Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dua Dekade Perjuangan Rosidah Membesarkan UMKM Gula Merah, Makin Berkembang Berkat KUR BRI Sumenep

M Firman Syah • Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:44 WIB

 

Pada masa awal merintis, Rosidah harus menghadapi keterbatasan modal dan peralatan produksi yang masih sangat sederhana. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk terus mengembangkan usaha demi menghidupi keluarga.
Pada masa awal merintis, Rosidah harus menghadapi keterbatasan modal dan peralatan produksi yang masih sangat sederhana. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk terus mengembangkan usaha demi menghidupi keluarga.

SUMENEP – Asap tipis mengepul dari dapur produksi sederhana di Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep. Di tengah aroma khas gula merah, Rosidah (50) tampak cekatan mengaduk adonan di atas tungku besar. Selama hampir dua dekade, perempuan itu mengabdikan hidupnya untuk mengembangkan usaha gula merah khas Madura.

Bagi Rosidah, gula merah bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya. Sejak 2006, ia mengolah gula merah berbahan baku air nira pohon siwalan atau lontar yang banyak tumbuh di wilayah Sumenep.

Perjalanan membangun usaha tidak selalu mudah. Pada masa awal merintis, Rosidah harus menghadapi keterbatasan modal dan peralatan produksi yang masih sangat sederhana. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk terus mengembangkan usaha demi menghidupi keluarga.

"Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, kualitas gula merah buatan saya mulai dilirik konsumen. Permintaan mulai berdatangan," ungkapnya.

Kepercayaan pelanggan terus meningkat hingga jangkauan pemasaran meluas ke berbagai daerah. Momentum penting dalam perkembangan usahanya terjadi pada 2016 saat permintaan pasar meningkat tajam. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Rosidah memutuskan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan.

"Saya sudah lama jadi nasabah BRI, tapi baru tahun 2016 itu memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR. Saat itu saya mengajukan pinjaman Rp25 juta dan prosesnya cepat serta tim dari BRI sangat responsif. Saya memilih KUR ini karena selain bunganya rendah juga tidak ada agunan. Jadi cocok untuk usaha kecil seperti saya," urainya.

Dana KUR tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat persediaan bahan baku sekaligus meningkatkan kapasitas produksi. Setelah pinjaman pertama lunas dengan riwayat pembayaran yang baik, Rosidah kembali memperoleh KUR sebesar Rp50 juta. Perkembangan usahanya yang terus positif membuat BRI kembali memberikan kepercayaan pada 2024 melalui penyaluran KUR senilai Rp100 juta.

Menurut Rosidah, tambahan modal tersebut memberikan dampak nyata bagi perkembangan usahanya.

"Kucuran dari BRI ini sangat bermanfaat bagi kami. Khususnya untuk penyediaan bahan baku dan peralatan produksi agar bisa memenuhi permintaan," tandasnya.

Dukungan permodalan itu mendorong peningkatan kapasitas produksi secara signifikan. Produksi gula merah yang sebelumnya rata-rata sekitar 200 kilogram per hari kini meningkat menjadi sekitar 500 kilogram per hari.

Pertumbuhan usaha tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Selain menyerap hasil nira dari para petani, Rosidah kini mempekerjakan enam orang karyawan.

"Alhamdulillah, kami juga bisa membantu warga sekitar. Selain menerima hasil bahan baku dari mereka, kami juga membantu menyerap tenaga kerja. Jika awal-awal saya merintis usaha ini saya kerjakan sendiri, saat ini pekerja saya ada 6 orang," ungkapnya.

Kini, usaha gula merah Rosidah telah memiliki pelanggan tetap di berbagai wilayah Madura, mulai dari Sumenep, Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan. Sistem pemasarannya pun semakin praktis. Para pemilik toko cukup melakukan pemesanan melalui telepon, kemudian produk dikirim secara rutin sesuai kebutuhan.

Peningkatan volume produksi berdampak pada melonjaknya omzet usaha. Keberhasilan tersebut tidak hanya memperkuat kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga mampu mengantarkan kedua anaknya membuka usaha di Surabaya.

Secara terpisah, Branch Manager BRI BO Sumenep, Ali Topan, mengatakan BRI terus memperkuat perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga Mei 2026, BRI BO Sumenep telah menyalurkan KUR sebesar Rp691 miliar kepada sekitar 22 ribu debitur. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp587 miliar atau sekitar 85 persen disalurkan ke sektor produksi, terutama perdagangan dan pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Sumenep.

Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.

"Dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha serta edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi unggulan," ungkapnya.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #BRILian #BRILink