JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyambut positif kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang kembali mengalokasikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan nasional sekaligus memperkuat fungsi intermediasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengapresiasi kepercayaan yang kembali diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan industri perbankan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ujar Hery.
Ia menjelaskan, apabila kebijakan tersebut direalisasikan, tambahan likuiditas akan dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) dan manajemen risiko yang baik. Penyaluran pembiayaan akan diarahkan secara selektif ke sektor-sektor produktif, khususnya UMKM yang selama ini menjadi fokus utama BRI, dengan mempertimbangkan kualitas kredit serta kebutuhan pembiayaan yang riil.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas intermediasi perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan sesuai prospek usaha di berbagai sektor.
Kinerja pembiayaan BRI juga menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, total pembiayaan bank only mencapai Rp1.358 triliun, dengan mayoritas disalurkan kepada pelaku UMKM dan sektor riil. Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya dalam mendukung sektor-sektor produktif yang memiliki multiplier effect bagi perekonomian nasional, sejalan dengan mandat perseroan sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM.
"Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional," imbuh Hery.
Di sisi lain, untuk menjaga keseimbangan struktur pendanaan, BRI juga akan terus mengakselerasi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), terutama dana murah (Current Account Saving Account/CASA), melalui penguatan ekosistem digital perseroan.
Sebagai informasi, pada Juni 2026 pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana kembali menempatkan dana SAL kepada bank-bank Himbara sebagai bagian dari upaya menjaga likuiditas sistem perbankan di tengah dinamika perekonomian. Total dana yang akan ditempatkan mencapai Rp400 triliun dan didistribusikan kepada lima bank BUMN, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI.
“Dengan fundamental yang kuat serta fokus pada UMKM, BRI optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” tutup Hery Gunardi.
Editor : M Firman Syah