RADAR SURABAYA – Perlambatan pasar properti belum menyurutkan langkah pengembang apartemen Westown View Surabaya untuk terus berinovasi.
Di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan, pengembang memilih memperkuat nilai tambah proyek dengan menghadirkan fasilitas baru, mulai dari sekolah, serviced apartment, hingga area komersial.
Strategi tersebut diyakini mampu meningkatkan minat pembeli sekaligus memperkuat nilai investasi apartemen di kawasan Surabaya Barat yang pertumbuhannya terus berkembang.
Direktur Utama Westown View Apartemen, Wahyu Setyaningsih, mengatakan sektor properti, khususnya apartemen, masih menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi.
Kondisi tersebut membuat calon konsumen semakin selektif sebelum memutuskan membeli hunian.
Karena itu, Westown View memilih meningkatkan kualitas fasilitas agar apartemen tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga kawasan terpadu yang mampu memenuhi kebutuhan penghuni.
Baca Juga: Tren Jam Tangan Mewah di Surabaya, Kolektor Rela Rogoh Kocek hingga Ratusan Juta
"Kami menambah fasilitas pendidikan Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM). Saat ini masih jenjang PG dan TK. Ke depan akan dikembangkan hingga SD, SMP, dan SMA," ujar Wahyu saat meninjau show unit Westown View Apartemen, Sabtu (11/7).
Menurutnya, kehadiran fasilitas pendidikan menjadi salah satu kebutuhan utama penghuni.
Mayoritas penghuni Westown View merupakan pekerja profesional dan keluarga muda yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak mereka.
Selain sekolah, Westown View juga akan menghadirkan Serviced Apartment by Ascott yang ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.
Pengelola telah menjalin kerja sama dengan jaringan operator perhotelan Ascott untuk menghadirkan layanan apartemen berstandar hotel.
Tak hanya itu, kawasan apartemen juga akan dilengkapi grocery store. Saat ini proses kerja sama dengan sejumlah calon mitra masih berlangsung dan menunggu penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS).
"Kami juga akan menambah taman untuk anak-anak dan keluarga. Land bank kami masih sekitar 9.000 meter persegi sehingga masih memungkinkan pengembangan berbagai fasilitas baru," katanya.
Penjualan Capai 80 Persen, Investor Mulai Mendominasi
Penambahan fasilitas tersebut mulai memberikan dampak positif terhadap penjualan.
Dari total 954 unit yang dipasarkan, sekitar 70–80 persen telah terjual dengan kisaran harga Rp450 juta hingga Rp1,3 miliar per unit.
Harga tersebut meningkat dibandingkan saat pertama kali dipasarkan yang berada di kisaran Rp350 juta per unit.
Wahyu mengungkapkan, profil pembeli juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya didominasi end user, kini semakin banyak investor yang membeli unit untuk disewakan.
Menurutnya, tingkat imbal hasil (yield) sewa apartemen masih cukup menarik, mencapai sekitar 6 persen per tahun dengan potensi pendapatan sewa sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan, tergantung tipe unit.
"Dengan strategi ini kami berharap seluruh unit apartemen dapat terjual habis pada 2028.
Apalagi perkembangan Surabaya Barat sangat pesat dengan akses yang semakin mudah sehingga prospeknya sangat baik untuk hunian maupun investasi," ujarnya.
Mayoritas Unit Bertipe Studio
Sementara itu, Marketing Manager Westown View Apartemen Teddy Setiawan menjelaskan, proyek tersebut menawarkan tiga tipe unit, yakni studio, one bedroom, dan two bedroom.
Sekitar 70 persen dari total 954 unit merupakan tipe studio yang menjadi pilihan utama konsumen.
Hingga Juni 2026, sekitar 240 unit telah diserahterimakan kepada pembeli. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi
sekitar 300 unit hingga akhir tahun seiring bertambahnya penghuni yang mulai menempati apartemen.
Menurut Teddy, tren pembelian juga berubah. Konsumen kini lebih menyukai unit yang telah dilengkapi furnitur sehingga seluruh sisa unit dipasarkan dalam kondisi fully furnished.
"Selama bulan ini kami juga menghadirkan program flash sale sebelum dilakukan penyesuaian harga," pungkasnya.(fix)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan