SURABAYA – PT HM Sampoerna Tbk - SKT Plant Rungkut 1 dan Plant Rungkut 2 Surabaya melaksanakan salah satu rangkaian dalam sertifikasi Alliance for Water Stewardship (AWS) melalui kegiatan Stakeholder Meeting yang digelar pada Rabu (01/07/2026) di Ballroom Morazen Hotel.
Kegiatan ini menjadi bagian tidak terpisahkan dalam proses sertifikasi AWS yang dilakukan oleh PT HM Sampoerna Tbk - SKT Plant Rungkut 1 dan Plant Rungkut 2 Surabaya. Dalam forum tersebut, sejumlah pemangku kepentingan dari instansi pemerintah turut memberikan pandangan terkait isu air dan lingkungan di wilayah Kota Surabaya.
Dalam paparannya, Sulung Prasetyo, Manager Manufacturing Sustainability PT HM Sampoerna Tbk, mengatakan bahwa kegiatan Stakeholder Meeting AWS 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan di Surabaya.
”Tahun lalu, PT HM Sampoerna Tbk - SKT Plant Rungkut 1 dan Plant Rungkut 2 Surabaya telah mendapatkan sertifikat AWS. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berkontribusi,” jelasnya.
Sulung menambahkan bahwa berbagai kegiatan telah dilaksanakan sebagai rangkaian dari sertifikasi AWS. ”Berbagai upaya inisiasi telah kami laksanakan baik di internal maupun eksternal pabrik. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi standar AWS dan dalam upaya melestarikan keberlanjutan air,” paparnya.
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada, Achmad Prihadi, menyampaikan kondisi seputar penyediaan air di Surabaya. “PDAM Surya Sembada berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Surabaya,” ujarnya.
Ia juga membuka opsi agar ke depannya ada kolaborasi yang dilakukan, baik dalam penggunaan air maupun kegiatan bersama. Hal ini sejalan dengan konsep kolaborasi yang diusung oleh PT HM Sampoerna Tbk. melalui sertifikasi Alliance for Water Stewardship dalam mendukung keberlanjutan lingkungan terutama dalam konteks keberlanjutan air.
Sementara itu, Satiah, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, menerangkan bagaimana kondisi sampah dan lingkungan di Kota Surabaya.
“Faktanya, kondisi sampah di Surabaya tiap hari adalah 1800 ton. DLH Kota Surabaya terus berupaya meningkatkan upaya untuk menanggulangi permasalahan sampah. Misalnya, edukasi penggunaan popok guna ulang, edukasi pemilahan sampah, dan bagaimana bahaya sampah terhadap air,” terangnya
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya menjadi catatan penting untuk terus diperhatikan. Meski fasilitas dan sarana kebersihan telah diupayakan sebaik mungkin.
Senada dengan hal tersebut, Lucas Wisnuaji, Kepala UPT Puskesmas Gununganyar Surabaya, menyebutkan bahwa permasalahan lingkungan di Surabaya titik krusialnya pada habit masyarakat.
“Yang paling susah memang mengubah perilaku masyarakat. Ketika diberikan pertanyaan atau diajak berdiskusi, mereka memahami bagaimana pengelolaan lingkungan yang baik. Namun, praktiknya yang perlu untuk terus digalakkan,” paparnya.
Ia juga menjelaskan bahwa berbagai upaya dari Puskesmas Gununganyar dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang bersih. “Namun begitu, perlu adanya sinergi multipihak untuk mewujudkan air dan lingkungan yang bersih, kebiasaan yang baik, dan kehidupan berkelanjutan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, PT HM Sampoerna Tbk - SKT Plant Rungkut 1 dan Plant Rungkut 2 Surabaya menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya dalam aspek pengelolaan air dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Stakeholder Meeting dihadiri oleh berbagai perwakilan dari pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk semua pihak. (nin)
Editor : Lambertus Hurek