Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menerjang Ombak dari Pulau ke Pulau, Dedikasi Mantri Perempuan BRI Menjaga Akses Keuangan di Wilayah Kepulauan Sulawesi Tengah

M Firman Syah • Selasa, 30 Juni 2026 | 17:11 WIB

 

Eka Fitriyani Wulandari, Mantri BRI Unit Salakan, BRI Branch Office Luwuk secara rutin melayani masyarakat di Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Eka Fitriyani Wulandari, Mantri BRI Unit Salakan, BRI Branch Office Luwuk secara rutin melayani masyarakat di Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

BANGGAI KEPULAUAN – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam menghadirkan layanan keuangan hingga pelosok negeri tercermin dari dedikasi para mantrinya di lapangan. Salah satunya ditunjukkan oleh Eka Fitriyani Wulandari, Mantri BRI Unit Salakan, BRI Branch Office Luwuk, yang secara rutin melayani masyarakat di Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Di wilayah kepulauan yang akses antarwilayahnya sangat bergantung pada transportasi laut dengan kondisi cuaca yang kerap berubah, perempuan berusia 34 tahun itu tetap memastikan masyarakat memperoleh layanan perbankan secara berkelanjutan.

Eka bergabung dengan BRI sejak 2014 dan mulai mengemban tugas sebagai mantri pada 2018, setelah sebelumnya bertugas sebagai teller dan customer service. Peran tersebut membawanya lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberinya kesempatan memahami kebutuhan layanan keuangan secara langsung.

“Saya memilih berkarier sebagai mantri karena peran ini sangat dekat dengan masyarakat. Saya bisa bertemu langsung, berbaur, dan memahami kebutuhan nasabah di lapangan,” ujarnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Eka membuka akses pembiayaan, mengunjungi nasabah, mendampingi Agen BRILink, serta mengadakan pertemuan dengan masyarakat dan kelompok usaha. Melalui kegiatan tersebut, ia tidak hanya memetakan kebutuhan layanan keuangan, tetapi juga memberikan edukasi usaha kepada warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, petani kelapa, dan pelaku usaha sembako.

Untuk menjangkau pulau-pulau tersebut, Eka harus menempuh perjalanan laut menggunakan kapal maupun perahu dengan fasilitas terbatas. Kondisi ombak dan cuaca yang tidak selalu bersahabat menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas.

“Saya harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya, sehingga setiap perjalanan membutuhkan kesiapan mental. Meski demikian, saya tetap menjalaninya dan bersyukur karena melihat antusiasme masyarakat membuat seluruh perjalanan terasa sepadan,” ungkapnya.

Menurut Eka, tantangan sebagai mantri di wilayah kepulauan tidak hanya berasal dari medan perjalanan, tetapi juga keterbatasan infrastruktur, termasuk akses listrik yang memengaruhi komunikasi dengan nasabah. Di sisi lain, waktu kunjungan yang terbatas membuat setiap pertemuan harus dimanfaatkan secara maksimal. Di tengah berbagai tantangan tersebut, ia juga menjalankan peran sebagai seorang ibu yang terkadang harus berjauhan dengan keluarga, termasuk anaknya yang masih berusia tiga tahun.

“Kita harus percaya diri karena pada akhirnya diri kita sendiri yang akan membantu melewati setiap tantangan. Teruslah berkembang dengan menggali potensi yang dimiliki, dan yang terpenting bekerjalah dengan hati agar pekerjaan seberat apa pun tidak terasa sebagai beban,” tuturnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengapresiasi dedikasi Eka yang terus konsisten melayani dan mendampingi masyarakat hingga ke wilayah kepulauan. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan Eka merupakan representasi nyata dedikasi Mantri BRI dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif hingga wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil), sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di berbagai penjuru Indonesia.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #BRILian #BRILink