Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Suparma Bagikan Dividen Saham, Perkuat Modal demi Genjot Penjualan dan Produksi pada 2026

Moh. Afik • Rabu, 1 Juli 2026 | 04:27 WIB
Pacu Penjualan: Jajaran Direksi dan Komisaris PT Suparma Tbk menunjukan sejumlah produk unggulan kertas tissue untuk mengejar target pertumbuhan penjualan tahun 2026. (PT Suparma Tbk)
Pacu Penjualan: Jajaran Direksi dan Komisaris PT Suparma Tbk menunjukan sejumlah produk unggulan kertas tissue untuk mengejar target pertumbuhan penjualan tahun 2026. (PT Suparma Tbk)

RADAR SURABAYA – PT Suparma Tbk (SPMA) memilih memperkuat struktur permodalan melalui pembagian dividen saham sebagai strategi menghadapi tantangan ekonomi pada 2026.

Di tengah daya beli masyarakat yang masih melemah, produsen kertas tisu dan kertas laminasi tersebut tetap optimistis mampu

meningkatkan penjualan, produksi, dan memperluas distribusi produk hingga akhir tahun.

Direktur PT Suparma Tbk, Hendro Luhur, mengatakan kondisi pasar sepanjang tahun ini masih dipengaruhi perlambatan ekonomi yang berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

Namun, perseroan tetap menargetkan pertumbuhan kinerja melalui penguatan modal, peningkatan kapasitas produksi, dan ekspansi jaringan distribusi.

Baca Juga: Inggris vs RD Kongo: Krisis Bek Kanan Hantui Inggris, Reece James dan Quansah Diragukan

 "Meskipun kondisi masih challenging, kami tetap optimistis tahun ini ada pertumbuhan dibandingkan tahun lalu," ujar Hendro, Selasa (30/6).

Penjualan Suparma Tembus Rp1,1 Triliun

Hingga Mei 2026, Suparma mencatat penjualan sebesar Rp1,1 triliun, atau mencapai 39,1 persen dari target penjualan tahun ini sebesar Rp3 triliun.

Target tersebut meningkat 7,1 persen dibandingkan target penjualan tahun 2025.

Dari sisi volume, realisasi penjualan mencapai 92.960 metrik ton (MT) atau 36,5 persen dari target penjualan sebesar 255.000 MT pada 2026.

 Target volume penjualan tersebut naik 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, produksi kertas mencapai 97.994 MT, setara 39,2 persen dari target produksi tahunan sebesar 250.000 MT.

Target produksi tersebut meningkat 10,7 persen dibandingkan target produksi 2025.

Menurut Hendro, capaian lima bulan pertama menjadi modal penting bagi perseroan untuk mempercepat pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini.

Baca Juga: Haaland Antar Norwegia Singkirkan Pantai Gading 2-1, Cetak Sejarah Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

 "Dengan pencapaian lima bulan pertama tahun ini, kami semakin optimistis target pertumbuhan dapat tercapai. Kami akan mendorong penjualan pada semester II 2026," katanya.

Tidak Bagikan Dividen Tunai, Pilih Dividen Saham

Meski laba komprehensif tahun buku 2025 meningkat 1,6 persen menjadi Rp104,8 miliar, Suparma memutuskan tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham.

Setelah menyisihkan dana cadangan wajib sebesar Rp20 miliar, sisa laba akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan,

mendukung pengembangan usaha, meningkatkan kapasitas mesin Refuse Derived Fuel (RDF), membangun fasilitas pendukung Mesin Kertas Nomor 11 (MK 11), meningkatkan kualitas de-inking machine,

mesin cetak, instrumen Quality Assurance (QA), serta pembangunan gedung perkantoran.

Sebagai gantinya, perseroan akan membagikan dividen saham melalui kapitalisasi saldo laba dengan nilai maksimal Rp492,04 miliar, yang dikonversi menjadi sebanyak-banyaknya 1.230.095.230 lembar saham baru.

 "Rasio pembagian dividen saham adalah 100:30, yaitu setiap pemegang 100 saham lama dengan nilai nominal Rp400 per saham akan memperoleh 30 saham baru dengan nilai nominal yang sama," jelas Hendro.

Perkuat Modal dan Tingkatkan Likuiditas Saham

Hendro menuturkan pembagian dividen saham bertujuan memperkuat struktur permodalan perseroan sehingga lebih mudah memperoleh alternatif pendanaan untuk ekspansi bisnis.

Selain itu, kebijakan tersebut juga meningkatkan distribusi laba kepada pemegang saham tanpa membebani arus kas

perusahaan, sekaligus menambah jumlah saham beredar sehingga likuiditas saham SPMA di pasar menjadi lebih baik.

Di sisi lain, Suparma juga tengah menyiapkan peningkatan kapasitas produksi melalui investasi Mesin Kertas Nomor 11 (MK 11) senilai USD23 juta.

Investasi tersebut dibiayai melalui dana internal sebesar USD6 juta dan pinjaman sebesar USD17 juta.

Dengan tambahan mesin tersebut, kapasitas terpasang perseroan diproyeksikan meningkat menjadi 27.000 MT.

 Manajemen menargetkan MK 11 mulai beroperasi pada semester IV 2026.

 "Kami berharap MK 11 mulai berproduksi pada semester IV tahun ini sehingga dapat mendukung pertumbuhan produksi dan penjualan pada tahun-tahun berikutnya," pungkas Hendro.(fix) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Hendro Luhur #dividen saham #PT Suparma Tbk #Suparma