Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mentrans Gandeng Konten Kreator, Produk Unggulan Kawasan Transmigrasi Dibidik Tembus Pasar Global

Moh. Afik • Minggu, 12 Juli 2026 | 13:27 WIB
Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak para konten kreator dan pelaku afiliasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam memasarkan produk unggulan kawasan transmigrasi.
Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak para konten kreator dan pelaku afiliasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam memasarkan produk unggulan kawasan transmigrasi.

RADAR SURABAYA – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak para konten kreator dan pelaku afiliasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam memasarkan produk unggulan kawasan transmigrasi.

Melalui pemanfaatan ekosistem digital, pemerintah menargetkan komoditas unggulan dari berbagai daerah mampu

menembus pasar nasional hingga internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran.

Ajakan tersebut disampaikan Iftitah saat membuka FYC Fest 2026 di Surabaya, Sabtu (11/7).

Menurutnya, paradigma transmigrasi kini telah berubah dari sekadar program perpindahan penduduk menjadi strategi

membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis potensi daerah dan didukung teknologi digital.

"Paradigma transmigrasi kini telah bergeser, tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan membangun pusat-pusat

pertumbuhan ekonomi baru berbasis kawasan yang didukung teknologi digital," ujar Iftitah.

Baca Juga: Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Duel Klasik Kembali Tersaji

Untuk mempercepat transformasi tersebut, Kementerian Transmigrasi menggandeng 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia serta para konten kreator guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia,

memperkuat pendampingan usaha, mendorong pemanfaatan teknologi, hingga membuka akses pasar bagi berbagai produk unggulan kawasan transmigrasi.

Ia menjelaskan, kawasan transmigrasi memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga pariwisata.

Potensi tersebut dinilai akan berkembang lebih cepat apabila didukung sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pelaku ekonomi digital.

Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah produk unggulan kawasan transmigrasi telah berhasil menembus pasar ekspor,

di antaranya kelapa asal Halmahera yang telah dipasarkan ke Tiongkok serta durian dari Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

"Sekarang adalah eranya kolaborasi. Dengan teknologi digital, kami ingin para konten kreator dan afiliator ikut memasarkan produk-produk unggulan kawasan transmigrasi.

Bahkan, para transmigran kami dorong menjadi konten kreator agar mampu membuka pasar yang lebih luas," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan transformasi digital harus dimanfaatkan

untuk meningkatkan produktivitas daerah, bukan sekadar memperbesar konsumsi produk dari luar.

Dengan nilai perekonomian Jawa Timur yang telah melampaui Rp3.000 triliun per tahun, Emil menilai provinsi ini memiliki posisi

strategis sebagai penghubung antara daerah asal dan daerah tujuan transmigrasi melalui penguatan jaringan usaha berbasis digital.

"Kami ingin pelaku usaha di Jawa Timur mengambil peran sebagai off-taker bagi produk-produk kawasan transmigrasi sehingga tercipta hubungan ekonomi yang saling menguntungkan antarwilayah.

Transmigrasi saat ini telah berkembang menjadi pembangunan ekosistem ekonomi yang terintegrasi melalui teknologi digital guna menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru sekaligus memperkuat perekonomian nasional," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur FYC Group Kenneth Symour mengatakan FYC Fest Surabaya 2026 menjadi penyelenggaraan perdana festival tersebut di Surabaya pada 10–12 Juli 2026.

Kegiatan ini menghadirkan konten kreator, afiliator, pelaku UMKM, komunitas, hingga berbagai merek dalam satu ekosistem kolaborasi.

"Festival ini menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, industri, kreator digital, UMKM, dan komunitas dalam memperkuat ekosistem ekonomi Indonesia," kata Kenneth.

Baca Juga: Julian Alvarez Selamatkan Argentina! Gol Menit ke-112 Bungkam Swiss, La Albiceleste Jumpa Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Perwakilan FYC Fest Surabaya, Fabienne Nicole, menambahkan festival ini menghadirkan berbagai agenda,

mulai dari FYCreator Academy, lokakarya, FYC Top Creator Talkshow, brand activation, hingga sesi business matching antara kreator dan berbagai merek.

Menurut Fabienne, Surabaya dipilih sebagai kota pertama penyelenggaraan karena memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif dan digital.

Ke depan, FYC Fest direncanakan digelar di berbagai kota di Indonesia untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.(fix) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#FYC Fest 2026 #Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara #Menteri Transmigrasi #konten kreator