampingan yang tepat mampu membantu pelaku UMKM memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus mengambil peran dalam mendukung pelaku UMKM melalui pelatihan serta fasilitasi sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing produk di pasar.

Melalui program tersebut, BRI berharap pelaku UMKM mampu menjaga kualitas produk, memperluas akses pasar, serta semakin siap untuk naik kelas.

"Kisah Lucy dan produk BUNCY menjadi contoh nyata pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat dari pelatihan sertifikasi halal yang diselenggarakan BRI Peduli. Kami terus membantu pelaku UMKM di berbagai daerah untuk dapat memperluas akses pasar dan mendorong UMKM naik kelas,” tegas Dhanny.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink BRI Peduli