RADAR SURABAYA – Industri komponen otomotif nasional masih menghadapi berbagai tantangan akibat ketidakpastian ekonomi global, gejolak geopolitik, dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Meski demikian, pelaku industri tetap optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2026.
Salah satu perusahaan yang menunjukkan optimisme tersebut adalah PT Indospring Tbk.
Produsen komponen kendaraan bermotor yang berbasis di Gresik, Jawa Timur, itu menargetkan penjualan mencapai Rp3,8 triliun pada 2026 atau tumbuh 16 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp3,3 triliun.
Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono, mengatakan kondisi pasar suku cadang kendaraan bermotor memang masih cukup menantang.
Namun, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah tekanan ekonomi.
Baca Juga: Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim 2027, Venue dan Pembinaan Atlet Terus Dimatangkan
“Untuk itu, kami akan menerapkan strategi memperbesar pangsa pasar, meningkatkan kapasitas produksi fastener, memperluas penguasaan pasar di dalam dan luar negeri, serta meningkatkan brand awareness,” ujar Bob dalam paparan publik, Rabu (24/6).
Menurutnya, penguatan pasar ekspor dan peningkatan kapasitas produksi menjadi langkah utama perusahaan untuk mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan.
Penjualan Kuartal I 2026 Tumbuh 10 Persen
Kinerja PT Indospring Tbk pada kuartal I 2026 menunjukkan pertumbuhan penjualan yang positif.
Hingga Maret 2026, emiten berkode saham INDS tersebut membukukan penjualan sebesar Rp849 miliar atau meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, laba bersih perseroan mengalami tekanan cukup signifikan. Pada kuartal I 2026, laba bersih tercatat sebesar Rp2,2 miliar, turun 91 persen dibandingkan laba bersih kuartal I 2025 yang mencapai Rp25,4 miliar.
Penurunan laba tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan di tengah upaya menjaga pertumbuhan bisnis dan memperluas pasar.
Namun demikian, manajemen tetap optimistis kinerja akan membaik hingga akhir tahun.
Perseroan memproyeksikan laba bruto mencapai Rp504 miliar, sementara laba bersih ditargetkan menembus Rp125 miliar atau tumbuh 25 persen dibandingkan capaian 2025.
“Hingga akhir 2026, kami memproyeksikan laba bruto mencapai Rp504 miliar. Sedangkan laba bersih diperkirakan mencapai Rp125 miliar atau tumbuh 25 persen dibandingkan tahun 2025,” kata Bob.
Ekspor Jadi Penopang Pertumbuhan
Direktur PT Indospring Tbk, Teddy Limyanto, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 perusahaan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp3,3 triliun atau naik 4,4 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp3,1 triliun.
Baca Juga: Dispendik Surabaya Ajak Sekolah Laksanakan Bersih-Bersih Sambut Tahun Ajaran Baru
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penjualan ekspor. Sepanjang 2025, nilai ekspor perusahaan mencapai Rp1,45 triliun atau meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,3 triliun.
Sementara itu, penjualan domestik tercatat sebesar Rp1,85 triliun, menunjukkan pasar dalam negeri masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
Negara-negara Asia masih menjadi tujuan utama ekspor PT Indospring Tbk dengan kontribusi mencapai 76 persen.
Beberapa pasar terbesar meliputi Korea Selatan, Jepang, Thailand, India, dan Malaysia.
Selain Asia, ekspor ke kawasan Amerika menyumbang 12 persen dari total ekspor perusahaan, disusul Australia sebesar lima persen dan negara lainnya tujuh persen.
Fokus Perluas Pasar Ekspor yang Lebih Efisien
Untuk menjaga pertumbuhan pada 2026, PT Indospring Tbk akan fokus memperkuat pasar ekspor yang telah ada sekaligus mencari peluang baru di negara-negara yang dinilai lebih efisien dari sisi biaya distribusi.
“Tahun ini kami fokus pada negara tujuan ekspor yang sudah ada. Selain itu, kami juga terus mencari pasar ekspor baru yang dinilai lebih efisien.
Sementara untuk kawasan Timur Tengah, ekspor kami kurangi karena biaya logistiknya masih relatif mahal,” ungkap Teddy.
Dengan strategi ekspansi pasar, peningkatan kapasitas produksi, serta penguatan merek, PT Indospring Tbk optimistis dapat
mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah kondisi industri komponen otomotif yang masih menghadapi berbagai tantangan global.(fix)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan